Pesona Wisata Deleng Kutu Desa Gurusinga Oleh Drs Indra Muda Hutasuhut, M.AP

  • Bagikan

… agar dibangun sarana dan fasilitas wisata Deleng Kutu dengan menggunakan dana desa sehingga tercipta percepatan pembangunan kepawiwisataan di daerah ini, yang diharapkan dapat mendorong penguatan ekonomi masyarakat lokal

Destinasi wisata puncak bukit Deleng Kutu berada di Desa Gurusinga Kecamatan Berastagi Kabupaten Tanah Karo, posisinya sekitar 5 km dari Kota Berastagi, berupa bukit kecil yang berada pada ketinggian 1.400 meter diatas permukaan laut.

Lokasi wisata ini dapat ditempuh lebih kurang 15 menit menggunakan kenderaan roda dua dan kendaraan roda empat dari Kota Berastagi. Sebagai salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Tanah Karo, lokasi wisata alam ini semakin sering dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah terutama pada hari Sabtu dan Hari Minggu.

Dari atas puncak bukit akan kelihatan secara jelas hamparan perkebunan masyarakat, dan puncak gunung Sinabung. Sepanjang jalan menuju puncak Deleng Kutu dihiasi pemandangan hamparan tanaman perkebunan rakyat berupa jenis sayuran wortel, tomat, sawi, selada dan tanaman holtikultura lainnya sehingga menambah indahnya kaki Bukit Deleng Kutu terutama pada saat cuaca cerah.

Untuk menerima kedatangan wisatawan yang terus meningkat, Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Karo mulai berbenah dengan melakukan renovasi jalan menuju objek wisata dan melakukan pembangunan sarana dan fasilitas peristirahatan di puncak bukit Deleng Kutu.

Tokoh nasional Sumatera Utara (Sumut) Arya Sinulingga berjanji akan mendorong sektor pariwisata di Kabupaten Karo. Salah satunya adalah Deleng Kutu. Hal ini disampaikan beliau pada saat pertemuan dengan masyarakat Karo pada tahun 2018 silam.

Demikian juga dengan Bupati Kabupaten Tanah Karo, Terkelin Brahmana, SH menghimbau agar dibangun sarana dan fasilitas wisata Deleng Kutu dengan menggunakan dana desa sehingga tercipta percepatan pembangunan kepawiwisataan di daerah ini, yang diharapkan dapat mendorong penguatan ekonomi masyarakat lokal.

Namun selama Covid 19 mewabah di Kabupaten Tanah Karo, jalan menuju lokasi wisata banyak rusak. Rumput di pinggir jalan sudah menutupi sebagian badan jalan. Demikian sarana dan fasilitas peristirahatan di puncak Bukit Deleng Kutu banyak rusak termakan usia karena kurangnya perawatan dan sebagain diakibat perusakan oleh tangan jahil yang tidak bertanggungjawab.

Pesona Wisata Puncak Deleng kutu

Bagi pecinta wisata alam, khususnya yang menyukai petualangan di alam terbuka, salah satu tujuan yang paling tepat adalah Bukit Deleng Kutu. Untuk mencapai puncak bukit, harus melalui jalan terjal dan berliku.

Wisatawan yang membawa kenderaan roda empat ke puncak bukit harus extra hati-hati, karena kemiringan jalan dan tikungan patah hampir 90 derajat. Sepanjang jalan menuju puncak Deleng Kutu sudah dibangun jalan aspal, namun karena kurangnya perawatan kini sudah banyak yang rusak.

Udara sejuk dan dingin, akan menemani perjalanan kita hingga ke puncak bukit, oleh karenanya para pengunjung perlu mempersiapkan jaket atau baju penghamngat tubuh agar terhindar dari udara dingin yang menusuk tulang, terutama pada pagi dan sore hari.

Sepanjang perjalanan menuju puncak bukit, kita akan mendapat sajian pemandangan indah di kiri kanan jalan, sehingga tidak terasa perjalanan sudah sampai diatas bukit yang memiliki pemandangan yang lebih menakjukkan.

Dengan ekosistem alami dan udara sejuk yang belum terkontaminasi dengan volusi, para pengunjung akan dapat menemukan kepuasan dalam kunjungan wisatatanya, terutama bagi penikmat wisata alam.

Dari atas bukit Deleng Kutu, para wisatawan akan dapat menyaksikan pesona alam terbuka. Di sebelah Timur terdapat Deleng Barus, di sebelah Barat terlihat keindahan hamparan lahan pertanian masyarakat dengan latar gunung Sinabung, Kota Kabanjahe dengan latar belakang Gunung Sipiso-piso.

Dolok Singgalang akan kelihatan di Sebelah Selatan, dan hamparan lahan pertanian warga dari berbagai sisi Bukit Deleng Kutu akan kelihatan sejauh mata memandang.

Apabila para wisatawan menginginkan suasana pemandangan mata hari terbit di pagi hari sunright, maka perlu persiapan agar tiba dipuncak Bukit Deleng Kutu pada pagi hari, sekitar jam 007.00-10.00 WIB.

Dalam suasana hari yang cerah, pelancong akan dapat melihat pemandangan alam yang mengagumkan. Pemandangan indah, berupa panorama alam sejuk, kabut yang indah dibarengi kicauan burung dari sela-sela pohon yang memagari hutan yang masih asri akan dapat dinikmati.

Dari sela-sela pepohonan, akan terlihat sinar matahari pagi dengan warna kemerahan sehingga menambah indahnya suasana pagi di puncak Bukit Deleng Kutu. Pemandangan pada sore hari tidak kalah menakjukkan, para pelancong dapat menyaksikan deruan angin yang menerpa dedaunan diiringi keindahan sunset.

Suasana yang demikian, tidak jarang membuat para pelancong menggapai tidurnya pada pondok-pondok peristirahatan yang tersedia di sekitar lokasi puncak Deleng Kutu.

Untuk menjadikan Bukit Deleng Kutu sebagai wisata modern, masih membutuhkan investasi, baik berupa pendampingan maupun pembenahan sarana, fasilitas di lokasi wisata serta kesiapan warga menerima kedatangan wisatawan sehingga para pelancong dapat memperoleh kepuasan dari kunjungan wisatanya.

Parawisata modern adalah suatu bentuk kepariwisataan yang mendefinisikan dirinya sebagai produk bisnis modern. Dengan demikian, perlu tercipta hubungan yang baik antara pelancong dengan penduduk setempat.

Hubungan akrab ini tentu harus ditandai oleh kadar yang tinggi mengenai keramah tamahan dan kasih sayang kepercayaan, pengungkapan diri dan tanggung jawab keselatanan wisatawan selama mereka berada di tempat-tempat wisata.

Hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa, sektor pariwisata dianggap sebagai industri yang ramah lingkungan, dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap jati dirinya (kebudayaannya) sendiri, menciptakan saling pengertian antar budaya, mengentaskan kemiskinan, mendorong pembangunan di wilayah terpencil.

Untuk menciptakan hal yang demikian, warga lokal tentunya harus bersinergi dengan pengelola wisata dan Pemerintah, sehingga wisatawan merasa nyanam dan puas selama melakukan kunjungan wisatanya.

Pada beberapa tempat lokasi wisata Bukit Deleng Kutu, kehadiran penduduk setempat untuk menawarkan produk makanan dan minuman sederhana sudah mulai berkembang. Namun masih perlu penataan.

Sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. Warga Desa Gurusinga pada dasarnya sangat terbuka dengan kedatangan wisatawan yang berkunjung ke puncak Deleng kutu, mereka terinspirasi dengan perkembangan objek wisata lain yang ada di Kabupaten Tanah Karo seperti Wisata alam Siosar, wisata Gundaling.

Kedua objek wisata ini banyak menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warganya sehingga mampu meningkatkan kekuatan ekonomi masyaraat lokal.

Penutup

Pepatah lama mengatakan, mutiara akan tetap menjadi mutiara dimana-pun ia berada. Namun mutiara akan menjadi primadona apabila dipajang pada etalase toko perhiasan. Dengan pengembangan dan pembangunan kepariwisataan Bukit Deleng Kutu, Semoga menjadi primadona wisata baru di Kabupaten Tanah Karo. Horas… Meujuah-juah..!

Penulis adalah Dosen FISIP Universitas Medan Area, Mahasiswa Program Doktoral Studi Pembangunan Universitas Sumatera Utara.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *