Dikti Apresiasi Peran Perguruan Tinggi Tangani Covid-19 - Waspada

Dikti Apresiasi Peran Perguruan Tinggi Tangani Covid-19

  • Bagikan
Sesditjen Dikti Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani

JAKARTA (Waspada): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengapresiasi peran Perguruan Tinggi dan institusi kesehatan lainnya dalam penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tanah Air, khususnya bidang pendidikan tinggi.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 15 Rumah Sakit Pendidikan/Rumah Sakit Akademik PTN, 10 Rumah Sakit Gigi dan Mulut PTN, 25 Fakultas Kedokteran PTN, dan 8 Fakultas Kedokteran PTS, Ikatan Dokter Indonesia di 8 daerah dan 169 Rumah Sakit yang terdiri dari Rumah Sakit Umum Daerah, Rumah Sakit Umum Pusat, dan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Swasta, yang berkolaborasi dengan Ditjen Dikti dalam penanganan Covid-19.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak, Ibu, dan para relawan yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19. Semoga dengan bantuan ini mampu mengurangi angka penderita wabah Covid-19,”ujar Sekretaris Ditjen Dikti Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani saat mengumumkan laporan penanganan Covid-19 bidang pendidikan tinggi lewat virtual, Kamis (6/8) malam.

Para stakeholder pendidikan tinggi dan institusi kesehatan turut berpartisipasi menangani Covid-19 melalui beberapa program yaitu Mahasiswa Relawan untuk Covid-19, peningkatan kualitas dan kapasitas Rumah Sakit pendidikan dan Fakultas Kedokteran, fasilitas Alat Pelindung Diri (APD), reagen dan alat deteksi Covid-19 dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) serta pengembangan dan modifikasi produk inovasi untuk pengendalian Covid-19.

Dana yang dialokasikan oleh Ditjen Dikti untuk progran kolaborasi itu sebanyak Rp405 miliar.

8Anggaran ini terbagi menjadi 199 Miliar Rupiah untuk pengadaan di Pusat dan Rp205 miliar dana realokasi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Alokasi anggaran Covid-19 di pusat bertujuan mendanai pengadaan APD, PCR, dan Reagen untuk PTN dan PTS sebanyak Rp145 miliar.

Sementara itu Rp54 miliar merupakan alokasi insentif untuk relawan.

Sisanya, Rp205 miliar direalokasikan antara lain ke 25 Rumah Sakit dan Fakultas Kedokteran PTN.

Sejak tanggal 1 Agustus 2020, Ditjen Dikti telah menyebarluaskan relawan mahasiswa Covid-19 sebanyak 15.000 orang. Mereka tersebar di berbagai daerah di bawah koordinasi Fakultas Kedokteran (FK) perguruan tinggi yang terlibat dalam penangan Covid-19. Relawan mahasiswa ini utamanya berperan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

“Selain kebutuhan tenaga manusia, penanganan Covid-19 juga memerlukan alat termutakhir guna mempercepat proses identifikasi penyebaran virus. Sebelumnya, pemeriksaan swab hanya mampu menidentifikasi 5.000 spesimen per-hari. Dalam bantuan ini, Ditjen Dikti berhasil menyediakan 22 alat PCR. Nantinya, hasil tes swab akan mampu mendeteksi 11.000 spesimen per hari,”tandas Paris.(J02)

  • Bagikan