Berkendara Aman Jangan Salah Pilih Jas Hujan

  • Bagikan
LEBIH baik #Cari_Aman dengan menggunakan jas hujan jenis setelan atau jumpsuit yang membuat riding jadi lebih aman dan nyaman. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Musim penghujan sedang melanda Kota Medan dan sekitarnya. Intensitas hujan juga bervariasi, mulai dari sedang hingga lebat yang menuntut para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan.

Seperti halnya para pengendara sepeda motor yang memiliki tingkat mobilitas tinggi hingga mau tidak mau harus tetap berkendara saat hujan.

Sofiyan Hazri, Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara mengungkapkan di saat musim hujan, penggunaan jas hujan juga menjadi kebutuhan penting untuk melindungi diri agar tidak terguyur dan basah.

Namun menurutnya, mudah dan praktis saja ternyata tidak cukup, karena jas hujan juga harus memenuhi kenyamanan dan keamanan buat dipakai riding menembus hujan.

Sebut saja jas hujan jenis ponco yang dapat dikatakan sebagai salah satu model jas hujan paling mudah dan praktis, namun perlu dipahami bahwa level keamanannya ternyata sangat rendah. Berikut sejumlah alasan mengapa jas hujan jenis ponco tidak direkomendasikan dipakai sebagai perlengkapan riding saat hujan.

Pertama, Gampang Nyangkut. Dari sisi desain, ukuran jas hujan model ponco itu sangat lebar. Selain itu, sudut atau ujung jas hujan bagian bawah bisa bergerak ke mana-mana sehingga berpotensi nyangkut.

Fatalnya, ujung jas hujan bisa tersangkut bahkan terlilit di gear atau jari-jari roda. Kalau itu terjadi, bukan cuma bikin pengendara jatuh tapi juga bisa cedera yang parah terutama pada bagian leher.

            Kedua, Membahayakan Pengendara Lain. Karena ukurannya lebar, jas hujan ponco sensitif dengan hembusan angin. Saat laju sepeda motor di atas 30 km per jam, jas hujan ponco akan mengembang seperti layar dan berkibar-kibar.

Selain jas hujan juga dapat menutupi lampu rem dan lampu sein belakang, sisi kiri dan kanan jas hujan bisa nyangkut di stang atau bagian sepeda motor pengendara lain sehingga beresiko terjadinya kecelakaan.

Ketiga, Mengurangi Keseimbangan. Ukurannya yang lebar dapat menyebabkan hambatan laju angin jadi makin tinggi, sehingga aerodimanis berkurang. Kondisi ini juga menyebabkan  pengendara lebih mudah terdorong hempasan angin, mengingat saat hujan hembusan angin akan terasa lebih kencang.

Hal tersebut juga menjadikan pekerjaan pengendara jadi makin berat. Selain berjibaku melawan air hujan yang mengganggu konsentrasi dan jarak pandangan, pengendara juga harus bekerja ekstra mempertahankan kesimbangan laju motor supaya tak jatuh.

Keempat, Pakaian Tetap Basah. Akibat celah sisi kiri dan kanan jas hujan yang lebar, maka air hujan jadi mudah membasahi pakaian dan tubuh pengendara. Ditambah lagi tiupan angin yang kencang serta cipratan air hujan dari kendaraan lain menjadikan potensi air hujan yang masuk semakin banyak. Ditambah lagi pengendara harus bekerja ekstra untuk menjaga keseimbangan, akibatnya fungsi dari jas hujan tidak terpenuhi.

“Berkendara aman dan nyaman tentunya harus kita upayakan kapanpun dan di manapun. Termasuk menaklukkan tantangan saat hujan, dimana pengendara tidak hanya dituntut tertib berlalu lintas, namun juga harus pintar memilih jas hujan yang mendukung keselamatan berkendara. Lebih baik #Cari_Aman, dengan menggunakan jas hujan jenis setelan atau jumpsuit yang membuat riding jadi lebih nyaman dan aman, “ ujar Sofiyan Hazri. (rel)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *