NABI MUHAMMAD SANG YATIM PIATU - Waspada

NABI MUHAMMAD SANG YATIM PIATU
Oleh : H. Hasan Bakti Nasution

  • Bagikan

Nabi Muhammad Saw adalah seorang yatim piatu, karena 2 bulan dalam kandungan ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib sudah wafat, dan usianya baru 6 tahun, ibunda tercinta Aminah binti Khuwailid juga wafat. Jadilah Nabi Muhammad menjadi yatim piatu.


Setelah ibunda wafat, ia berada dalam asuhan sang kakek Abdul Muthalib. Namun tidak berapa lama sang kakekpun wafat, lalu ia berada dalam asuhan paman (adik Bapak), yaitu Abu Thalib. Kendati Abu Thalib memiliki banyak anak, seperti Ali, dan tidak tergolong orang mampu, namun perhatian terhadap Nabi Muhamamd tidak berkurang layaknya anak sendiri, bahkan melebihinya.


Status sebagai yatim piatu itulah kelak yang membuat Nabi Muhammad begitu perhatian kepada yatim piatu, termasuk orang yang merawatnya. Suatu ketika beliau berkata: “Saya dan orang yang merawat anak yatim seperti ini, dengan menunjukkan dua jemarinya yang rapat”.
Al-Qur’an memberi perhatian terhadap yatim ini dengan dorongan menikahi wanita yang tidak memiliki suami, kendati ia seorang miskin. Bahkan Allah mengayakan orang yang melakukannya, seperti tersurat pada surat an-Nur/24: 32.


Status sebagai yatim piatu bukan sebagai penghalang Nabi Muhammad diangkat sebagai rasul pilihan dan tampil sebagai tokoh noor satu dunia versi Michael H. Hart, dan tentu saya lebih setuju. Memang fakta menampilkan bahwa banyak tokoh dunia yang juga adalah yatim piatu. Tentu ini sebagai pendorong agar anak-anakku yang hari ini menyandang yatim piatu tetap semangat. Lihatlah Nabi…!.

……05 Rabi’ul Awwal 1442 H

  • Bagikan