Belajar Online Membosankan? Simak Tips Dari Faber Castell - Waspada

Belajar Online Membosankan? Simak Tips Dari Faber Castell

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Hampir satu setengah tahun lamanya anak-anak Indonesia menjalankan Belajar Dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Tentu bukan perkara mudah, apalagi bagi orang tua yang memiliki keterbasan kemampuan mengelola PJJ anak-anaknya. Belum lagi suasana membosankan yang dirasakan anak-anak, sebab tak dapat bermain dengan kawan di sekolah.

“Jika motivasi belajar turun sangat berpengaruh pada banyak aspek lainnya, yakni level pemahaman, kreativitas, produktivitas dan tentunya hasil pencapaian pembelajaran itu sendiri,” ujar Psikolog dari Yayasan Heart of People, Yohana Theresia, dalam webinar oleh Faber-Castell bertemakan ‘Menstimulasi Motivasi Belajar Anak di Era New Normal’, Sabtu (10/7).

Ada sejumlah tips dalam membangun motivasi anak selama BDR, dimana sebenarnya motivasi itu dapat dibagi berdasarkan 2 sumber, yakni intrinsik (internal) dan ekstrinsIik (eksternal).

Pertama, keterlibatan orang tua. Hal ini sangat penting. Orang tua juga diminta untuk sering mendengar, membantu anak untuk memutuskan dan memahami dengan segala bentuk konsekuensi yang ada. Orang tua juga harus belajar memahami kondisi si anak, hal ini kadang yang jarang ada, karena orang tua kurang paham atau kurang sensitif dengan apa yang terjadi. Terlebih saat anak bosan belajar.
Yohana juga menambahkan orang tua dapat memberikan pengharaan/reward bagi anak jika anak mencapai  sesuatu yang telah disepakati sebelumnya, misalkan prestasi baik maupun hal-hal lainnya.

Terkait pemberikan penghargaan atau reward menurut Yohana, tentunya harus juga disesuaikan dengan kebutuhan dan bermanfaat, salah satunya yang cocok yakni berupa kebutuhan dan alat belajar bagi si anak itu sendiri.

“Dan pada akhirnya, semua elemen sangat berperan untuk mensukseskan pola belajar dan parenting di era saat ini, orang tua, sekolah, pemerintah dan juga siswa,”tutup Yohana.

Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Lilyana Ang menambahkan bahwa bentuk penghargaan berupa pemenuhan kebutuhan sekolah dan alat belajar bisa menjadi pilihan tersendiri bagi orang tua dalam memotivasi anak agar kembali bersemangat dalam belajar meski di rumah saja.

Salah satu kebutuhan sekolah yang dapat diberikan kepada anak, diantaranya berupa produk tas belajar atau tas sekolah. Dimana tas akan sangat membantu anak untuk bisa merasakan kembali suasana belajar yang ada di sekolah.

Tas belajar atau sekolah juga harus disesuaikan dengan isu perkembangan si anak, dari fase Separation Anxiety yang kerap muncul di usia PAUD dan TK, lalu fase kemandirian dan produktivitas di usia Sekolah Dasar, hingga pencarian identitas pada usia remaja dan dewasa.

Tas Faber-Castell telah dibuat berdasarkan hasil riset yang melatari fase-fase dalam perkembangan seseorang anak, serta dengan memasukan saran dari ahli kesehatan tulang, guna memastikan kesehatan penggunanya, tambah Lily.

Selain itu, Tas Faber-Castell juga sangat ramah lingkungan karena bebas PVC yang dapat menyebabkan karsinogenik (pemicu kanker).

Penggunaan PVC oleh Badan Kesehatan Dunia sudah dikategorikan sebagai plastik paling beracun dan sangat susah diurai,

Namun banyak diantara kita belum sadar dengan bahaya senyawa yang dibentuk Vinil Klorida (H2C=CHCl) tersebut, dimana PVC banyak terdapat di kehidupan manusia, diantaranya pipa air, pintu toilet, kemasan makanan hingga mainan dan tas anak. 

Oleh karena itu, Faber-Castell mengusung penggunaan non PVC dalam produk Tas, hal ini untuk melindungi konsumen dari bahaya yang ada di PVC.

“Saat ini tas Faber-Castell telah tersedia di official store Faber-Castell di Tokopedia, Blibli, Bukalapak, Lazada serta toko tradisional market maupun modern market terdekat,” tutup Lily.(J02)

  • Bagikan