Pejabat Malaysia yang Diduga Perkosa TKW Diperiksa

Pejabat Malaysia yang Diduga Perkosa TKW Diperiksa
Ilustrasi

     KUALA LUMPUR, Malaysia (Waspada): Seorang anggota dewan eksekutif Negara Bagian Perak, Malaysia, yang dituduh memperkosa tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia telah ditangkap. TKW ini diketahui merupakan asisten rumah tangga pejabat tersebut.

     Seperti dilansir The Star, Rabu (10/7), Kepala Kepolisian Perak Datuk Razarudin Husain mengkonfirmasi bahwa politikus itu telah ditahan pada Selasa (9/7) untuk membantu penyelidikan kasus ini. Namun, ia telah dibebaskan di hari yang sama dengan membayar jaminan dan pernyataannya dicatat. "Ini untuk memastikan terlaksananya penyelidikan kepolisian yang adil, dan oleh karena itu kami telah menangkap tersangka," katanya dalam sebuah pernyataan.

     Identitas pejabat itu tidak disebutkan, namun surat kabar Malay Mail menyebut bahwa politikus itu merupakan seorang anggota dewan eksekutif Perak (Exco) dari Partai Tindakan Demokratik (DAP). DAP sendiri diketahui tergabung dalam koalisi pemerintahan Pakatan Harapan, yang kini berkuasa dan dipimpin Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad.

     Divisi Investigasi Seksual, Wanita, dan Anak (D11) di Bukit Aman, yang merupakan markas utama Kepolisian Diraja Malaysia, telah membenarkan bahwa tindak pemerkosaan telah dilaporkan atas seorang anggota dewan.

     "Iya, sebuah laporan telah diajukan (untuk kasus ini)," sebut Asisten Direktur Utama D11, Asisten Komisaris Choo Lilly, dalam pernyataan kepada The Star. Diyakini laporan itu diajukan oleh korban pada Senin (8/7) waktu setempat. Malay Mail melaporkan bahwa korban mengajukan laporan ke Kantor Polisi Jelapang.

     Media-media lokal memberitakan bahwa tersangka telah mengeluarkan pernyataan pers yang membantah tuduhan pemerkosaan itu. Politikus tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah dan akan bekerja sama penuh dengan polisi dalam penyelidikan.

     Kasus itu muncul dua hari sebelum politikus itu hendak dilantik menjadi anggota Dewan Eksekutif Perak, yang ditunjuk secara tahunan. Tersangka merupakan satu dari lima anggota DAP, bagian dari total 11 anggota Dewan Eksekutif Perak.

     Politisi DAP lainnya adalah Wong Mei Ing, A Sivanesan, Paul Yong, Howard Lee dan Abdul Aziz Bari. Namun, upacara penunjukan dewan eksekutif Perak baru, yang direncanakan berlangsung Kamis (11/7), telah ditunda dan akan dijadwalkan pada kemudian hari. (mm/ts/And)