Pangeran William dan Kate Middleton Tumpangi Bajaj di Pakistan

Pangeran William dan Kate Middleton Tumpangi Bajaj di Pakistan
Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton, tiba di Monumen Nasional Pakistan di Islamabad dengan menggunakan Bajaj warna-warni, Selasa (15/10) malam waktu setempat. Reuters

     ISLAMABAD, Pakistan (Waspada): Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton, menyempatkan diri menumpangi sebuah Bajaj warna-warni ke acara resepsi khusus di Islamabad, Pakistan, Selasa (15/10) malam waktu setempat. Acara tersebut diselenggarakan oleh Komisaris Tinggi Inggris.

     Kate Middleton mengenakan gaun hijau berkilau dan William bebalut jas sherwani tradisional untuk acara di Monumen Nasional Pakistan. Pasangan kerajaan tersebut sedang melakukan tur selama lima hari di negara itu. Resepsi yang dihadiri oleh Komisaris Tinggi Thomas Drew, juga termasuk pelaku bisnis Pakistan, industri musik dan film, serta anggota pemerintah.

Pangeran William dan Kate Middleton berjalan bersama PM Pakistan Imran Khan. Reuters

     Seperti dilansir BBC, Rabu (16/10), sebelumnya, mereka bertemu dengan anak-anak sekolah dan mendatangi jamuan makan siang dengan Perdana Menteri dan mantan atlet kriket Imran Khan. Resepsi tersebut diatur untuk menampilkan budaya Pakistan, Pangeran William mengakui masa lalu negara itu bermasalah.

     "Untuk sebuah negara yang begitu muda, Pakistan telah mengalami banyak kesulitan, dengan banyak nyawa yang hilang karena teror dan kebencian," ujar Duke of Cambridge itu. "Malam ini saya ingin memberikan penghormatan kepada semua orang yang telah mengalami pengorbanan seperti itu dan membantu membangun negara yang kita lihat hari ini," tambahnya. Dan dia berjanji Pakistan bisa mengandalkan Inggris sebagai ‘mitra utama dan teman’.

     Pasangan itu adalah bangsawan pertama yang secara resmi mengunjungi negara Persemakmuran sejak Pangeran Wales dan Duchess of Cornwall mengunjungi wilayah itu pada 2006. Di Pakistan, Pangeran William juga mengikuti jejak ibunya, Diana, Putri Wales, yang pergi ke sana dalam beberapa perjalanan kerja amal sebelum kematiannya pada tahun 1997. (bbc/And)