Waspada
Waspada » Masuk Kategori Esensial, Bengkel Servis Kendaraan Boleh Buka
Otomotif

Masuk Kategori Esensial, Bengkel Servis Kendaraan Boleh Buka

USAHA bengkel servis kendaraan mestinya tetap boleh beroperasi selama masa pemberlakuan PPKM Darurat. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan, mengatakan usaha bengkel servis kendaraan tetap boleh beroperasi selama masa pemberlakuan PPKM Darurat, 12 s/d 20 Juli 2021.

Menurut Mardohar Tambunan, usaha bengkel servis kenderaan masuk kategori esensial. Seperti diketahui, sektor esensial dapat beroperasi dengan ketentuan batas maksimal 50 persen staf untuk di lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat. Serta 25 persen untuk pelayanan adminitrasi perkantoran guna mendukung operasional.

“Esensial itu (bengkel servis kenderaan) ah, kalau bengkel gitu yang melayani masyarakat bolehlah yang penting jaga Prokes,” ujar Mardohar, sebagaimana rekaman percakapannya saat dikonfirmasi wartawan salah satu media yang diterima Waspada, Jumat (16/7).

Dalam percakapan itu, dia mengatakan kalau bengkel servis yang melayani masyarakat ditutup, maka masyarakat juga yang akan repot. “Kalau kereta orang rusak, macam mana pulak itu. Kalau suruh tutup kacau juga kita. Jadi kategori esensial lah itu kita buat,” jelas Mardohar.

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan Kota Medan sebagai salah satu wilayah pemberlakuan PPKM Darurat sejak Senin 12 Juli hingga 20 Juli 2021.

Aturan itu tertuang dalam surat edaran Wali Kota Medan nomor 443.2/6134 yang ditandatangani oleh Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nasution.

Dalam surat edaran disebut kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan) dilakukan secara daring/online.

Pelaksanaan kegiatan di tempat kerja/perkantoran diberlakukan 75 persen WFH dan 25 persen WFO dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. “Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen WFH,” tulis dalam surat edaran itu.

Pelaksanaan pada sektor esensial dapat beroperasi dengan ketentuan batas maksimal 50 persen staf untuk di lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat. Serta 25 persen untuk pelayanan adminitrasi perkantoran guna mendukung operasional.

Mestinya Sejalan Sektor Transportasi

Menurut wartawan senior Jonny Ramadhan Silalahi SH, bengkel servis mobil maupun sepedamotor secara khusus tidak ada tercantum dalam kebijakan empat sektor pengetatan aktivitas masyarakat selama PPKM Darurat.

“Intinya ada empat sektor pengelompokan aktivitas masyarakat, yakni Non Esensial (WFH 100%) , Esensial (WFO 50%), Esensial PD Pemerintah (WFO 25%) dan Sektor Kritikal (WFO 100%),” jelas Wakil Ketua SIWO PWI Sumut tersebut.

“Bengkel servis sebagaimana stasiun pengisian bahan bakar minyak, mestinya sejalan dengan transportasi yang masuk dalam Sektor Kritikal. Jadi idealnya boleh tetap buka sesuai ketentuan Work From Office 100 persen, namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat,” tambah Jonny.

Selain Transportasi, aktivitas lainnya yang masuk Sektor Kritikal adalah Energi, Kesehatan, Keamanan, Logistik, Industri Makanan dan Minuman, Petrokimia, Semen, Obvit Nasional, Penangangan Bencana, Proyek Strategis Nasional, Konstruksi Utilitas Dasar, serta Industri Pemenuhan Kebutuhan Pokok Masyarakat Sehari-hari.

“Mobilitas semua Sektor Kritikal itu tentunya membutuhkan sarana transportasi, baik motor maupun mobil. Jika bengkelnya sampai tutup, gawatlah bila terjadi kerusakan,” pungkas Jonny. (rel/m18)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2