Waspada
Waspada » Ditengah Pandemi Covid-19, Tim Pengabdian Psikologi USU Kembangkan Aplikasi Konseling Daring
Medan Pendidikan

Ditengah Pandemi Covid-19, Tim Pengabdian Psikologi USU Kembangkan Aplikasi Konseling Daring

TIM Pengabdian Fakultas Psikologi USU, yang diketuai Suri Mutia Siregar, MPsi, Psikolog dan masing-masing anggota, Ika Sari Dewi, MPd, Psikolog, Amalia Meutia, MPsi, Psikolog, dan Yunita Zahra, MPsi, Psikolog saat di Departemen Psikologi Umum dan Eksperimen Fakultas Psikologi USU. Waspada/Ist
TIM Pengabdian Fakultas Psikologi USU, yang diketuai Suri Mutia Siregar, MPsi, Psikolog dan masing-masing anggota, Ika Sari Dewi, MPd, Psikolog, Amalia Meutia, MPsi, Psikolog, dan Yunita Zahra, MPsi, Psikolog saat di Departemen Psikologi Umum dan Eksperimen Fakultas Psikologi USU. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ditengah Pandemi Covid-19 kebutuhan masyarakat akan layanan konseling semakin meningkat dari hari ke hari.

Karenanya Tim Pengabdian dari Departemen Psikologi Umum dan Eksperimen Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU), dibawah Lembaga Pengabdian/Pelayanan Kepada Masyarakat (LPPM) USU melakukan terobosan dengan mengembangkan aplikasi konseling Dalam Jaringan (Daring).

Tim Pengabdian Fakultas Psikologi USU, yang diketuai Suri Mutia Siregar, MPsi, Psikolog dan masing-masing anggota, Ika Sari Dewi, MPd, Psikolog, Amalia Meutia, MPsi, Psikolog, dan Yunita Zahra, MPsi, Psikolog mengembangkan aplikasi konseling daring yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga Sumut.

“Jadi kebutuhan masyarakat akan layanan konseling semakin meningkat dari hari ke hari. Apalagi di masa Covid-19, sejumlah masyarakat mengeluh merasakan gejala stres karena berbagai perubahan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Suri Mutia, Sabtu (5/9).

Menurut Suri Mutia, layanan konseling merupakan pemberian bantuan yang diberikan kepada individu agar tercapai kemandirian dalam hal pemahaman diri.

“Sehingga individu sanggup mengarahkan dirinya sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan di sekitarnya,” ujar Suri Mutia.

Kata Suri Mutia, salah satu profesi yang mampu memberikan layanan konseling adalah Psikolog.

Namun sayangnya, cakupan pemberian pelayanan konseling oleh Psikolog sampai saat ini masih tergolong rendah.

“Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, yakni jumlah Psikolog di Indonesia belum memadai untuk menangani gangguan jiwa, persebaran psikolog yang masih terpusat di kota besar dan masih adanya stigma sosial yang memandang bahwa individu yang mencari bantuan ke psikolog adalah hal yang memalukan dan hanya dilakukan oleh orang yang lemah,”ungkap Suri Mutia.

Oleh karenanya lanjut Suri Mutia pihaknya, melakukan terobosan untuk pengabdian kepada masyarakat.

Karena pengabdian merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Pelaksanaan pengabdian didukung oleh Lembaga Pengabdian/Pelayanan Kepada Masyarakat USU yang diketuai oleh Prof Dr Tulus, Vor Dipl Math, MSi, PhD. Selain itu, Tim Pengabdian juga menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Sumatera Utara (HIMPSI Sumut) yang saat ini menjadi tempat bernaung para Psikolog di wilayah Sumut,” kata Suri Mutia.

Suri Mutia pun mengakui saat ini, proses pembuatan aplikasi konseling daring masih berlangsung.

Sejumlah pengembangan dan perbaikan masih terus dilakukan hingga aplikasi dianggap siap untuk diluncurkan kepada masyarakat di Sumut.

“Rencananya, Tim Pengabdian Fakultas Psikologi USU beserta HIMPSI SUMUT akan segera mensosialisasikan mengenai keberadaan aplikasi pada akhir tahun 2020,” ucapnya.

Sementara itu menurut Suri Mutia bahwa Ketua HIMPSI Sumut, Ilmiah Handoko, MSi, Psikolog menyambut baik ajakan kerjasama dari Tim Pengabdian Fakultas Psikologi.

“HIMPSI berkomitmen untuk menyediakan calon konselor yang terampil dalam melakukan konseling daring serta memiliki surat ijin praktik psikolog yang aktif,” ungkap Suri. (rel)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2