Pasar Liar Resahkan Warga Dua Kelurahan Di Medan Labuhan

MEDAN (Waspada): Keberadaan pasar liar Jl. Rawe Raya yang berada diantara Kelurahan Besar dan Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan membuat kondisi kawasan tersebut semrawut dan kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas serta sangat mengganggu pengguna jalan.

Pasar Liar Resahkan Warga Dua Kelurahan Di Medan Labuhan
PARA pedagang berjualan di badan jalan dan di atas trotoar, sehingga membuat warga Kelurahan Besar dan Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan sulit melintasi jalan tersebut. Waspada/Andi Aria Tirtayasa

Pengamatan Waspada, Kamis (7/11) di lokasi pasar liar terletak di perbatasan Kelurahan Besat dan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan tersebut, kondisi jalan terlihat padat, sehingga sulit para warga sekitar untuk melintas dan berlalulalang karena para pedagang seenaknya saja menggelar dagangannya di badan jalan.

Ironisnya, trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki, juga dijadikan sebagai lapak pedagang di pasar tak berizin tersebut.

Upaya pemerintah untuk meningkatkan keamanan bagi pejalan kaki tidak terlihat di seputaran Perumahan BTN dan masyarakat Lingkungan XII Kelurahan Tangkahan yang berdekatan dengan pasar ilegal tersebut.

Trotoar dan jalan kawasan itu malah digunakan untuk berdagang sementara tidak adanya tindakan dari pemerintah setempat, membuat para pejalan kaki dan pengguna jalan lainya resah saat melintas di area tersebut.

Syaiful Lubis, 30, warga Perumahan Griya Martubung, yang setiap hari melintas, mengeluh dengan keberadaan pasar liar tersebut. "Para pedagang sudah melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 45 tentang Definisi Trotoar yang merupakan salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan bukan untuk tempat berjualan," sebut Syaiful.

Sanksi lainnya, tambah Syaiful, para pedagang juga melanggar Pasal 274 Ayat 2 dengan ancaman sanksi bagi pelanggar yang menggunakan trotoar yang mengakibatkan gangguan pada fungsi kelengkapan jalan, dapat dipidana dengan penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

Sementara itu, Camat Medan Labuhan Rudy Asriandi menyebutkan pihaknya sudah menerbitkan surat edaran bernomor 511/31655 tertanggal 2 Oktober 2019 kepada para pedagang terkait penggunaan pasar yang belum ada izinnya dari Pemko Medan namun surat edaran tersebut tidak diindahkan para pedagang.

"Sudah kami edarkan surat larangan berjualan di badan jalan atau trotoar namun mereka tetap juga berjualan," ujar Camat Medan Labuhan.

Salah seorang warga, Sri Wahyuni berharap Pemko Medan  menertibkan pasar liar tersebut, karena sudah ada dasar hukum Surat Keputusan Walikota Medan Nomor: 54/SK 1983 tanggal 22 Januari 1983 tentang Larangan Berjualan yang mempertegas bahwa mempergunakan bangunan kios yang menjorok ke depan tanpa izin bangunan dari Pemda Medan, termasuk menempatkan barang-barang, mengerjakan pekerjaan dan memarkir kendaraan bermotor di atas semua trotoar pada jalan umum juga masuk dalam larang tersebut. (h04)