Strategi Bisnis Syariah Era Digital
Oleh Sunarji Harahap, M.M.

  • Bagikan

Digitalisasi pengelolaan zakat sebagai instrumen utama fiskal Islam, dan peran marketplace dalam mendukung pertumbuhan bisnis syariah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah pandangan masyarakat dan menciptakan laju pertumbuhan baru. Inovasi teknologi yang kian menuntut perputaran informasi semakin cepat, menyebabkan adanya pengaruh pada struktur ekonomi nasional maupun global.

Memanfaatkan era revolusi digital dalam meyakinkan masyarakat untuk mensosialiasikan dan memberi edukasi kepada khalayak, bahwa ekonomi syariah sangat adaptable dengan arus ekonomi digital yang sudah menjadi tren global.

Ekonomi digital sedang mewabah, setidaknya ada enam sektor pasar muslim yg sudah dirasuki ekonomi digital yaitu keuangan syariah, pendidikan, makanan, fashion, pariwisata, dan farmasi-kosmetik. Jumlah pendudukan muslim dunia mencapai seperempatnya dari penduduk dunia, itu menjadi konsumen strategis dan pasar potensial.

Digitalisasi pengelolaan zakat sebagai instrumen utama fiskal Islam, dan peran marketplace dalam mendukung pertumbuhan bisnis syariah.

Instrumen ekonomi digital dapat menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, sinergitas tokopedia dengan Baznas dalam pengelolaan zakat, meningkatnya literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat.

Satu strategi utama dalam penguatan ekonomi digital syariah lewat perdagangan khususnya e-commerce dan keuangan terutama fintech.

Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk memanfaatkan peluang dari berkembangnya industri halal global. Islamic Digital Day bertujuan untuk mendorong tumbuhnya inovasi, teknologi dan digital platform sebagai bagian yang terintegrasi dengan gaya hidup masa kini.

Juga mampu memberikan pelayanan prima, cepat, mudah, nyaman dan berkah. integrasi dari inovasi, teknologi dan platform digital sesuai dengan prinsip syariah untuk memfasilitasi gaya hidup 4.0 yang menuntut pelayanan prima fully-digital.

Indonesia telah memiliki banyak beragam solusi ekonomi syariah digital yang telah memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. beberapa produk Bukalapak dalam rangka peningkatan kualitas hidup melalui BukaZakat, BukaReksa Syariah, dan BukaModal.

Selanjutnya produk ini akan disampaikan ke Bank Indonesia untuk diproses lebih lanjut. Momentum ini dapat menjadi awal inisiasi pengembangan sistem pembayaran digital yang dikelola secara Syariah.

Mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah dengan pemanfaatan teknologi digital demi kemaslahatan yang merata dan berkesinambungan misalnya sistem produksi dan rantai nilainya dalam sektor industri halal yang antara lain ditunjukkan pada tingkat efisiensi proses dengan adanya penerapan teknologi digital.

Proses digitalisasi menyebabkan pemilihan unit dalam halal value chain menjadi lebih dinamis dengan mempermudah proses inventarisasi dan verifikasi jaminan aspek kehalalan suatu produk barang maupun jasa.

Ada 3 strategi pertumbuhan bisnis syariah di era digital. Pertama, merumuskan panduan prinsipal syariah melalui fatwa terutama terkait produk ekonomi dan keuangan digital. Saat ini, DSN sudah mengeluarkan sejumlah fatwa terkait fintech syariah.

Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi DSN, terutama karena praktek ekonomi yang saat ini berkembang berbeda dengan praktek ekonomi di era sebelumnya.

Aplikasi Fintech (financial technology) yang diterapkan sesuai dengan prinsip dan nilai ekonomi syariah tidak hanya berjalan pada sektor keuangan syariah komersial. Namun juga dapat mencakup implementasi pada keuangan sosial syariah seperti pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, sedekah dan wakaf.

FinTech memiliki skala usaha yang dapat berkembangan pesat, tidak hanya pada skala kecil dan menengah, bahkan dapat mencakup usaha besar dan berskala internasional, mampu mengubah lanskap perekonomian secara global.

Penggunaan fintech dapat menjadi pilihan instrumen yang memperkuat sektor perbankan syariah Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital melalui fintech/tekfin syariah menjadi salah satu peluang yang krusial bagi Indonesia untuk menjaga daya saing negara.

Pemanfaatan teknologi digital melalui tekfin syariah dapat meningkatkan jangkauan pasar keuangan syariah domestik sehingga inklusi keuangan syariah dapat terus meningkat.

Kedua, menciptakan keseimbangan antara prinsip-prinsip syariah dan ekonomi. Dimana aspek syariah cenderung dianggap kaku dan membatasi kegiatan ekonomi, artinya karakter ekonomi syariah yang fleksibel menjadi alat untuk merespons perkembangan ekonomi,

Ketiga, menjaga integritas dan tata kelola yang baik pada operasional perusahaan keuangan syariah. Hal ini dilakukan dengan memperkuat Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Para DPS dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensinya melalui pengembangan wawasan dan standardisasi provisi sehingga benar-benar memiliki nilai tambah dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Ekonomi syariah dapat tumbuh berkembang lebih pesat apabila bisnis syariah dapat dikembangkan. Salah satunya, dengan pengembangan ekonomi syariah melalui tranformasi digital di era 4.0.

Untuk dapat mengembangkan ekonomi syariah, semua aspek perekonomian harus diberdayakan. upaya mengembangkan perekonomian dapat mulai dari mikro hingga besar. UMKM dan usaha besar yang sukses harus dapat direplikasi di tempat lain guna membangun perekonomian yang lebih maju.

Banyak pesantren yang telah berhasil mengembangkan bisnisnya. Dengan banyaknya jenis usaha, seharusnya ekonomi syariah dapat berkembang. Namun, umumnya mereka malah lebih memilih menggunakan pembiayaan mandiri atau self-financing, sehingga keuangan syariah tidak dapat membiayai bisnis mereka.

Hal itu menjadi penyebab ekonomi syariah belum berkembang, diharapkan berbagai jenis usaha di pesantren dan lembaga islam lainnya dapat dikembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Apalagi dengan adanya tambahan pembiayaan dari lembaga keuangan syariah. Jadi bisa timbal balik, pertumbuhan ekonomi tinggi akan mendorong ekonomi syariah, Sebaliknya pemberdayaan ekonomi syariah juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pada era revolusi industri 4.0 ini masyarakat semakin sulit melepaskan diri dari TI. Digitalisasi sudah menjadi keseharian dan ke depan trennya akan semakin meningkat/pelaku UMKM, harus bertransformasi ke arah digital.

UMKM. Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 oleh Presiden RI merupakan masterplan yang disusun bersama Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) ini menjadi acuan bagi pengembangan ekonomi syariah di dalam negeri.

Termasuk industri dan sistem keuangan syariah. memasang target untuk menjadikan Indonesia salah satu kekuatan ekonomi syariah terbesar dunia.

Pemerintah membagi fokus pengembangan ekonomi syariah Tanah Air ke dalam lima sektor, yakni industri makanan dan minuman, tata busana, pariwisata, media dan rekreasi, serta farmasi dan kosmetika.

Sebagai langkah pendukung, pemerintah berkomitmen untuk menguatkan keuangan syariah, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis produk syariah, hingga ekonomi digital yang melayani produk syariah.

Bisnis syariah bisa menjadi penggerak ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan. Dalam 25 tahun ke depan, Indonesia digadang- gadang menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terkuat keempat dunia.

Terdapat tiga hal harus segera diselesaikan, yakni pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi syariah, penyiapan sumber daya manusia (SDM) di bidang ekonomi syariah, dan reformasi birokrasi.

Kunci utama untuk mencapai cita-cita itu, terkandung dalam jati diri Indonesia yang memiliki penduduk Muslim terbesar dunia adalah ekonomi syariah.Ini merupakan modal besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional dan sumber kesejahteraan umat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2021 lalu masih mengalami kontraksi sebesar minus 0,74%. Walaupun masih tumbuh negatif, namun pertumbuhan ekonomi ini telah menunjukkan pemulihan yang signifikan. Maka itu, pertumbuhan ekonomi diprediksi akan terus menuju jalur positif pada Triwulan II-2021.

Salah satu sektor yang diharapkan memberi sumbangan signifikan terhadap pemulihan ekonomi Indonesia adalah sektor halal.

Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah dari Bank Indonesia menunjukkan sektor halal memiki ketahanan cukup baik di masa pandemi. Pada 2020, di saat perekonomian Indonesia terkoreksi sebesar 2,1%, sektor halal tercatat hanya mengalami koreksi sebesar 1,7%.

Selain kinerja yang baik tersebut, Pemerintah memberi perhatian khusus terhadap sektor halal karena potensinya yang sangat besar.

Industri halal dunia diperkirakan akan terus berkembang pesat sejalan meningkatnya populasi dan kesejahteraan penduduk Muslim dunia.

Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report 2019-2020, populasi penduduk Muslim diperkirakan akan mencapai 2,2 miliar jiwa pada 2030 atau tumbuh sekitar 29,4% dibandingkan dengan populasi di 2014.

Dari kesejahteraan, Produk Domestik Bruto (PDB) anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) diproyeksi tumbuh 6,2% pada 2023, lebih tinggi dari pertumbuhan PDB dunia yang diperkirakan 5,8%. PDB per kapita negara OKI juga diperkirakan tumbuh 4,3% pada 2023.

Searah dengan tren industri halal dunia, Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia juga memiliki potensi pengembangan sektor halal sangat besar.

Total konsumsi produk halal penduduk Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai US$218,8 miliar atau tumbuh 5,3% per tahun.

Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report 2020-2021, peringkat nilai indikator ekonomi Islam Indonesia berada pada peringkat ke-4 dunia, naik 1 peringkat dari posisi tahun sebelumnya.

Dalam rangka mendukung pengembangan sektor halal, sebagai bagian dari implementasi UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Pemerintah telah menerbitkan PP No. 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.

Penulis adalah Dosen FEBI UIN Sumatera Utara, Pengurus MES Sumut, Pengurus IAEI Sumut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *