Waspada
Waspada » Belajar Matematika Dengan Pendekatan Reciprocal Teaching
Pendidikan

Belajar Matematika Dengan Pendekatan Reciprocal Teaching

Guru Matematika SMPN 3 Kabanjahe, Totaria Simbolon, S.Pd, saat memberikan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan pendekatan Reciprocal Teaching kepada peserta didiknya.
Guru Matematika SMPN 3 Kabanjahe, Totaria Simbolon, S.Pd, saat memberikan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan pendekatan Reciprocal Teaching kepada peserta didiknya.

MEDAN (Waspada): Tranformasi Pendidikan dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada peserta didik dengan menerapkan Pembelajaran abad 21 (Creative thinking, critical thinking and problem solving, commucation dan collaboration) berorientasi HOTS dan life skill, mendorong guru untuk terus berinovasi.

Guru harus melakukan inovasi dan lebih kreatif dalam merancang pembelajaran agar pembelajaran yang dihadirkan bermakna dan menyenangkan, tidak membuat peserta didik jenuh terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, dimana dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Seperti yang dilakukan oleh Totaria Simbolon, S.Pd guru matematika SMPN 3 Kabanjahe dan juga merupakan Fasilitator Daerah (Fasda) Tanoto Foundation Karo. Kali ini dia menggunakan Pendekataan reciprocal teaching atau Pembelajaran terbalik, untuk materi Persamaan Garis Singgung Lingkaran untuk SMP kelas VIII.

Reciprocal teaching merupakan strategi belajar melalui kegiatan mengajarkan teman, dimana peserta didik diberi kesempatan untuk belajar mandiri, kreatif, dan lebih aktif dan guru hanya bertugas sebagai fasilitator dan pembimbing dalam pembelajaran. Pembelajaran ini sejalan dengan unsur MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi) yang digaungkan Tanoto Foundation.

Menurut Totaria pembelajaran ini diawali di WA group dengan menjelaskan bahwa pembelajaran dilakukan dengan Pembelajaran terbalik dimana peserta didik akan berperan sebagai guru untuk menyampaikan materi kepada peserta didik lainnya.

Peserta didik harus mampu menyampaikan materi pembelajaran dengan baik, dan mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peserta didik lainnya.

Untuk memandu peserta didik memahami materi, Totaria Simbolon memberikan pertanyaan awal yang akan dipelajari peserta didik dari buku paket dan sumber lainnya. Pertanyaannya adalah 1) Apa yang kamu ketahui tentang garis singgung lingkaran, 2) Bagaimana menemukan rumus garis singgung persekutuan dalam lingkaran dan garis singgung persekutuan luar lingkaran, 3) Berikan contoh soal dan jawaban tentang garis singgung persekutuan dalam dan luar lingkaran. Peserta didik diberi waktu selama lebih kurang 40 menit untuk mempelajarinya.

Selanjutnya pembelajaran dilanjutkan dengan virtual yaitu dengan menggunakan aplikasi zoom, dimana peserta didik akan berperan sebagai guru untuk menjelaskan materi yang sudah dia pelajari dan harus siap menjawab pertanyaan dari teman.

“Peserta pertama yang berperan sebagai guru adalah Hasan Azarya Nainggolan yang merupakan Juara 1 Kompetisi Sains Nasional (KSN) untuk tingkat Kabupaten Karo. Hazan melaksankan tugasnya dengan baik, menjelaskan pengertian Garis Singgung, Menurunkan rumus dan memberikan contoh soal. Kemudain diikuti oleh peserta didik lainnya. Bagi peserta didik yang tidak dapat bergabung dalam zoom melaksanakan tugasnya dengan rekaman suara atau video yang dikirim ke WA group,” ujarnya.

Saat proses pembelajaran berlangsung peserta sudah tidak adalagi yang bertanya, Totaria Simbolon mengambil alih tugas untuk bertanya dan sekaligus untuk memantapkan pemahaman peserta didik mengenai Garis Singgung Persekutuan Lingkaran.

“Pembelajaran reciprocal teaching ini, selain mengaktifkan peserta didik juga dapat meningkatkan kemampuan literasi peserta didik dalam memahami isi bacaan, untuk dapat memahami materi peserta didik akan fokus berkonsentrasi agar memahami materi dan dapat menyampaikan materi tersebut dengan baik kepada peserta didik lainnya,” pungkasnya. (m31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2