Waspada
Waspada » Covid-19 Kembali Marak, Begini Nasib Mahasiswa Indonesia di Turki
Pendidikan

Covid-19 Kembali Marak, Begini Nasib Mahasiswa Indonesia di Turki

JAKARTA (Waspada): Kondisi pandemi yang tidak menentu merupakan tantangan tersendiri bagi semua orang agar sehat dan tetap mampu meneruskan aktivitas produktif. Tak kurang para mahasiswa yang tengah kuliah di luar negeri khususnya bagi mahasiswa di Turki yang saat ini juga merupakan wilayah yang dilanda pandemik covid-19 cukup genting.

“Di hampir semua provinsi di Turki kondisinya sangat rawan, termasuk di sini kota Kayseri, di mana banyak di antara kita mahasiswa harus dilakukan isolasi oleh Pemerintah Daerah setempat karena terpapar Covid,” ujar manager operasional Turknesia, Hanif Fauzan Abshari, dalam siaran pers, Sabtu (8/5).
 
Menurut Hanif, Pemerintah Turki begitu sigap walaupun kondisi paparan Covid meningkat lagi. Seperti diketahui Turki merupakan negara di Eropa yang paling cepat melakukan reaksi terhadap Covid sejak pandemi bermula setahun lalu. Turki juga menjadi yang terdepan dalam pelaksanaan vaksinasi tenaga kesehatan. Ketika vaksin telah tersedia, hanya dalam  4 hari, Turki berhasil menuntaskan vaksinasi seluruh tenaga kesehatan di 80 provinsi serentak. Pada saat gelombang kedua covid mulai merebak lagi, pemerintah langsung menerapkan total lockdown di hampir semua kota dan menetapkan larangan bepergian.

Pengalaman mahasiswa Indonesia di Turki dalam menyiasati covid, tentu saja mematuhi seluruh protocol kesehatan yang diterapkan negara itu. Pada saat kuliah sekarang, mereka harus melaksanakan berbagai aktivitas perkuliahan daring dari tempat tinggal mereka. Selain itu mereka juga diawasi secara ketat oleh petugas kesehatan setempat dengan ancaman denda yang cukup tinggi apabila melanggar protokol. Selain itu, mereka yang mengalami berbagai gejala terpapar covid, diminta untuk langsung memeriksakan diri di lokasi rumah sakit rujukan terdekat untuk dilakukan Swab.

“Manakala mereka jelas positif terpapar, rumah mereka akan diawasi petugas kesehatan dan dilakukan isolasi mandiri,”tambah Hanif.

Para mahasiswa Indonesia yang melakukan kuliah di Turki melalui jalur mandiri, agaknya cukup tenang dengan dukungan Turknesia Edu Foundation yang rupanya menyiapkan pemberangkatan mahasiswa mandiri dengan dukungan kesehatan penuh.

“Kami memberikan full support bagi adik-adik mahasiswa di Turki yang berangkat melalui Turknesia. Kamilah satu-satunya lembaga yang memberikan jaminan kesehatan penuh dengan pendampingan 24 jam untuk memastikan para mahasiswa sehat selama menempuh Pendidikan di masa awal kuliah mereka,”ujar CEO Turknesia Edu Foundation, Suzy Taviana,

Satu tim khusus telah disiapkan untuk memberikan layanan kesehatan selama masa pendampingan mahasiswa di semester awal adaptasi di Turki. Tim Kesehatan Turknesia bekerja melalui telemedicine untuk mengawal setiap mahasiswa yang mengalami gejala sakit untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan sakit lanjutan termasuk paparan covid.

“Alhamdulillah tim kami yang memiliki pengalaman tatakelola covid di Rumah Sakit Daerah di Indonesia juga tatalaksana dan pemberian obat yang tepat yang telah dibekalkan kepada mereka, menyebabkan kami lebih siap dan mampu memberikan terapi terbaik sehingga mereka yang terpapar covid dapat pulih Kembali dengan baik’’, tegas dr. Bhaktipatria Anoraga, Ketua Tim Kesehatan Turknesia.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2