Waspada
Waspada » Dukung Organisasi Penggerak Kemendikbud, Tanoto Foundation Pakai Dana Mandiri Rp50 Miliar
Pendidikan

Dukung Organisasi Penggerak Kemendikbud, Tanoto Foundation Pakai Dana Mandiri Rp50 Miliar

Direktur Komunikasi Tanoto Foundation, Haviez Gautama

JAKARTA (Waspada):Program Organisasi Penggerak (POP) menyita perhatian publik selama sepekan ini. Pasalnya, sejumlah organisasi besar menolak bergabung meski telah dinyatakan lolos seleksi pendanaan. Secara berturut-turut Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah, Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengundurkan diri dari POP yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudaayaan (Kemendikbud) itu.

Dalam kisruh POP ini, nama Tanoto Foundation disebut sebagai salah satu organisasi yang tidak seharusnya menerima dana dari pemerintah lewat POP. Mereka dinilai organisasi yang dimiliki perusahaan besar sebagai wadah Corporate Social Responsibility (CSR).

Menjawab itu, Direktur Komunikasi Tanoto Foundation, Haviez Gautama menyatakan pihaknya tidak menggunakan dana pemerintah untuk mendukung POP.

“Tidak ada hibah dana pemerintah ke Tanoto Foundation,” ujar Haviez dalam siaran pers diterima Minggu (26/7/2020).

Di sisi lain, Tanoto Foundation bukan organisasi CSR (Corporate Social Responsibility) dari suatu grup bisnis, namun merupakan filantropi independen dengan misi mengembangkan potensi individu dan memperbaiki taraf hidup melalui pendidikan berkualitas yang transformatif.

Seperti diketahui, saat ini peringkat pendidikan Indonesia masih rendah. Berdasarkan skor PISA, dari 72 negara, Indonesia berada di ranking tiga terbawah.

“Sejak memulai kegiatan filantropi pada 1981, Tanoto Foundation selalu menggunakan dana sendiri untuk membiayai program-programnya dalam mendukung pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” imbuh Haviez.

Pada 2019, Tanoto Foundation telah mengeluarkan dana senilai lebih dari Rp250 miliar untuk membiayai seluruh program-programnya

Saat ini Tanoto Foundation memiliki Program Pintar Penggerak yang diajukan dalam POP. Program tersebut akan didanai mandiri oleh yayasan dengan nilai investasi lebih dari Rp 50 miliar untuk periode dua tahun (2020-2022).

Sejak semula Tanoto Foundation di dalam aplikasi untuk mendukung POP Kemendikbud, telah memilih skema pembiayaan mandiri di dalam pelaksanaannya.

Melalui proses seleksi yang ketat termasuk blind review, Tanoto Foundation terseleksi untuk dua proyek Gajah (satu untuk program SD dan satu untuk SMP).

Melalui Program PINTAR Penggerak, Tanoto Foundation akan bekerja untuk mengembangkan kapasitas tenaga pengajar di 260 Sekolah Penggerak rintisan (160 Sekolah Dasar dan 100 Sekolah Menengah Pertama) di empat kabupaten, yakni Kampar (Riau), Muaro Jambi (Jambi), Tegal (Jawa Tengah) dan Kutai Barat (Kalimantan Timur).(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2