3 Ribu SDM Kecerdasan Buatan Siap Dongkrak Ekonomi Bangsa - Waspada

3 Ribu SDM Kecerdasan Buatan Siap Dongkrak Ekonomi Bangsa

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Sebanyak 3 ribu mahasiswa lolos dalam seleksi program Bangkit 2021. Selama 18 bulan ke depan sejak Februari ini, mereka akan mendapatkan berbagai macam materi tentang bagaimana bekerja di bidang artificial intellegence (AI) atau kecerdasan buatan.

Program Bangkit merupakan salah satu model pembelajaran Kampus Merdeka yang dirancang melalui kolaborasi Google sebagai pelaku teknologi global, unicorn dan decacorn dalam negeri bersama perguruan tinggi. Program ini juga bekerjasama dengan Universitas Stanford melalui program University Innovation Fellow. Peserta-peserta terbaik nantinya berkesempatan untuk mengikuti program internship dari Stanford University.

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence adalah salah satu bagian dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia, bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia. 

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikti Kemendikbud), Prof Nizam, dalam sambutannya pada pembukaan program Bangkit 2021, Senin (15/2) mengatakan, Indonesia terus berupaya meningkatkan jumlah talenta AI. Pasalnya, teknologi AI berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan nilai hingga 366 Milyar USD dalam 10 tahun ke depan.

“Perkiraaan para analis seperti itu. Makanya kita harus menyiapkan talenta teknologi AI yang akan menjadi pemimpin AI tidak hanya di Indonesia bahkan di Asia Tenggara,” ujar

Tahun ini, di samping kurikulum machine learning, Bangkit akan menawarkan dua topik pembelajaran lain agar mahasiswa siap untuk berkarier di bidang teknologi, yaitu pemrograman dengan pengembangan Android dan dasar-dasar Cloud dengan fokus pada Google Cloud Platform.

Jumlah pendaftar mencapai 28.000 orang dari 500 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Para pendaftar mengikuti proses aplikasi dan seleksi yang komprehensif, 3000 mahasiswa lolos seleksi dan diundang untuk mendaftar. Dari mereka yang mendaftar, 30 persen adalah perempuan dan sekitar 29 persen diantaranya berasal dari latar belakang non IT.

Program Bangkit bekerja sama dengan 15 universitas mitra dan mahasiswa terpilih akan mengikuti pengalaman belajar online di Bangkit selama 18 minggu mulai Februari 2021. Para mahasiswa akan didampingi oleh coach/mentor dari industri dan perguruan tinggi. Di akhir semester, akan dipilih lima belas tim proyek akhir untuk pengembangan lebih lanjut termasuk hibah inkubasi dan dukungan dari perguruan tinggi mitra Bangkit.

Peserta yang menyelesaikan program ini mendapatkan hingga 20 sks/satuan kredit semester dari perguruan tingginya (tergantung persetujuan universitas peserta). Selain itu, setelah menyelesaikan program, peserta akan diundang ke virtual career fair, di mana mereka akan mendapatkan akses ke peluang kerja eksklusif di perusahaan terkemuka di Indonesia. Kemitraan dengan berbagai Industri juga menjadi salah satu keuntungan bagi para peserta Bangkit. Peserta-peserta terbaik akan mendapat kesempatan untuk mengikuti program University Innovation Fellow dari Stanford University. 

Leontinus Alpha Edison selaku Vice Chairman & Co-founder, Tokopedia mengatakan pihaknya sangat senang menjadi bagian dalam menyukseskan Kampus Merdeka melalui program Bangkit di tahun ini. Sebagai perusahaan teknologi Indonesia, kolaborasi ini sejalan dengan upaya berkelanjutan Tokopedia dalam melahirkan talenta digital masa depan tanah air, membuka akses bagi setiap orang untuk belajar berkontribusi bagi negeri lewat teknologi serta bersama-sama mendorong pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

Lebih lanjut, Monica Oudang, Chairwoman Yayasan Anak Bangsa Bisa (bagian dari Gojek) menambahkan, pihaknya percaya,  pemanfaatan teknologi dapat mengubah kehidupan jutaan orang menjadi lebih baik.

Sejalan dengan itu, Gojek secara berkelanjutan membina talenta-talenta terutama di bidang teknologi agar semakin banyak pembawa perubahan yang lahir dan menjadi penggagas serta menciptakan ide-ide kreatif, untuk terus memajukan bangsa.

“Kami merasa terhormat atas kepercayaan untuk ikut ambil bagian dalam Program Bangkit, yang memiliki kesamaan visi dengan Gojek. Tahun ini, sebanyak 41 karyawan Gojek yang kami sebut dengan GoTroops akan menjadi mentor bagi ribuan siswa Bangkit untuk saling berbagi wawasan dan pengetahuan di bidang Machine Learning, Cloud Computing, Android Mobile Programming dan pengembangan karir, ujar Monica.

Melalui Yayasan Anak Bangsa Bisa, Gojek dapat memperluas cakupan dan upaya dalam pengembangan komunitas yang berkelanjutan, dengan fokus pada pengembangan talenta dan memberikan solusi sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat,  melalui teknologi dan jangkauan ekosistem Gojek. 

“Kami berharap seluruh upaya ini  juga turut berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai  ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. #Pastiadajalan untuk melangkah dengan Gojek!” ujar Monica.

Albert, Co-Founder Traveloka juga mengungkapkan bahwa Program Bangkit adalah wadah bagi kami sebagai perusahaan teknologi dalam mengembangkan talenta anak bangsa khususnya di bidang machine learning, Android dan Cloud.

“Kami sangat bersemangat untuk kembali berperan aktif tahun ini dalam memberikan ilmu langsung dari talenta terbaik kami kepada 3000 mahasiswa terpilih yang akan belajar di bawah naungan Kampus Merdeka, mendukung mereka bukan hanya dalam pengembangan teknologi tapi juga pengembangan soft skills seperti kolaborasi, komunikasi, design thinking, hingga etos kerja yang merupakan komponen esensial bagi pengembangan karir mereka ke depan. Traveloka mengaku siap melangkah lebih maju bersama Kemendikbud dan para mitra lainnya untuk memberikan dampak konkret bagi kemajuan teknologi, edukasi, dan ekonomi di tanah air.

“Dari program Bangkit yang berhasil dilaksanakan tahun lalu, di mana 73% dari 300 peserta yang berhasil menyelesaikan program ini merasa prospek pekerjaan mereka meningkat. Untuk itu dengan senang hati kami mengumumkan di tahun ini kami lebih berambisi dalam merancang program ini dengan lebih baik juga dengan kurikulum yang lebih ketat.

Tahun ini, kami bersemangat untuk menjadi bagian dari Kampus Merdeka dan memiliki 3000 siswa muda Indonesia yang termotivasi dari seluruh Indonesia. Bersama dengan perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia; Gojek, Tokopedia, dan Traveloka, dan dengan bantuan lebih dari 370 instruktur relawan dan fasilitator pembelajaran dari Google dan mitra kami, kami sangat bersemangat untuk melihat bagaimana para peserta tahun ini, dari waktu ke waktu, memberikan dampak nyata pada ekosistem teknologi Indonesia” jelas Randy Jusuf, Managing Director Google Indonesia. (J02)

  • Bagikan