Dies Natalis ke-54, IKJ Pacu Kreativitas Tak Berbatas

  • Bagikan
Dies Natalis ke-54, IKJ Pacu Kreativitas Tak Berbatas

JAKARTA (Waspada): Tetap eksis di usia ke- 54, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tentu saja telah melewati pasang-surutnya sebagai sekolah seni. Hal itu diakui Rektor IKJ, Dr Indah Tjahjawulan sebagai sebuah pengalaman berharga di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

“Pasang-surut itu menjadi pengalaman berharga ketika dunia dipenuhi tantangan luar biasa akibat perkembangan teknologi yang berjalan luar biasa cepat dan seolah tak berujung yang dikhawatirkan mengancam kreativitas manusia,” ujar Dr. Indah Tjahjawulan, M.Sn., Rektor Institut Kesenian Jakarta dalam  pidato seni rangkaian Dies Natalis IKJ ke-54 tahun di Jakarta, Rabu (26/6/2024).

Tepat 26 Juni 2024, IKJ merayakan Dies Natalis ke-54 dengan tema “Evolving Perspective: Unleashing Boundless Creativity” atau dapat kita pahami sebagai “Sudut Pandang yang Bertumbuh: Kreativitas Tak Berbatas”.

Memasuki era kecerdasan buatan, keberlanjutan sekolah tinggi seni mendapat tantangan luar biasa. Tetapi berbagai tantangan berat ini, mau tak mau harus dihadapi demi keberlanjutan pendidikan seni yang sudah dirintis selama lebih dari lima dasawarsa.

Dikatakan Indah, perkembangan teknologi yang teramat cepat dan nyata di depan mata serta munculnya berbagai wacana baru dalam masyarakat, harus direspons dengan baik dan tepat dengan menghadirkan wilayah-wilayah eksplorasi baru.

“Dengan berkembangnya teknologi yang seolah tak terbendung, isu kreativitas menjadi teramat penting untuk sungguh-sungguh dipikirkan,” ungkap Indah.

“Wilayah kreativitas” terkait kecerdasan buatan, misalnya, akan menghadapi masalah terkait hal-hal seperti hak atas kekayaan intelektual, wilayah ketenagakerjaan, dan perdebatan nilai seni.

Menghadapi masalah-masalah baru seperti ini, IKJ siap bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama membuat kajian mendalam sebagai persiapan menghadapi era baru yang penuh tantangan.  Kendati penuh tantangan, IKJ tidak akan terus maju karena memiliki kreativitas yang tak berbatas, kreativitas yang akan terus hidup dalam diri manusia. 

Soal kreativitas, Prof. Dr. Bambang Sugiharto, Guru Besar Fakultas Filsafat Universitas Parahyangan, dalam pidato seninya saat Dies Natalis IKJ, mengingatkan dan menyadarkan kita bahwa kreativitas adalah energi abadi. Kreativitas adalah virus, yang terusmenerus berkembang, bermutasi, dan tak pernah mati.  

Meyakini bahwa kreativitas itu abadi, dalam momentum hari lahirnya kali ini, IKJ berkeyakinan untuk mengembangkan sudut pandang yang terus bertumbuh dan kreativitas tak berbatas supaya dapat bertahan terhadap ancaman yang datang dari perkembangan teknologi. Kreativitas yang semakin demokratis karena setiap orang bebas berkreasi dengan gawainya memiliki sisi lain yang mengkhawatirkan.

Di sisi lain, Prof. Dr. Bambang Sugiharto, Guru Besar Fakultas Filsafat Universitas Parahyangan
juga mengingatkan bahwa kreativitas dapat pula menjadi sekadar banalitas, keisengan membuat sensasi dengan memainkan sensualitas. Bersama dengan perkembangan teknologi, kreativitas bahkan bisa juga menjadi sekedar penguasaan kata kunci: mainkan saja kata kunci atau prompting  yang tepat,  maka mesin AI (Artificial Intelligence) akan mencipta dengan cepat, bagai tukang sihir yang hebat, Prof. Bambang menekankan lebih lanjut.

Teknologi dan wacana baru menuntut pendidikan seni masuk ke wilayah-wilayah eksplorasi seni baru yang tentu saja melibatkan “wilayah kreativitas” yang juga baru. (J02)


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Dies Natalis ke-54, IKJ Pacu Kreativitas Tak Berbatas

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *