UT Dan 12 Perguruan Tinggi Kerja Sama Kembangkan ICE Institute - Waspada

UT Dan 12 Perguruan Tinggi Kerja Sama Kembangkan ICE Institute

  • Bagikan
Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam

TANGERANG SELATAN (Waspada): Universitas Terbuka (UT) bekerja sama dengan 12 Perguruan Tinggi negeri dan swasta di Indonesia mengembangkan Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute).

ICE Institute adalah Program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud-Ristek yang dititipkan ke UT sebagai perguruan tinggi yang berpengalaman menyelenggarakan pendidikan jarak jauh.

“Semangat yang dibangun lewat ICE Institute ini adalah gotong royong mendukung program Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset Teknologi yaitu Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, Prof Nizam saat menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja sama antara UT dengan 12 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Gedung Auditorium UT, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Kamis (6/5).

ICE Institute (http://icei.ut.ac.id/) merupakan marketplace pembelajaran daring di Indonesia yang berisi galeri mata kuliah daring yang dapat di tempuh oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan dapat dialihkreditkan dalam lingkungan ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia (national e-learning registry) dengan menggunakan teknologi blockchain.

Dalam pengoperasiannya, ICE Institut bekerjasama dengan 12 perguruan tinggi di Indonesia yaitu Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Pradita, Universitas Bina Nusantara, Universitas Pelita Harapan, dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Kepala ICE Institute Prof Dr Paulina Pannen mengatakan, keberadaan ICE Institute diharapkan dapat memberikan makna berarti dalam pengembangan pembelajaran secara daring, sehingga nanti alumninya mampu berkompetisi di dunia kerja.

“Untuk pengembangan pembelajaran daring melalui ICE Institute ini direncanakan dengan memanfaatkan kemitraan dengan beberapa Universitas sebagai sumber materi pembelajaran dan dosen penanggung jawab mata kuliah. Semua data hasil pembelajaran daring melalui ICE Institute ini akan tercatat juga di Pusat Data dan Informasi Ditjen Dikti (PD Dikti),” ujr Pauline.

ICE Institute, lanjut Pauline adalah Market Place pembelajaran daring di Indonesia dan nantinya akan mengarah untuk regional asia tenggara serta dunia internasional. ICE Institute mempunyai tagline Merdeka Belajar untuk semua.

Rektor UT, Prof Ojat Darojat mengatakan, UT mendukung sepenuhnya program Mendikbud-Ristek dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam pembentukan dan operasional ICE Institute. Hal ini adalah sebagai wujud sumbangan UT untuk peningkatan kualitas pembelajaran di Indonesia.

“UT bersama 12 perguruan tinggi di Indonesia akan bekerja sama membangun kemajuan pendidikan berbasis teknologi lewat ICE Institute,”pungkas Ojat. (J02)

  • Bagikan