Waspada
Waspada » Gerakan Sekolah Berbagi SMP Muhammadiyah 1 Medan
Pendidikan

Gerakan Sekolah Berbagi SMP Muhammadiyah 1 Medan

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Medan Paiman, S.Pd didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sarwono Hadi Saputra, S.Pd berfose bersama orangtua siswa peneriman donasi beras dari kegiatan GSB, Kamis (15/4)Waspada/Erzilmarkos

MEDAN (Waspada): Gerakan Sekolah Berbagi (GSB) SMP Muhammadiyah 1 Medan bagikan sebanyak 3,150 Ton beras kepada orangtua siswa kurang mampu.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Medan Paiman S.Pd didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sarwono Hadi Saputra, S.Pd mengatakan, kegiatan kegiatan GSB berawal dari rasa peduli para guru-guru SMP Muhammadiyah 1 Medan terhadap siswa dan keluarga siswa kurang mampu.

Menurutnya kegiatan ini telah dimulai sejak dua bulan setelah Pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia atau tepatnya sejak Agustus 2020 lalu. Di mana para guru dan orangtua siswa yang memiliki rezeki lebih sepakat untuk berinfak setiap bulannya dengan jumlah yang tidak ditentukan.

Sebelumnya uang infak tersebut diperuntukan untuk membayar uang sekolah bagi siswa kurang mampu setiap bulannya, namun bulan ini, sehubungan dengan Ramadhan 1442 H uang infak tersebut diberikan dalam bentuk beras untuk dibagikan kepada keluarga dan orangtua siswa yang kurang mampu.

“Alhamdulillah beras yang terkumpul sebanyak 3,150 Ton atau sekitar 315 karung ukuran 10 Kg yang kesemuanya dibagikan untuk orangtua siswa kurang mampu masing-masing mendapat satu karung ukurang 10 Kg,” ungkap Paiman usai penyerahan beras kepada orangtua siswa, Kamis (15/4).

Paiman menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada para guru-guru keluagar besar SMP Muhammadiyah 1 Medan dan orangtua siswa yang telah turut berpartisipasi dalam menyukseskan gerakkan sekolah berbagi ini.

Kegiatan ini menurutnya mendapat sambutan yang luar biasa dari para orangtua siswa khususnya mereka yang memiliki kelebihan rezeki, hal ini terlihat dari banyaknya orang siswa yang infak dalam kegiatan ini.
“Antusias guru-guru dan orangtua siswa dalam kegiatan GSB ini sangat luar biasa bahkan ada salah seorang orangtua siswa yang memberikan infak sebanyak Rp20 juta dan ada juga satu juta lebih yang semua ini mereka titipkan di sekolah ini untuk meringankan beban orangtua siswa kurang mampu,” ujarnya.

Paiman berharap semoga dengan apa yang diberikan dapat sedikit meringankan beban para orangtua siswa khususnya mereka yang kurang mampu sehingga walau dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih mewabah anak-anak masih dapat terus melanjutkan pendidikkannya.

Dewi Susanti salah seorang orangtua siswa yang menerima bantuan mengaku sangat terharu dan senang sekaligus bangga menyekolahkan anaknya di SMP Muhammadiyah 1 Medan. “Selain mendapatkan pendidikan disini anak-anak kami juga mendapat pembelajaran tentang arti sebuah rasa kepedulian dan solidaritas antara sesama yang tinggi yang ditanamkan orang guru-guru dengan sangat luar biasa,” ungkapnya. (h02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2