Pagelaran Seni Multi Etnis Budaya Nusantara Hiburan Untuk Rakyat Dan Wisatawan

SIMALUNGUN (Waspada): Bupati Simalungun diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Gideon Purba, secara resmi membuka acara Pagelaran Seni Multi Etnis Budaya Nusantara di Pantai Bebas Parapat, Kec. Girsang Sipanganbolon, Kab. Simalungun, Kamis (7/11).

Pagelaran Seni Multi Etnis Budaya Nusantara Hiburan Untuk Rakyat Dan Wisatawan
SEKDA Gideon Purba di dampingi Kadis Pariwisata Resman Saragih, Ketua DPRD Timbul Jaya Sibarani, pengurus PMS, unsur Muspika Kapolsek dan Danramil Parapat saat foto bersama usai membuka kegiatan pagelaran multi etnis budaya nusantara di Pantai Bebas Parapat, Kamis (7/11).(Waspada/Hasuna Damanik).

Kegiatan berlangsung tiga hari (Kamis, Jumat dan Sabtu, 7 s/d 8/11), pembukaannya ditandai dengan pemukulan gondang. Pagelaran seni budaya multi etnis diharapkan menjadi hiburan bagi rakyat dan wisatawan yang datang ke kota turis Parapat. Sedangkan kultur etnis budaya yang ditampilkan masing-masing perwakilan dari etnis Simalungun, Jawa, Toba, Mandailing, Melayu, Karo, Pakpak dan Minang. Kemudian ada peserta luar daerah seperti Tobasa dan lainnya. 

Bupati Simalungun diwakili Sekda dalam sambutannya mengatakan daerah Simalungun cukup heterogen dihuni beragam suku, budaya dan agama. Namun demikian, meski berbeda-beda tetapi tetap dalam satu wilayah. Ragam seni dan budaya serta adat istiadat harus tetap dilestarikan.

Dikatakan, kegiatan pagelaran seni multi etnis budaya nusantara sebagai bukti masyarakat Simalungun sangat terbuka dan sangat mendukung perkembangan dan selalu menjaga silarurahmi dengan beragam etnis yang ada di Kab. Simalungun, sehingga saat ini tetap hormonis. "Keberagaman seni dan budaya di Simalungun merupakan kekayaan warisan nenek moyang. Ini penting dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda, sehingga mereka mengetahui budayanya masing-masing," kata bupati.

Dia menambahkan, bahwa Pemkab Simalungun sangat mendukung kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata dan Budaya Simalungun dan diharapkan kegiatan ini dapat menjadi momentum positif kepada masyarakat dan dunia pariwisata. 

Secara khusus bupati juga berpesan bahwa kegiatan pagelaran seni multi etnis ini dapat dijadikan sebagai kelender tahunan agar wistawan mengetahui pergelaran seni multi etnis berbagai budaya selalu digelar di Simalungun setiap tahunnya.

Sama halnya Ketua DPRD Kab. Simalungun Timbul Jaya Sibarani juga menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan pergelaran seni multi etnis di Pantai Bebas Parapat. "Kita mengapresiasi Bupati dan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Simalungun, semoga kegiatan in dapat memupuk persaudaraan antar lintas etnis," katanya.

Dia berharap melalui pergelaran seni multi etnis budaya nusantara dapat memperkenalkan beragam seni budaya tradisional masyarakat Kab. Simalungun kepada wisatawan domestik maupun mancanegara yang tengah berkunjung ke Kota Wisata Parapat.

Acara dihadiri para Anggota DPRD Simalungun, Ketua Pengadilan Simalungun, Denpom Pematangsiantar, PMS, tokoh Masyarakat, Muspika Girsang Sipangan Bolon dan para peserta.

Sebelumnya, Kadis Pariwisata dan Budaya Simalungun, Resman Saragih, melaporkan kegiatan pagelaran budaya multi etnis itu berlangsung 3 hari berturut-turut, mulai Kamis s/d Sabtu. "Ini bagian dari hiburan rakyat, selain menampilkan para penari dari berbagai etnis, setiap malamnya juga ditampilkan artis-artis lokal dan ibukota," jelas Resman.(a29)

.