Politik Pengawasan Kesehatan Global - Waspada

Politik Pengawasan Kesehatan Global

  • Bagikan

 

Manajemen keuangan publik adalah tema lintas sektor di seluruh fungsi inti ini. Kenyataan ini menuntut pertanyaan kunci: Tindakan pembelanjaan langsung apa yang dapat diambil dengan anggaran yang ada?

Ada kerinduan rasanya untuk menyaksikan dan menikmati kembali penyanyi jalanan di kota Paris, Prancis. Atraktif dan menghibur. Penyanyi jalanannya ini menarik perhatian saya. Saya ingin mendekat, menyaksikan bagaimana mereka menyanyi dan memainkan musik.

                                             

Menghilangkan letih saya setelah presentasi makalah dalam satu seminar. Rindu juga saya untuk menikmati taman kota Central City, New York, Amerika Serikat. Membaca buku sambil mengagumi gedung pencakar langit yang mengelilingi taman kota tersebut.

Saya juga rindu menikmati kenyamanan Harvard Book Store—toko buku terkenal di depan kampus Harvard University. Membeli buku yang baru terbit atau buku bekasnya yang masih bagus dan murah.

Saya juga rindu dentingan gitar dan suara Bob, penyanyi Busker Malaysia yang begitu menghibur pengunjung di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Rindu juga saya akan indahnya Lake of the restored Sword,–atau lebih dikenal sebagai Hoan Kim Lake.

Danau buatan yang indah di tengah kota Hanoi,–ibukota Vietnam ini mengingatkan saya pada seorang rekan saya,–Profesor di Vietnam National University, Hanoi. Dia khusus mengundang untuk merasakan kehangatan dan nikmatnya kopi Vietnam yang tajam rasanya tapi nikmat.

Hingga tidak terasa temaram senja warnah keemasan di atas Hoan Kim Lake telah berubah menjadi malam yang romantic. Tapi begitulah, itu dulu sebelum pandemi Covid-19. Waktu itu—sebelum Covid-19 dunia seakan dalam genggaman.

Tidak ada kekhawatiran. Yang ada hubungan kemanusiaan yang mengglobal. Kini, kebalikannya. Meminjam isitilah Dani Rodrik (2011:xvi) dalam karyanya The Globalization Paradox, globalisasi sudah runtuh (globalization collapse) koneksi manusianya.

Kecuali Covid-19 sendiri yang mengglobal,–interaksi manusia justeru menjadi lokal. Di beberapa tempat malah terkurung hanya disekitaran rumahnya—karena adanya kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah.

Sistem Politik Kesehatan Global

Covid-19 mendorong kita untuk memikirkan sebuah sistem kesehatan yang bersifat global,–ketimbang pribadi. Saya sendiri terpaksa harus membatalkan undangan pertemuan aktivis dan intelektual di Amerika Serikat bulan Agustus 2021 ini.

Memahami dan tantangan kesehatan dan kebijakannnya menjadi prioritas.Bukan hal mudah di masa Covid ini bisa keluar dan masuk di satu negara. Di masa pandemic Covid-19, negara-negara di dunia menutup dirinya untuk masuknya orang dari berbagai negara.

Dengan masuknya warga Negara asing, mereka khawatir, Covid-19 yang mematikan dapat dengan cepat menyebar ke dalam negara dan berpotensi menyebabkan guncangan yang menghancurkan bagi populasi, ekonomi, mi, dan ikatan masyarakat.

Strategi keamanan nasional berkembang sebagai tanggapan terhadap pergeseran persepsi ancaman tersebut. Setelah dianggap melestarikan masalah seperti perang, terorisme, dan senjata pemusnah massal, agenda keamanan hari ini juga secara eksplisit memperingatkan ancaman dan bahaya Covid-19.

Ini memerlukan sistem pengawasan kesehatan yang bersifat menyeluruh. Persenjataan tradisional negara mereka tentang kekuatan militer, pencegah nuklir, atau kemampuan intelijen rahasia akan menawarkan sedikit perlindungan terhadap “invasi” mikroba mematikan.

Pemerintah juga akan harus memperoleh beberapa kemampuan yang sangat berbeda untuk mengelolanya dengan lebih baik ancaman berbasis kesehatan. Itu sebabnya mereka sudah mulai banyak bekerja lebih dekat dengan perusahaan swasta untuk mengembangkan berbagai produk farmasi baru pertahanan khusus.

Seperti antivirus, antibiotik, vaksin generasi berikutnya dalam kedua kasus, pengembangan proaktif, penimbunan, dan distribusi medis baru penanggulangan untuk tujuan pertahanan hayati sipil telah menjadi tujuan hukum bagi banyak pemerintah di abad kedua puluh satu.

Namun pemerintah juga menghadapi hambatan serius dan berlarut-larut ketika mencoba untuk mendapatkan pertahanan farmasi baru seperti itu. Pengembangan dari obat-obatan baru sebagian besar merupakan pelestarian industri farmasi, dan perusahaan yang membentuk industri itu sebagian besar didorong oleh komersial logika dan kekuatan pasar—bukan karena masalah keamanan (Stefan Elbe, 2018).

Untuk sebagian besar dari mereka perusahaan tidak jelas mengapa mereka harus memprioritaskan pengembangan baru yang mahal penanggulangan medis pasti terhadap ancaman keamanan yang sangat tidak terduga ketika mereka bisa menghasilkan lebih banyak uang dengan fokus pada produk dengan lebih besar, sudah ada, dan pasar komersial yang lebih jelas.

Dari awal, pencarian untuk mengembangkan penanggulangan medis baru dengan demikian mengadu dua logika yang berbeda terhadap satu sama lain: logika politik dimana pemerintah ingin mengamankan populasi mereka terhadap bahaya biologis yang muncul dan logika pasar komersial yang tidak secara alami memprioritaskan pengembangan produk semacam itu.

Kepentingan siapa yang pada akhirnya akan menang di kebuntuan antara pemerintah dan perusahaan farmasi? Apakah itu sebenarnya mungkin dalam praktek untuk menyelaraskan logika bersaing dari farmasi kebijakan pembangunan dan keamanan?

Akankah pemerintah dapat membujuk industri farmasi untuk mengembangkan penanggulangan medis baru sehingga bahwa nyawa bisa diselamatkan selama wabah di masa depan?

Di sisi lain, organisasi kesehatan dunia WHO, telah menegaskan bahwa penguatan layanan garda terdepan dalam penanganan pandemi, yang menjadi prioritas pemerintah saat ini mengingat wabah virus Covid-19, memerlukan kebijakan pendataan dan pengawasan serta pembiayaan dalam satu sistem kesehatan yang mendukung yang perlu dilakukan oleh negara.

Dalam kaitan ini WHO telah merancang system monitor dengan apa yang disebut Health System Response Monitor (HSRM).

Health System Response Monitor (HSRM) telah dirancang sebagai tanggapan terhadap wabah Covid-19 untuk mengumpulkan dan mengatur informasi terkini tentang bagaimana negara-negara merespons krisis. Ini berfokus terutama pada tanggapan sistem kesehatan tetapi juga menangkap inisiatif kesehatan masyarakat yang lebih luas.

Ini adalah upaya bersama Kantor Regional WHO untuk Eropa, Komisi Eropa, dan Observatorium Eropa untuk Sistem dan Kebijakan Kesehatan. Platform mengatur dan berbagi informasi di empat bidang utama:

(i) informasi negara (ii) membandingkan negara dan menetapkannya di konteks (iii) tautan ke data yang andal dan tepat waktu, dan (iv) analisis tema-tema kunci yang melintasi negara dan menyatukan cerita yang muncul

Pedoman WHO tentang kebijakan pembiayaan kesehatan pada akhirnya difokuskan pada penguatan ketahanan sistem kesehatan, jaminan kesehatan dan cakupan kesehatan universal (UHC).

Peningkatan pendapatan yang memadai untuk sistem kesehatan, mengatur pendapatan tersebut untuk memaksimalkan pembagian risiko di seluruh populasi, dan membelanjakan dana tersebut dengan cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan semua warga negara.

Manajemen keuangan publik adalah tema lintas sektor di seluruh fungsi inti ini. Kenyataan ini menuntut pertanyaan kunci: Tindakan pembelanjaan langsung apa yang dapat diambil dengan anggaran yang ada?

Bagaimana anggaran yang diperlukan untuk respons Covid-19 dapat diamankan melalui revisi undang-undang keuangan? Apa yang dapat dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan anggaran dan pencairan dana ke layanan garis depan?

Apa cara terbaik untuk memastikan akses cepat ke layanan Covid-19 bagi semua orang yang membutuhkannya, terlepas dari kemampuan membayar? Bagaimana inti dari sistem kesehatan dapat diperkuat bahkan ketika respon segera diprioritaskan?

WHO tentu akan banyak mendapatkan keuntungan dari data penting dari setiap negara serta mengambil kebijakan strategis dari sistem ini.

Strategi tentu saja diperlukan menjawab persoalan tersebut. Beberapa negara sekarang mempertimbangkan kemampuan untuk dengan cepat mengembangkan yang obat-obatan baru dan vaksin penting untuk keamanan nasional mereka.

Dalam dunia yang saling terhubung, keamanan bukan lagi tentang angkatan bersenjata saja; itu juga memerlukan melindungi populasi terhadap spektrum yang luas dari bahaya biologis. Penyebaran pandemi baru—seperti Covid-19 dapat menyebabkan kematian massal, guncangan ekonomi yang melumpuhkan, dan gangguan sosial yang meluas.

Karena itu, pemerintah bekerja lebih dekat dengan perusahaan untuk mengembangkan berbagai produk farmasi baru atau “penanggulangan medis,” untuk melindungi populasi mereka dengan lebih baik terhadap ancaman semacam itu. Inilah yang saya sebut sebagai Sistem Politik Pengawasan Kesehatan Global.

Namun upaya untuk mengamankan populasi secara farmasi terbukti sangat kejam sulit untuk diterapkan dalam praktik. Hal ini juga menghasilkan pusaran dilema kebijakan dan kontroversi di sepanjang jalan (Stefan Elbe, 2018):

Pertama, apa tantangan utama dalam mengembangkan medis baru penanggulangan pasti terhadap mematikan— tetapi juga sangat tak terduga— penyakit? Kedua, bagaimana dinamika kekuatan antara perusahaan farmasi, pemerintah, dan aktor-aktor lain berperan dalam upaya ini untuk mengembangkan pertahanan pharmasi?

Ketiga, Akankah pihak berwenang mencapai titik di mana mereka dapat dengan cepat membuat obat-obatan baru yang menyelamatkan nyawa yang tersedia untuk populasi mereka sebagai tanggapan terhadap wabah di masa depan? Keempat, Bagaimana pemerintah dapat melindungi populasi mereka dengan lebih baik dari hal semacam itu?

Lihatlah praktek di lapangan. Kapitalisasi vaksin yang didominasi oleh perusahaan pharmasi global terjadi dan bahkan bisa mendikte kekuasaan negara. Di satu sisi, kondisi untuk mengatasi Covid-19 serta kepercayaan terhadap satu vaksin tertentu membuka peluang pemimpin negara untuk melestarikan kekuasaannya melalui kebijakan pebelian vaksin secara besar-besaran (Warjio, 2021).

Sistem ini dilakukan mengatasnamakan kemitraan. Sedikit yang kita tahu saat itu bahwa tidak ada yang akan menjadi “bisnis seperti biasa”, dan itu lantai dansa akan menjadi digital, didominasi oleh pasangan dansa yang tidak menyenangkan – Covid-19 (Eurohealth 2020; 26(3).

Ini persoalan Sistem Politik Pengawasan Kesehatan Global kita. Kepentingan politik,manusia dan bisnis susah untuk dipisahkan. Apalagi jika ia diterapkan dengan tanpa moral dan nasionalisme.    WASPADA

Penulis adalah Ketua Program Studi Ilmu Politik, Fisip USU.

  • Bagikan