Panggilan Menunaikan Haji

Oleh Dirja Hasibuan

Panggilan Menunaikan Haji

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”.QS: al- hajj: 27).

Haji artinya menyengaja atau menuju. Maksudnya, sengaja mengunjungi Baitullah di Makkah untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT pada waktu tertentu, dan dengan cara tertentu dengan tertib.

Berhaji merupakan salah satu rukun Islam yang kelima dan hukumnya wajib dilakukan setiap muslim yang memiliki kesanggupan serta dilakukan sekali saja. (QS: ali-Imran:97). Jika lebih dari sekali, maka hukumnya sunah.

Diriwayatkan Ibnu Abbas ra, ''Rasulullah berkhutbah kepada kami, beliau berkata, 'Wahai sekalian manusia, telah diwajibkan haji atas kamu sekalian.' Lalu al-Aqra bin Jabis berdiri, kemudian berkata, 'Apakah kewajiban haji setiap tahun ya Rasulullah ? Nabi menjawab, 'Sekiranya kukatakan ya, tentulah menjadi wajib, dan sekiranya diwajibkan, engkau sekalian tidak akan melakukannya, dan pula tidak mampu.

Layaknya shalat dan kewajiban agama lainnya, maka berhaji adalah perintah Allah SWT yang wajib dilaksanakan. Hal ini sebagai konsekuensi dari posisi manusia sebagai hamba.

Hamba yang harus selalu mengabdi kepada Rabb-nya. Ibadah haji mengajarkan umat untuk gigih bekerja dan berjuang keras dalam setiap ritual wajibnya. Perjalanan “jauh” menuju Baitullah adalah perjalanan “dekat” menuju Allah.

Disunnahkan jika berpergian berdoa “Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadzaa wathwi ‘anna bu’dahu” (Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami dan dekatkanlah kejauhannya).

Setelah “dekat” dengan Allah, maka seorang muslim telah siap untuk  melanjutkan perjalanan “jauh” ke darul akhirah, yakni siap bergerak menuju surga. Haji memberi dorongan untuk hidup lebih kreatif dan bersemangat.

Mereka yang mampu bergerak berarti sehat. Sehat jasmani yang berimplikasi pada sehat rohani. Ibadah haji mensyaratkan jamaahnya sehat.

Kesehatan didapat, jika perut dan jiwa diisi oleh makanan dan nilai-nilai yang halal dan bersih. Ibadah haji menjadikan badan sehat, jiwa sehat dan fikiran kuat.

Dengan demikian tidaklah semata Allah memanggil hamba-Nya untuk datang dari tempat jauh ke rumah-Nya, selain tentu dengan maksud Dia akan memberi sesuatu yang berharga bagi hamba-Nya.

“Labbaika Allhumma Labbaik”, Wahai Allah, kami dengar panggilan-Mu dan kami datang bergerak memenuhi panggilan-Mu.