Awal Juli 2021, Sibolga Laksanakan PTM Terbatas - Waspada
banner 325x300

Awal Juli 2021, Sibolga Laksanakan PTM Terbatas

  • Bagikan
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pemko Sibolga, Dra. Masnot (kanan) didampingi Kepala SMP Negeri 1 Sibolga, Siti Zubaida Siregar. (Foto: Waspada/Haris Sikumbang)

SIBOLGA (Waspada): Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Kota Sibolga, Dra. Masnot mengatakan, semua sekolah mulai tingkat SD dan SMP sudah siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.
    
Namun, kata dia, sebelum menggelar PTM terbatas, masing-masing sekolah wajib memenuhi sejumlah persyaratan. Persyaratan itu meliputi izin dari Pemko/Kanwil/Kantor Kemenag, kepala sekolah, dan perwakilan orangtua melalui komite sekolah. Kemudian, sekolah memenuhi daftar periksa, menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dan mendapat dukungan dari semua pihak.
    
“Ya, kita sudah sampaikan kepada semua pihak sekolah supaya mematuhi protokol kesehatan (Prokes), menyiapkan ala-alat prokes seperti Masker, Hand Sanitizer, Wastafel untuk mencuci tangan. Kemudian, setiap ruang kelas dilakukan penyemprotan cairan disinfektan,” kata Masnot di dampingi kepala SMP Negeri 1 Sibolga, Siti Zubaidah kepada Waspada, Rabu (14/4) sore, di ruang kerjanya, kantor Dinas Pendidikan Kota Sibolga.
    
Selain itu, lanjut Masnot, sebelum menerapkan PTM terbatas yang rencananya akan berlangsung pada awal Juli mendatang, pihaknya juga telah mensosialisasikan hal itu kepada semua pihak termasuk orangtua siswa.
    
Katanya, pada PTM nanti pihak sekolah akan melakukan pembatasan jumlah siswa, setiap siswa yang boleh mengikuti pembelajaran tatap muka hanya 50 persen dari jumlah siswa masing-masing rombongan belajar (rombel).
    
“Nah kalau tingkat SD, itu kan satu rombelnya 28 orang, berarti 50 persen dari jumlah itu. Begitu juga pada tingkat SMP, satu rombel sebanyak 32 orang. Jadi menghindari kerumunan nanti, akan diberlakukan sistem shift atau secara bergantian, daftar periksa secara online juga sudah dipersiapkan,” ujarnya.
    
“Pihak sekolah juga sudah mengundang orangtua siswa dan membuat surat pernyataan secara tertulis, apakah anaknya bersedia mengikuti PTM terbatas atau tidak. Hasilnya rata-rata memang hampir 90 persen menyatakan bersedia PTM terbatas, dengan alasan mereka menilai belajar sistem Daring (dalam jaringan) tidak efektif,” sebutnya.
    
Menurut Masnot, pihaknya tidak boleh memaksa orangtua siswa untuk mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas. Namun, apabila orangtua siswa belum bersedia mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas, maka pihak sekolah akan memfasilitasi proses belajar secara online.
    
“Karena rata-rata pengakuan orangtua murid, belajar Daring tidak efektif dan justru membuat anak semakin tidak terawasi. Misalnya, kalau tatap muka, biasanya anak bangun pagi, mandi lalu berangkat ke sekolah sehingga waktu bermainnya terbatas. Kalau belajar secara online kan tidak begitu,” ucap Masnot.
    
Selain menerapkan Prokes yang ketat, lanjut Masnot, sebagian besar tenaga pendidik di Sibolga juga sudah dilakukan vaksin. Hal ini untuk mengantisipasi penularan Covid-19.
    
“Mulai dari kepala dinas sampai guru-guru juga sudah divaksin dan ini masih berlanjut,”katanya.
    
Masnot, yang juga Plt Kepala BPBD Sibolga itu menambahkan, penerapan PTM terbatas akan dilaksanakan pada awal Juli 2021. Semua sekolah sudah siap untuk itu.
    
“Teknisnya pada PTM terbatas nanti tidak ada jam istirahat, jam mata pelajarannya semua kita padatkan. Kalau biasanya satu jam pelajaran 40 menit, menjadi 30 menit. Kemudian siswa kita minta bawa bekal ke sekolah, tidak boleh tukar-tukar sendok makan. Selain itu, pedagang yang di luar sekolah tidak diizinkan berjualan, bahkan kantin di sekolah pun kita stop beroperasi,” tambahnya.
    
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Sibolga, Siti Zubaida mengaku siap menerapkan PTM terbatas dengan memberlakukan Prokes yang ketat.
Semua pengadaan alat-alat prokes, kata dia, menggunakan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Seperti pengukur suhu tubuh, masker, Hand Sanitizer, tempat cuci tangan.
    
“Jadi, kalau ada anak-anak yang mungkin lupa membawa masker dari rumah, maka sekolah sudah mempersiapkan,” ujarnya.
    
Disebutkannya, guna menunjang proses belajar mengajar tatap muka nanti, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Pemko Sibolga dan pihak Puskesmas.
    
“Ini tentu saja penting. Misalkan nanti saat siswa diukur suhu tubuhnya, ternyata melebihi batas normal, maka kita akan koordinasikan dengan Puskesmas untuk penanganannya,” ujar Siti Zubaidah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, pada pengumuman Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendikbud, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Agama (Menag) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, Selasa (30/3) menjelaskan bahwa prinsip yang menjadi pertimbangan utama dalam penyelenggaraan pendidikan selama pandemi Covid-19 adalah kesehatan dan keselamatan serta tumbuh kembang dan hak anak.

Mendikbud menyampaikan terima kasih kepada warga satuan pendidikan yang terus bahu membahu memastikan prinsip tersebut dijunjung di tengah begitu banyaknya tantangan. “Salah satu tantangan terbesar adalah murid tidak bisa ke sekolah untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya dan guru mereka. Manfaat pembelajaran tatap muka pada kenyataannya memang sulit untuk digantikan dengan pembelajaran jarak jauh,” terang Nadiem.

Untuk diketahui, Indonesia adalah satu dari empat negara di kawasan timur Asia dan Pasifik yang belum melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh. Sementara 23 negara lainnya sudah. UNICEF menyebut bahwa anak-anak yang tidak dapat mengakses sekolah secara langsung semakin tertinggal dan dampak terbesar dirasakan oleh anak-anak yang paling termarjinalisasi.

“85% negara di Asia Timur dan Pasifik telah melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh. Berdasarkan kajian UNICEF, pemimpin dunia diimbau agar berupaya semaksimal mungkin agar sekolah tetap buka atau memprioritaskan agar sekolah yang masih tutup dapat dibuka kembali,” ungkap Mendikbud.(c03/C/J02)

  • Bagikan