Waspada
Waspada » Warna Baru untuk Melayani Rakyat (Catatan Munas V PKS)
Opini

Warna Baru untuk Melayani Rakyat (Catatan Munas V PKS)

ADA yang berbeda. Begitulah kalimat yang menggambarkan pelaksanaan Munas V PKS Tahun 2020 kali ini. Pandemi Covid-19 memberikan kejutan yang berdampak besar pada hampir semua sisi kehidupan. Termasuk pula dalam kegiatan silaturahmi politik yang biasanya dilakukan tatap muka secara langsung, kini sebagian besar bertransformasi dalam bentuk yang berbeda. Begitu pula dengan Munas V PKS tahun ini yang memberikan banyak kejutan meski digelar semi virtual.

Sejumlah peserta berkumpul di Bandung dengan protokol kesehatan yang ketat mulai dari tes swab sebelum mulai Munas, kewajiban memakai masker secara benar hingga physical distancing di lokasi, namun mayoritas peserta mengikuti secara daring dari daerahnya masing-masing dari Aceh sampai Papua. PKS hendak meyakinkan publik bahwa disiplin menerapkan protokol kesehatan tidaklah sulit. Seyogianya pula partai politik menjadi teladan dan membantu pemerintah mengedukasi publik untuk menyikapi pandemi secara tepat.

Kehadiran Munas V PKS merupakan momentum untuk silaturahim dan konsolidasi gagasan. Sebagaimana sudah diketahui publik, Munas PKS selalu berjalan adem tanpa konflik. Di sini diumumkan struktur kepengurusan Dewan Pengurus Pusat yang baru di bawah kepemimpinan Ketua Majelis Syura Habib Dr. Salim Segaf Al-Jufri dan Presiden Ahmad Syaikhu. Salah satu kejutan menarik adalah perubahan logo PKS: lebih fresh.

Bentuk dasar yang dulunya persegi berubah menjadi bulat yang bermakna sebagai partai yang memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat di muka bumi Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Kemudian, yang paling signifikan berubah adalah warna oranye. Oranye adalah harapan dan semangat kehidupan yang selalu optimis dan tetap muda. Hal ini menegaskan bahwa PKS senantiasa siap menyesuaikan diri dengan progresivitas zaman.

PKS sebagai parpol dan kader sangat siap pula menyambut transformasi pasca pandemi ke dunia digital. Di dunia maya, kader PKS dikenal sebagai cyber troops yang militan sebagaimana di dunia nyata. Kanal youtube PKS TV selalu update, fanpage Facebooknya sudah tembus 1 juta follower, akun instagram @pk_sejahtera sangat friendly untuk digital native yaitu generasi Y, Z dan Alpha bahkan PKS tidak tabu untuk aktif di Tiktok dengan konten yang menghibur sekaligus edukatif.

Sisanya tak ada yang berubah. Bulan sabit kembar yang saling membelakangi sebagai simbol kemenangan dan keluhuran Islam serta padi yang bermakna keadilan, kesejahteraan, ukhuwah dan keistiqamahan bersama ummat tetap dipertahankan. Ini menegaskan bahwa jatidiri PKS sebagai partai dakwah tidaklah bisa dipisahkan dari partai yang awalnya bernama Partai Keadilan di awal reformasi ini. Kaderisasi di lokus-lokus pembinaan adalah ruh utama yang menggerakkan partai.

Semangat Melayani

Pandemi Covid 19 dan berbagai isu strategis bangsa saat ini telah membuka mata dan hati kita, bahwa untuk bertahan dan bangkit dari situasi ini adalah dengan saling bahu membahu untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Oleh karena itu, Munas kali ini berfokus pada semangat melayani dan kolaborasi. Hal ini tercermin dalam tagline baru PKS yaitu “Bersama Melayani Rakyat”.

PKS meyakini bahwa partai politik semestinya melayani rakyat yang sudah memberikan kepercayaan padanya melalui pemilihan umum. Total 11,4 juta suara yang sudah mencoblos PKS di Pemilu 2019 adalah amanah yang harus dibayar dengan khidmat. Alhamdulillah publik bisa melihat bagaimana PKS selalu hadir ketika ada bencana melanda. Walau Pemilu sudah usai pun, gen PKS itu adalah pelayanan meski terkadang masih ada yang belum memahami. Tapi PKS tetap teguh dengan prinsip “Apapun yang Terjadi Kami Tetap Melayani”. Biarlah kami terus bekerja dan Tuhan saja yang menilainya.

Jelas sekali bahwa semangat “bersama dalam melayani itu” adalah amanah yang harus diperjuangkan oleh setiap kader PKS. Salah satunya diwujudkan dalam menghadirkan pemimpin berkualitas di tengah-tengah masyarakat. Munas V PKS ini menjadikan kader bekerja lebih keras dalam memenangkan pasangan calon yang diusung PKS terutama menghadapi Pilkada Serentak 2020 di Sumatera Utara pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Melalui Munas ini pula, PKS ingin menggabungkan kekuatan gagasan yang akan dijadikan pedoman dalam bergerak secara terstruktur, di samping juga menjaga semangat kolaborasi dan bekerjasama dengan seluruh komponen umat dan bangsa.

Di Sumatera Utara, 5 anggota PKS maju ke gelanggang Pilkada 2020. Masing-masing adalah H. Salman Alfarisi, Lc, M.A (Calon Wakil Walikota Medan), Dr. H. Usman Jakfar, Lc, MA (Calon Wakil Walikota Binjai), H. Henri Siregar, S.H (Calon Wakil Bupati Asahan), Ir. H. Zonny Waldi (Calon Wakil Bupati Simalungun) dan Atika Azmi Utami Nasution (Calon Wakil Bupati Mandailing Natal). Seluruh kader all out berjuang memenangkan dengan segala kontribusi. Khususnya Pilkada Medan yang menjadi barometer dan disebut-sebut sebagai “Pilkada Rasa Pilpres”. Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi dengan terang menyatakan bahwa kemenangan di Pilkada Medan akan menjadi penyemangat bagi kader PKS di seluruh Indonesia.

“Kemenangan di Medan adalah marwah. Jika kita mampu memenangkan Pilkada rasa Pilpres ini, akan menjadi semangat bagi seluruh kader di Indonesia,” papar Habib Aboe. Bagi Anggota Komisi III DPR RI ini, tidak ada kamus kalah pada Pilkada Medan. “Tidak ada waktu istirahat 30 hari terakhir. Semua kader dan struktur harus turun tangan untuk pemenangan ini. Semua harus keluar,” lanjut legislator dari Dapil Kalimantan Selatan ini.

Jalan Sunyi Oposisi

Di arena Munas V ini juga PKS kembali menyatakan sikap politiknya sebagai oposisi. “Kita tetap tidak berubah. Kira-kira bahasa kita begini ‘burung nuri burung kenari, hidup berdua sebagai sahabat. PKS masih konsisten menjadi oposisi, oposisi dilakukan dengan bermartabat’,” jelas Habib Aboe.

Oposisi bukanlah bermakna anti kepada pemerintahan. Namun ini adalah sikap siap mengkritisi Presiden dan kabinetnya jika ada kebijakannya yang tidak bersama rakyat. Sebaliknya bila langkah yang diambil baik bagi rakyat, maka PKS tak akan sungkan memberi dukungan penuh. PKS akan setia pada ajaran Qurani untuk berlaku adil sebab adil itu lebih dekat kepada taqwa.

PKS sejauh ini sudah membuktikan keberpihakannya pada ummat dan rakyat. PKS menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila untuk menjaga agar dasar negara kita tidak diobok-obok. PKS menolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual untuk melindungi anak bangsa dari perilaku seks menyimpang. PKS juga seratus persen menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang merugikan banyak sekali kepentingan rakyat mulai dari perburuhan hingga lingkungan. PKS tegas menolak kenaikan iuran BPJS di tengah kondisi ekonomi morat-marit. Terakhir, perjuangan PKS mengusulkan RUU Ketahanan Keluarga harus kandas karena sebagian besar fraksi menolaknya. Maafkan PKS yang saat ini baru memiliki 50 kursi di Senayan, insya Allah ini tidak akan menyurutkan semangat PKS.

Di lapangan, walau PKS sudah berjuang, masih saja ada tudingan amis yang memainkan fitnah purba seputar radikalisme dan intoleransi. Kandidat PKS di Pilkada pun tak sepi dari kampanye hitam melalui penyebaran berita bohong (hoaks) yang bahkan diiklankan di media sosial. Di Munas V kemarin, PKS mendeklarasikan diri sebagai partai Islam rahmatan lil alamin. Diluncurkan pula Mars baru PKS serta hymne PKS. Aransemennya disusun oleh komposer Dwiki Dharmawan. Dalam liriknya yang dibantu oleh Wakil Ketua Majelis Syura, Mohammad Shohibul Iman, Ph,D., PKS mengajak “Dalam naungan ridho Ilahi// Marilah kita terus berjuang// Dalam Bhineka Tunggal Ika# merajut harmoni bangsa.”

Jadi, biarlah publik yang melihat. Imbauan kami kepada segenap bangsa Indonesia, “Jika Anda yakin bergabunglah dengan kami. Jika Anda simpati, doakan kami. Jika Anda ragu, silakan pelajari kami. Jika Anda belum setuju, kami akan tetap memperjuangkan hak Anda.” Insya Allah PKS akan memegang teguh nasihat Syaikhut Tarbiyah KH Rahmat Abdullah “Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.“

Penulis adalah Ketua DPW PKS Sumut

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2