Waspada
Waspada » Dinyanyikan Ulang Seribu Kali, Lagu Condong Pada Mimpi Makin Dikenal
Pendidikan

Dinyanyikan Ulang Seribu Kali, Lagu Condong Pada Mimpi Makin Dikenal

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto (dua dari kanan) dalam jumpa pers jelang pengumuman pemenang lomba Cover Lagu Condong Pada Mimpi, Jumat (27/11) di Jakarta. (dianw)

JAKARTA (Waspada): Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) punya cara unik dan asyik untuk melakukan sosialisasi dan rebranding pendidikan vokasi. Caranya dengan menggelar lomba menyanyikan kembali (cover) lagu berjudul ‘Condong Pada Mimpi – Vokasi Berjaya’.  Alhasil, lagu yang sarat makna itu berhasil dinyanyikan sedikitnya oleh 1.000 tim yang mendaftar.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengatakan, cara unik dan asyik ini paling pas dilakukan di tengah semangat generasi milenial dan generasi Z yang senantiasa mengutamakan passion alias minat keinginan kuat memilih pendidikan sesuai bidangnya.

Lewat lomba menyanyikan kembali ini, Wikan ingin mengajak generasi muda untuk melanjutkan pendidikan sesuai minat (passion). Melalui lagu CPM-VB, ia berharap, anak-anak mengetahui pendidikan vokasi dan dapat memilih jalur ini dengan lebih yakin jika itu memang mimpi, gairah dan minat mereka.

“Saya ingin menyampaikan pesan yang memotivasi generasi muda dan orang tua juga harus tahu passion bakat anak. Jangan anggap versi kebahagiaan anak adalah versi kebahagiaan orang tua. Jangan sampai keterpaksaan itu terjadi kepada anak-anak kita” jelasnya dalam taklimat media yang berlangsung di Jakarta, Jumat (27/11).

Lomba yang digelar selama ini dua minggu ini mendapatkan animo tinggi dari berbagai jenjang pendidikan vokasi, mulai dari SMK sampai politeknik. Tercatat ada lebih dari 1000 video yang bersaing dalam ajang ini.

 

Wikan Sakarinto bangga melihat potensi yang ditampilkan para peserta. Ajang ini menurutnya efektif dalam menggali kreativitas peserta didik vokasi di bidang kesenian. “Banyak anak kursus yang (potensi berkeseniannya) mengalahkan anak SMK, dan seterusnya,” ungkap Wikan saat mengomentari antusiasme peserta meng-cover lagu yang ia ciptakan bersama Wahyu “Unyep” itu.

Lagu CPM-VB sendiri dikreasikan Wikan Sakarinto sejak pertengahan 2020, bertepatan dengan masa pandemi Covid-19 melanda dunia. Menggandeng kreator musik dan lirik, Wahyu Hermawan yang berduet dengan Darmawan Okto, lagu ini dinilai sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Musisi Purwacaraka, selaku ketua tim dewan juri lomba mengatakan, sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai ide Dirjen Wikan brilian dan hebat dalam membangun awareness agar pendidikan vokasi lebih ‘dihargai’ di masyarakat.

Kang Purwa demikian ia biasa disapa, menambahkan, pendidikan vokasi itu penting. Sebab, apa yang dipelajari saat ini dengan apa yang akan menjadi masa depannya sudah tergambar dengan jelas.

“Mereka lebih siap masuk ke dunia kerja. Terima kasih telah dilibatkan untuk melihat ini semua,” katanya.

Dalam ajang yang baru pertama dilakukan ini, keluar nama-nama pemenang. Berikut nama-nama pemenang yang berhasil meraih juara di tiap kategorinya.

Untuk kategori A (peserta didik, pendidik, civitas aktif pada satuan pendidikan vokasi), juara pertama adalah Btari Chinta dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sekolah Musik Vidi Vici. Juara kedua adalah Pro-Vokasi dari Vokasi Universitas Brawijaya. Juara ketiga adalah Yula Diana dari SMK Negeri 1 Grati.

Selanjutnya, untuk kategori B (umum dan alumni vokasi) juara pertama adalah Olive Prima asal Depok, Jawa Barat. Juara kedua adalah Purnama Nuraeni asal Kota Bogor, Jawa Barat. Juara ketiga adalah EBB asal Kabupaten Tulungagung.

Berikutnya, untuk kategori C (politeknik dan satuan pendidikan vokasi) juara pertama adalah LKP Nuning. Juara kedua adalah SMKS TI Muhammadiyah Cikampek. Juara ketiga adalah Indonesia Tourism School-Bali.

Terakhir, Kemendikbud juga memberi apresiasi untuk pemenang kategori ekspos digital yaitu Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Politeknik Negeri Lampung, dan Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

 

 

Musisi Purwacaraka pada kesempatan yang sama memberikan apresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai ide Dirjen Wikan brilian dan hebat dalam membangun awareness agar pendidikan vokasi lebih ‘dihargai’ di masyarakat.

Kang Purwa demikian ia biasa disapa, menambahkan, pendidikan vokasi itu penting. Sebab, apa yang dipelajari saat ini dengan apa yang akan menjadi masa depannya sudah tergambar dengan jelas. “Mereka lebih siap masuk ke dunia kerja. Terima kasih telah dilibatkan untuk melihat ini semua,” katanya.

Salah satu anggota dewan juri, musisi Beby Romeo menyampaikan kekaguman atas bakat kesenian yang ditampilkan para peserta.

“Kok saya temukan orang unik di sini? Ada peserta yang membuat saya terkagum-kagum dengan caranya bermain gitar. Itu positif, bagus dan layak untuk didengar. Ini memang sesuatu,” katanya berkomentar sebagai seorang musisi.

Keterlibatan Beby Romeo sebagai juri pada kompetisi ini, diakuinya menambah wawasan seputar pendidikan vokasi. Beragam informasi ia dapatkan mulai dari keragaman satuan pendidikan, profil institusi, fasilitas pendukung pembelajaran, dan berbagai keunggulan lainnya.

“Saya berterima kasih karena melihat banyak hal di sini,” lanjut Beby seraya berujar bahwa SMK sekarang, mampu dan hebat.

Sebelum mengakhiri, Beby Romeo berpendapat, Dirjen Wikan adalah pemimpin yang peka dengan perkembangan zaman. “Ide briliannya update di masa sekarang, sesuai dengan kondisi masyarakat. Aku mendukung apa yang dikerjakan,” pungkas Beby Romeo.

Lagu Condong pada Mimpi – Vokasi Berjaya (CPM-VB) dapat dinikmati di berbagai portal digital, antara lain Spotify, Apple Music, iTunes, Youtube, dan beberapa layanan digital lainnya. (J02)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2