Waspada
Waspada » Beban Kerja Dosen 2021 Akomodir Semangat Kampus Merdeka
Pendidikan

Beban Kerja Dosen 2021 Akomodir Semangat Kampus Merdeka

Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam (dua dari kiri) saat menjelaskan aturan baru Beban Kerja Dosen (BKD) yang mengakomodir semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

JAKARTA (Waspada): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Perdirjen) tentang Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen (PO BKD) Tahun 2021.

PO BKD yang baru ini, adalah sistem pembinaan karir dosen yang mengikuti semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Inilah jawaban pertanyaan bagi pada dosen yang menginginkan dosen merdeka,”ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam, dalam webinar, Kamis (18/3).

Dosen sebagai ilmuwan memiliki tugas mengembangkan suatu cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi melalui penalaran dan penelitian ilmiah serta menyebarluaskannya. Tugas dan kewajiban dosen yang merupakan BKD tersurat pada Pasal 72 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, BKD mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, melakukan evaluasi pembelajaran, membimbing dan melatih, melakukan penelitian, melakukan tugas tambahan, serta melakukan pengabdian kepada masyarakat. BKD tersebut sekurang-kurangnya sepadan dengan 12 (dua belas) satuan kredit semester (sks) dan sebanyak-banyaknya 16 (enam belas) sks.

Diakui Nizam, selanjutnya mwmang tidak mudah, karena setelah aturan ini keluar, maka harus diubah juga peraturan Menpan RB, Permendikbud baru dan nanti PUPAK dari Ristek/BRIN.

Perubahan PO BKD ini, lanjut Nizam, adalah kerangka pembinaan karir dosen yang tidak bisa dihindari. Pasalnya, dunia pendidikan tinggi dituntut agar lebih selaras, seiring dengan perubahan yang terjadi di lapangan. Pendidikan tinggi harus mereformasi dan mendistribusi lembaganya untuk bisa lebih adaptif, fleksibel dengan semangat Kampus Merdeka.

“Dengan memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk keleluasaan dalam mengembangkan potensi, tentunya dosennya juga harus memiliki ruang yang luas untuk bisa mengawal para mahasiswanya dalam melakukan pembelajaran yang lebih adaptif, fleksibel dan partisipatif. Sehingga pengembangan diri dosen dan mahasiswa itu mestinya mendapatkan bobot yang sepadan,” tambah Nizam.

Indikator kinerja dosen tercermin pada BKD yang secara langsung dan tidak langsung meningkatkan indikator kinerja perguruan tinggi dan akhirnya mendukung indikator kinerja kementerian. Oleh karena itu BKD merupakan tonggak dari transformasi dan reformasi manajemen SDM pendidikan tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sumber Daya M. Sofwan Effendi mengungkapkan, merujuk pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2021 yang telah ditandatangani 18 Januari lalu, menyebutkan kalau inti inovasi berasal dari adanya reduksi administrasi, adanya inovasi pencapain kredit melalui rublik yang disusun dari refleksi kebijakan Kampus Merdeka, sehingga inovasi dan redupsi ini menjadi ciri khas.

“Mudah – mudahan BKD ini akan mempu menaikan level potensi dan kreativitas dosen di dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” kata Sofwan.

PO BKD Tahun 2021 ini mengakui seluruh aktivitas dosen sesuai dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Untuk itu, diharapkan dosen dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas tridarmanya. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2