50 Mahasiswa Vokasi Magang Di Hungaria

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Sebanyak 50 orang mahasiswa perguruan tinggi vokasi terpilih mengikuti program magang di Hungaria. Para mahasiswa akan melakukan magang selama dua semester atau satu tahun, ditambah 1 tahun lagi untuk pematangan pengalaman kerja.

Mereka berasal dari Politeknik Negeri Batam, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Negeri Bali, Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Surakarta, Politeknik Manukfatur Astra, Sekolah Vokasi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Politeknik Negeri Batam, Universitas Hasanuddin, Politeknik Negeri Sriwijaya, Institut Teknologi Nasional, Politeknik Negeri Lampung, Institut Pertanian Bogor (D3), Institut Teknologi Yogyakarta (S1), Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Lampung.

Kegiatan ini dapat terlaksana berkat kerja sama Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan Persatuan Insiyur Indonesia (PII).

Dalam sambutan usai melepas para peserta magang secara luring terbatas di Jakarta, Selasa (26/10), Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto mengatakan, anak-anak vokasi harus memiliki pengalaman bekerja tidak hanya di tingkat nasional namun juga internasional yang mencakup kompetensi nonteknis, kompetensi teknis,kepemimpinan leadership, sikap.

“Kalian harus punya minat terhadap aktivitas studi kalian, karena dengan begitu visi kalian dibentuk dari minat,” imbuh Wikan seraya menekankan bahwa para peserta magang ke luar negeri memiliki tanggung jawab untuk membuktikan kompetensi, daya saing, dan kemandiriannya.

Lebih lanjut, Ketua Persatuan Insiyur Indonesia (PII), Heru Dewanto mengatakan, program magang ini memiliki dua pondasi. Pertama adalah pondasi hukum ekonomi, yakni pasokan dan permintaan (supply and demand).

“Ada permintaan dari Hungaria karena negara tersebut sedang berkembang dan membutuhkan tenaga vokasi. Di sisi lain, di Indonesia, pendidikan vokasi sedang digalakkan,” katanya.

Kedua, pondasi akademik. Program ini adalah bagian dari bidang politeknik, pengalaman kerja magang di Hungaria selama 1-2 semester adalah bagian dari SKS baik di politeknik maupun sekolah vokasi.

“Jadi anda-anda tidak hilang waktunya untuk bekerja melainkan dengan bekerja (magang) di sana, akan mendapat SKS dari sekolah Anda,” jabarnya.

Saat ini ada 10 perusahaan lagi dari Hungaria yang membutuhkan sekitar 20-30 kebutuhan pemagang dari Indonesia. Artinya, sekitar 200-300 rencananya akan diberangkatkan kembali untuk tahap selanjutnya. Oleh karena itu, Heru berpesan agar para peserta memanfaatkan peluang ini untuk menunjukkan kompetensi, sikap kerja, dan moral yang terbaik. Menurutnya, ini adalah kesempatan untuk mengenal industri berskala internasional.

“Anda mewakili nama Indonesia, Anda semua pionir/pelopor dan akan menjadi wajah Indonesia. Jika kalian bekerja dengan baik, maka program ini akan bergulir kepada adik-adik kelas kalian,” tegasnya.

Proses pemberangkatan peserta akan dilakukan secara bertahap. Para mahasiswa akan magang/parktik kerja di perusahaan di Hungaria, yaitu Gémtech, Ltd, Bio Fungi, dan Markija.

Gepeszeti Mernoki Technologiai yang disingkat Gémtech, Ltd merupakan perusahaan Hongaria produsen struktur baja dan mesin yang berkembang pesat di Eropa Tengah, berlokasi di Napkor, Hungaria. CEO Gémtech Péter Nagy mengatakan, perusahaan ini menggunakan teknologi terkini dengan standar kualitas produk dan keamanan kerja yang tinggi. “Kami didukung pengalaman yang luas dalam produksi produk derek dan jembatan. Kesempatan magang di perusahan Gemtech disediakan untuk: 5 _Welders_, 5 _Fitters_, dan 20 _Experienced Fitters_,” jelasnya.

Sementara itu, perusahaan lainnya yakni Bio Fungi. Perusahaan ini adalah esportir jamur berskala internasional terbesar di Kawasan Eropa Tengah dan Timur. Bio Fungi sudah berdiri sejak 1992 dan bergerak di bidang budidaya jamur dan produksi kompos jamur yang menggunakan teknologi terbaru dan prosedur jaminan kualitas. Berlokasi di Áporka dan Òcsa, Hungaria, perusahaan ini memproduksi 2.500 ton kompos jamur dan 130-150 ton jamur setiap minggu, di mana 70% di antaranya dijual di pasar internasional. Kesempatan magang di Perusahaan Bio-Fungi tersedia untuk 15 Mushroom Pickers dan 5 Compost Production Workers.

Perwakilan peserta magang yang hadir pada kesempatan ini terlihat antusias. Salah satumnya, Chrisna asal ITS.

“Mari kita buktikan bahwa lulusan vokasi bisa. Kita patahkan stigma negatif terhadap lulusan vokasi. Kita adalah lulusan yang dibekali bukan hanya teori tapi _skills_ yang mumpuni,” ujar Chrisna yang terpilih sebagai experienced fitter itu.(J02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.