Waspada
Waspada » Peluang Ganjar Jadi Capres Sangat Kecil
Opini

Peluang Ganjar Jadi Capres Sangat Kecil

M. Jamiluddin Ritonga Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul.ist

Ketua DPP PDIP bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto, menilai elektabilitas Ganjar Pranowo hanya bagian dari pencitraan. Karena itu, belum tentu Ganjar mendapat rekomendasi dari Megawati.

Penilaian Bambang Wuryanto ada benarnya. Sebab, Ganjar termasuk sosok yang pandai memainkan suatu peristiwa untuk pencitraan dirinya.

Baru-baru ini, Ganjar naik ke truk untuk melihat apakah ada orang yang ikut mudik. Perilaku semacam ini dilakukannya terkesan kalau ada wartawan. Karena itu, perilaku Ganjar sangat kental dengan nuansa pencitraan.

Jadi, elektabilitas Ganjar selama ini memang terkesan hasil pencitraan, bukan karena kinerja. Apalagi, selama ini belum ada informasi terkait kinerja Ganjar yang monumental. Kinerja Ganjar hanya biasa-biasa saja.

Karena itu, wajar kalau banyak pihak yang terheran-heran dengan tingginya elektabilitas Ganjar. Keheranan itu makin menguat manakala ada lembaga survei tertentu yang menempatkan elektabilitasnya tertinggi.

Kiranya logis kalau ada petinggi PDIP yang mempertanyakan elektabilitas Ganjar. Keraguan Bambang Wuryanto ini sekaligus menjadi indikasi kuat bahwa DPP PDIP belum memplot Ganjar sebagai salah satu calon kandidat capres.

Hal itu menguatkan dugaan, PDIP sudah menyiapkan Puan Maharani bersama Prabowo Subianto untuk maju pada pemilihan presiden (pilpres ) 2024. Hal ini makin menguatkan adanya perjanjian Batutulis 2 antara PDIP dan Gerindra yang akan mengusung Prabowo dan Puan.

Jadi, peluang Ganjar menjadi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden atau cawapres dari PDIP tampaknya kecil sekali. Ganjar kalau memang tetap berambisi, haruslah mencari perahu lain.

Masalahnya, perahu mana yang mau mengusung Ganjar yang selama ini menjadi kader banteng tulen ? Perahu yang akan mengusung Anies Baswedan tampaknya akan sulit menerima kehadiran Ganjar.

Memasangkan Anies-Ganjar tampaknya akan sulit diterima partai lain. Sebab, PDIP sendiri meragukan elektabilitas Ganjar, apalagi partai lain.

Penulis: M Jamiluddin Ritonga pengamat Komunikasi Poliitik Universitas Esa Unggul.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2