Pemkab Aceh Tamiang Sambut HAI

ACEH TAMIANG (Waspada): Dalam rangka menyambut puncak Hari Aksara Internasional (HAI) Tahun 2019, Pemerintah Aceh telah menunjuk Kabupaten Aceh Tamiang sebagai daerah pelaksanaan perhelatan HAI Ke-54 terus melakukan berbagai persiapan sehingga kegiatan ini bisa berlangsung maksimal.

Pemkab Aceh Tamiang Sambut HAI
Waspada/Yusri Anggota grup tari dari Sanggar Meuligoe Tamiang saat berlatih untuk persiapan memeriahkan peringatan HAI Ke-54 di Aceh Tamiang.


           
            Adapun pelaksanaan HAI Ke-54 yang berlangsung mulai Selasa- Jumat (22-25/10) mendatang nantinya dipusatkan dilapangan tribun kantor Bupati Aceh Tamiang dan lokasi stand pameran digelar dilapangan belakang kantor DPRK setempat, bahkan saat ini semua persiapan terus dipacu pengerjaannya.

            Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Zulkarnain yang menjabat ketua panitia lokal pelaksanaan HAI Ke-54 melalui sekretaris panitia, Mukhlis kepada Wartawan Minggu (20/10) mengatakan,  sejumlah pekerjaan untuk persiapan kegiatan HAI sedang dikerjakan seperti persiapan panggung, tenda utama, persiapan prasarana dan saran pendukung anjungan pameran, persiapan acara puncak dengan beragam pertunjukkan tari kolosal serta lainnya.

            Mukhlis menyebutkan, panitia lokal menargetkan secara umun semua persiapan selesai Minggu (20/10), seluruh petugas dan peserta yang terlibat dalam acara puncak masih terus berlatih, gladi kotor dan gladi bersih acara seremoni pembukaan akan dilaksanakan Minggu -  Senin ini hari. 

            Dijelaskannya, puncak peringatan Hari Aksara Internasional yang dihelat di Bumi Muda Sedia ini menyertakan partisipasi 23 Kabupaten/Kota se-Aceh. Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dijadwalkan akan membuka Peringatan HAI Aceh ke 54 pada Selasa, 22 Oktober, sekira pukul 10.00 WIB.

 Sementara itu, gelaran puncak Peringatan HAI sendiri dimulai sejak pagi di hari yang sama, Selaku sekretaris panitia lokal, Mukhlis menyampaikan, panitia bersama segenap unsur SKPK yang terlibat siap menyukseskan perhelatan yang digagas oleh UNESCO tersebut. 

            Seperti diketahui dan dilansir dari sejumlah sumber, Hari Aksara Internasional awal mulanya lahir ketika konferensi dunia Menteri Pendidikan untuk pemberantasan buta aksara yang diadakan di Teheran, Iran pada 8 September 1965. Saat itu, Pemerintah Republik Iran mengusulkan agar UNESCO memberikan hadiah literasi internasional untuk mereka yang berjasa dalam perjuangan melawan buta huruf. 

            Usulan Iran tersebut menghasilkan kesepakatan bersama dalam Forum ketika itu. UNESCO kemudian menetapkan tanggal 8 September sebagai Hari Aksara Internasional saat sesi ke-14 Konferensi Umum UNESCO pada tanggal 26 Oktober 1966.

 Tujuan pencanangan ini adalah untuk mengingatkan masyarakat internasional akan pentingnya melek aksara bagi individu, komunitas dan masyarakat serta mengingatkan perlunya upaya yang intensif dalam upaya pemberantasan buta huruf di seluruh penjuru dunia, termasuk bumi Aceh.(cri/B).