Gunakan PIKARPATI, Anak Ketagihan Belajar Matematika - Waspada

Gunakan PIKARPATI, Anak Ketagihan Belajar Matematika

  • Bagikan

BATUBARA (Waspada): Pelajaran matematika masih menjadi momok bagi siswa karena dianggap sulit. Namun bagi Bu Tati Hariyanti, guru kelas 5 UPTD SDN 03 Tanah Merah, Kecamatan Air Putih, Batubara, pelajaran matematika bisa menjadikan siswa ketagihan untuk belajar.

Bu Tati Hariyanti terus melakukan inovasi pembelajarannya yang salah satu caranya adalah memodifikasi media ajar yang menarik, mudah digunakan dan sesuai dengan materi pelajaran. Salah satunya dengan PIKARPATI.

PIKARPATI adalah singkatan dari Piramida Akar Pangkat Tiga. PIKARPATI merupakan salah satu media yang digunakan pada pembelajaran matematika yaitu alat bantu untuk mempermudah anak menentukan hasil akar pangkat tiga dari suatu bilangan.

“Pada pembelajaran matematika dengan materi Akar Pangkat Tiga, siswa kelas 5 belajar dengan asik dan lupa akan waktu. Mengapa? Ternyata mereka begitu bersemangat mencari akar pangkat tiga menggunakan media PIKARPATI,” kata Tati Hariyanti yang merupakan Fasilitator Daerah (Fasda) Tanoto Foundation ini, Sabtu (2/10).

Tati Hariyanti menginginkan pembelajaran yang aktif di kelasnya yang berfokus pada siswa agar siswa lebih aktif. Dengan membuat media ajar memanfaatkan bahan bahan yang sederhana berupa kardus bekas dan kertas origami, dia mendesainnya menjadi sebuah media PIKARPATI yang menarik dan yang terpenting mudah dipahami penggunaannya oleh siswa.

“Untuk membuat media ajar yang menarik tidak harus mahal. Kita bisa memanfaatkan bahan sederhana yang ada di sekitar lalu desainlah sesuai kreatifitas kita sebagai guru. Karna guru kreatif akan menghasilkan pembelajaran yang aktif,” tutur Bu Tati.

Media pembelajaran yang dihasilkan berbentuk seperti piramida, dimana pada piramida tersebut terdapat dua komponen yaitu komponen puluhan berwarna kuning pada bagian kanan tertera 10 pangkat tiga sampai 90 pangkat tiga dan hasilnya. Komponen satuan pada bagian kiri tertera 1 pangkat tiga sampai 9 pangkat tiga dan hasilnya. Lalu di bagian tengah ditambahkan kantong soal dan kantong jawaban serta ditambah sebuah kotak misteri berisi kartu soal dan kartu jawaban.

Sebuah contoh misalnya, untuk menentukan akar pangkat tiga dari 1.728, maka langkah awal, cari hasil pangkat tiga puluhan yang mendekati hasilnya dengan 1.728 dan diperoleh hasil 10 yang berarti 1 puluhan. Cari angka satu dan pasang di kantong jawaban sebagai puluhan. Seterusnya lihat angka satuan yaitu 8, carilah pada komponen satuan yang hasil perpangkatannya satuannya 8. Dan ternyata berada pada 2 pangkat tiga. Maka ambillah angka 2 sebagai nilai satuan lalu pasangkan juga di kantong jawaban. Nah diperolah hasil 1 puluhan dan 2 satuan sama dengan 12.

Ibu Tati mengajak siswa kelas 5 untuk mengamati media tersebut dan memberikan penjelasan menggunakan PIKARPATI sembari memberikan beberapa contoh cara mencari hasil akar pangkat tiga. Kemudian, secara bergantian siswa diminta untuk mencoba menggunakan media PIKARPATI untuk menyelesaikan persoalan akar pangkat tiga. Semua siswa begitu antusias untuk mencobanya. Mereka saling berlomba agar mendapat kesempatan yang pertama.

Pertama guru memberikan sebuah kotak misteri yang berisi beberapa kartu soal dan beberapa anggka angka yang nantinya digunakan untuk menemukan jawabannya. Kemudian siswa diminta untuk memilih salah satu kartu soal secara acak. Kartu soal yang didapat kemudian dipasang pada kantong soal yang ada pada media. Siswa mulai beraksi menemukan jawaban dengan memperhatikan komponen puluhan dan komponen satuannya hingga menemukan hasil. Begitulah yang dilakukan para siswa secara bergantian.

“Dari kegiatan pembelajaran ini, tampak jelas bahwa siswa begitu aktif dan belajar matematika dengan perasaan senang dan bahagia. Mereka tidak takut maju kedepan unduk menyelesaikan soal. Media PIKARPATI benar-benar sangat membantu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa. Semua anak terlibat aktif dan pembelajaran seperti ini membuat anak telah belajar MIKiR yang dicanangkan oleh Tanoto Foundation,” ujar Bu Tati Hariyanti.

Metode dan inovasi belajar matematika dengan menggunakan media PIKARPATI, membuat siswa ketagihan belajar.

“Besok belajar matematika lagi ya bu?” Kata Galang salah satu siswa kelas 5 yang nagih minta belajar matematika.

“Ya belajar matematikanya tidak sulit, malahan jadi seru,” kata Atta sambil ancung jempol.

“Bahagianya siswa belajar matematika menjadi kebanggaan yang luar biasa bagi saya. Saya sadar bahwa guru adalah motivator bagi siswanya, untuk itu guru jangan malas. Kembangkan kekuatan yang ada pada diri seorang guru dengan berkreatifitas dan berinovasi dalam pembelajaran salah satunya berkreasi membuat media pembelajaran. Harapannya pembelajaran aktif ini dapat berkelanjutan dan siswa pun ikut kreatif juga,” pungkasnya. (m31)

  • Bagikan