Meneguhkan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
Oleh: Ketua Umum DPP Al Washliyah KH Dr Masyhuril Khamis

  • Bagikan

Memperingati HUT Al Jam’iyatul Washliyah ke-91, 30 November 1930 – 30 November 2021:

Assalâmu‘alaikum wr.wb.
Segala puji bagi Allah Swt. atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya, sehingga sampai detik ini, melalui wadah Al Jam’iyatul Washliyah, kita semua masih dapat terus berkhidmat kepada umat, bangsa dan negara. Selawat dan salam mari senantiasa kita hadiahkan kepada teladan kita semua, Nabi Muhammad Saw., beserta keluarga dan para sahabatnya sekalian.

Selanjutnya kami mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan arwah para pendiri, ulama dan tokoh Al Washliyah yang telah mendirikan dan memperjuangkan Al Jam’iyatul Washliyah, dimana sampai saat ini, syukur Al Faatihah …. Semoga Allah Swt. melapangkan kubur mereka dan memberikan kebaikan ukhrawi bagi mereka semua. Âmîn ya Rabb al-‘âlamîn.

Hadirin dan hadirat sekalian!

Tanggal 30 November 2021 ini adalah hari yang bersejarah bagi Al Jam’iyatul Washliyah (Al Washliyah). Tepat 91 tahun yang lalu, Al Washliyah sebagai sebuah organisasi Islam telah diresmikan oleh para pelajar yang kemudian menjadi ulama ternama di Indonesia. Syukur Alhamdulillah, berkat rahmat Allah Swt, pada hari ini, kita semua dapat kembali memperingati ulang tahun Al Washliyah ke-91. Kita patut bersyukur sekali Al Washliyah semakin mengakar kokoh, terus meluaskan pengaruhnya sampai ke seluruh negeri, dan secara konsisten berkhidmat bagi umat Islam dan juga bagi bangsa dan negara Indonesia. Tanpa terasa, Al Washliyah tidak lama lagi akan berusia 1 abad.

Hadirin dan hadirat sekalian!

Dalam momen ulang tahun ke-91 ini, tentu kita patut mengenang kembali, dan memetik teladan dan inspirasi dari ragam cerita perjuangan para pendiri Al Washliyah jauh sebelum Republik Indonesia didirikan. Al Washliyah merupakan organisasi Islam yang diresmikan pada tanggal 30 November 1930, bertepatan dengan tanggal 9 Rajab 1349 H. Beberapa waktu sebelumnya, tepatnya pada awal bulan Oktober 1930, beberapa pelajar dari Maktab Islamiyah Tapanuli (MIT) dan Madrasah Al-Hasaniyah, terutama pengurus perkumpulan pelajar MIT yang bertujuan untuk mendiskusikan dan membahas persoalan agama Islam dan masyarakat, mengadakan beberapa kali rapat untuk membahas pendirian sebuah organisasi Islam.

Mereka yang begitu aktif menghadiri rapat-rapat ini adalah Abdurrahman Sjihab, Yusuf Ahmad Lubis, Adnan Nur Lubis, M. Isa, Ismail Banda, Abdul Wahab, M. Arsjad Th. Lubis dan Kular
(Sjamsuddin). Mereka semua masuk dalam kategori para pendiri Al Washliyah.

Dalam salah satu rapat, tepatnya pada tanggal 26 Oktober 1930, para peserta rapat yang terdiri atas kalangan pelajar, guru dan ulama sepakat untuk membangun sebuah perhimpunan yang bertujuan untuk memajukan, mementingkan dan menambah tersiarnya agama Islam. Semua peserta yang hadir kemudian juga setuju untuk memberikan amanah kepada Syekh Muhammad Yunus untuk memberi nama yang terbaik bagi organisasi yang akan diresmikan kelak, dan akhirnya ia memberi nama “Al Jam’iyatul Washliyah”yang kerap dimaknai sebagai “perhimpunan yang memperhubungkan dan mempertalikan.”

Persiapan demi persiapan juga dimaksimalkan oleh para pengurus persiapan yang dibentuk dalam rapat tersebut, dan akhirnya Al Jam’iyatul Washliyah diresmikan di gedung Maktab Islamiyah Tapanuli pada tanggal 30 November 1930.

Acara peresmian ini meraih perhatian dari masyarakat Muslim kala itu, terutama dari kalangan pelajar, guru, pemimpin dan ulama di Kota Medan.

Nama, Al Jam’iyatul Washliyah, atau Al Washliyah artinya “perhimpunan yang memperhubungkan dan mempertalikan” merupakan organisasi yang mengedepankan persatuan dan kesatuan, bukan organisasi yang suka disintegrasi dan konflik.

Dari nama itu, Al Washliyah hendak (1) menghubungkan antara sesama anggotanya, (2) menghubungkan antara sesama Ranting, Cabang dan Daerah, (3) menghubungkan antara satu organisasi dengan organisasi lain, (4) menghubungkan antara sesama kaum Muslimin dan antara sesama kaum Muslimat, (5) menghubungkan antara umat Islam dengan agamanya, (6) menghubungkan antara manusia dengan Tuhannya, dan (7) menghubungkan segala sesuatu yang diperintahkan Tuhan harus dihubungkan.

Itulah makna Al Jam’iyatul Washliyah menurut para pendiri Al Washliyah. Dalam konteks inilah, Pengurus Besar Al Washliyah mengusung tema “Meneguhkan Peran Al Washliyah Sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa” dalam menyambut ulang tahun Al Washliyah ke-91. Hal ini penting kembali diperhatikan oleh seluruh konstituen Al Washliyah di seluruh seantero negeri, mengingat beberapa waktu belakangan ini, isu disintegrasi bangsa kembali mencuat. Dalam hal ini, Al Washliyah harus memainkan peranan strategis dalam rangka merawat, melestarikan dan meneguhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Ini karena Al Washliyah adalah termasuk organisasi yang turut mendirikan Republik Indonesia, dan tidak ingin negara ini terpecah belah. Tentu saja, Al Washliyah memiliki potensi besar untuk merealisasikan agenda agung ini.

Hadirin dan hadirat sekalian!

Sebagai sebuah organisasi, dahulu para pendiri Al Washliyah terus menjadikan Al Washliyah sebagai organisasi modern untuk bisa setara dengan organisasi-organisasi lain yang lebih dahulu berdiri seperti Sarekat Islam, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Mereka kemudian kembali meneguhkan tujuan dan asas organisasi sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi.

H. Udin Sjamsuddin (1955) menceritakan bahwa sebuah rapat yang diadakan pada tanggal 29 Juli 1934 memutuskan bahwa Al Washliyah “berusaha menunaikan tuntutan agama Islam,” dan kemudian semakin ditegaskan bahwa Al Washliyah hendak melaksanakan tuntutan Agama Islam, dalam hukum fikih bermazhab Syâfi‘î dan dalam iktikad bermazhab Ahlas-Sunnah wal Jamâ‘ah. Dari sisi paham keagamaan, Al Washliyah mengedepankan sikap moderat, dan menyatakan Islam sebagai agama yang rahmatan li al-‘âlamîn.

Al Washliyah juga fokus pada pemberdayaan umat melalui jalur pendidikan, dakwah, amal sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. Al Washliyah juga terbukti sedemikian aktif berjuang untuk merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Di era-
era selanjutnya, Al Washliyah terus berkhidmat bagi agama, bangsa dan negara dalam berbagai aspek kehidupan.

Hadirin dan hadirat sekalian!

Al Washliyah merupakan salah satu organisasi Islam moderat terbesar yang turut memberikan sumbangsih bagi pembangunan bangsa dan negara Republik Indonesia. Al Washliyah merupakan salah satu elemen terpenting bangsa yang turut mendirikan Republik Indonesia. Secara historis, Al Washliyah secara aktif ikut merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. H. Ismail Banda di antaranya terus menggelorakan kemerdekaan Indonesia di luar negeri dan menanamkan semangat

keberanian melawan diplomasi Belanda, dimana ia berkata “jangan sangat takut kepada internasional … dunia luar, baik Timur maupun Barat, akan simpati kepada kita bangsa
Indonesia jika kita dapat mewujudkan keberanian dan kesanggupan kita mempertahankan hak-hak kita. Dunia luar tidak akan marah kepada kita selama kita berjuang, berjuang dengan senjata, di Tanah Air kita, mempertahankan tanah tumpah darah kita dari serangan asing …”

Semasa era penjajahan Belanda dan Jepang, Al Washliyah sukses mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia di tengah sulitnya mendapatkan akses pendidikan terbaik kala itu. Pada masa yang sulit, Al Washliyah mampu mendirikan madrasah dan sekolah, meningkatkan kegiatan syiar Islam, memelihara anak yatim dan piatu, mengirim pelajar ke luar negeri dan menerbitkan buku dan majalah. Pada tahun 1942, saat berusia 12 tahun, Al Washliyah sudah memiliki 193 madrasah/sekolah. Enam tahun setelah kemerdekaan, Al Washliyah sudah memiliki 449 unit madrasah dan sekolah, dan jumlah ini terus meningkat di era seterusnya. Data akurat ini menunjukkan bahwa Al Washliyah sudah berbuat bagi kemajuan agama, bangsa dan negara jauh sebelum Indonesia menjadi sebuah negara yang berdaulat.

Pasca kemerdekaan, Al Washliyah giat mempertahankan dan mengisi kemerdekaan bahkan sampai saat ini. H. Abdurrahman Sjihab, Ketua Al Washliyah saat itu, mengatakan “dalam zaman Indonesia merdeka sesudah proklamasi 17 Agustus 1945, adalah soal mempertahankan Indonesia merdeka menjadi soal sepenting-pentingnya.”

Fatwa jihad Madjlis Al-Fatwa Al Washliyah telah menggelorakan semangat jihad menentang kehadiran kembali Belanda dan antek-anteknya di Indonesia. Demikian juga buku berjudul Toentoenan Perang Sabil karya Ustaz M. Arsjad Th. Lubis semakin meneguhkan semangat jihad kaum Muslim di Indonesia dimana ia memfatwakan “sebab itu, siapa yang turut dalam peperangan tersebut (melawan Belanda) dengan niat yang ikhlas, dengan niat akan meninggikan kalimat Allah, dengan niat menuntut keridaan dan pahala dari pada Allah, dengan niat untuk membinasakan musuh-musuh Allah, maka adalah dia berperang itu di dalam sabîlillâh dan jikalau mati terbunuh, matinya syahîd fi sabîlillâh, surga menjadi tempatnya.

Wa Allâhu a‘lam.”Dengan demikian, Al Washliyah dan ulamanya turut mengeluarkan resolusi jihad menentang Belanda dan para pembantunya di Indonesia.

Ulama dan tokoh Al Washliyah berperan aktif dalam pembangunan nasional sejak era Orde Lama sampai era Reformasi saat ini. Di era Orde Lama, para tokoh awal seperti H. Abdurrahman Sjihab tampil sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sedangkan sosok seperti H. M. Arsjad Th. Lubis, H. Adnan Lubis an-Nadvi, H. Bahrum Djamil dan H. Muhammad Ali Hanafiah Lubis (Mahals) diamanahkan sebagai anggota Konstituante, sedangkan H. Udin Sjamsuddin terpilih sebagai anggota DPR hasil pemilihan umum pertama di Indonesia tahun 1955.

Pada era Orde Baru sampai era Reformasi, Al Washliyah bersikukuh menjadi organisasi yang bersifat independen, dalam arti tidak berpolitik praktis, bukan suatu partai politik dan bukan menjadi bagian dari partai politik tertentu, dan kembali ke khittahnya sebagai organisasi sosial keagamaan yang berdedikasi bagi umat, bangsa dan negara terutama melalui bidang pendidikan, dakwah dan amal sosial.

Tetapi, kader-kadernya tampil sebagai tokoh nasional, tersebar di berbagai partai politik. Al Washliyah memiliki sejumlah ilmuwan bergelar Doktor bahkan Profesor yang mengabdikan ilmu mereka di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri. Dalam bidang ekonomi khususnya bidang pertanian, Al Washliyah memiliki sejumlah pengusaha sukses.

Intinya seluruh kader Al Washliyah telah berdedikasi bagi agama, bangsa dan negara dalam seluruh sektor kehidupan manusia di Indonesia.

Hadirin dan hadirat sekalian!

Bulan maret 2021 yang lalu, Alhamdulillah kita berhasil dan sukses menyelenggarakan Muktamar Al Washliyah ke-XXII di tengah badai pandemi Covid-19 yang bahkan belum usai sampai hari ini. Tentu saja, dukungan seluruh warga Al Washliyah dari seantero negeri dan kepercayaan pemerintah Republik Indonesia selama ini membuat pelaksanaan muktamar tersebut berjalan sukses dan lancar.

Kita juga harus bangga mengingat acara muktamar tersebut dapat dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, setelah sekian lama momen muktamar Al Washliyah tidak dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia. Syukur Alhamdulillah, muktamar kali ini terlaksana dengan penuh khidmat dan didasarkan ukhuwah marhamah dan rasa solidaritas dan persaudaraan yang tinggi, sehingga berhasil melahirkan berbagai keputusan strategis, antara lain : Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga (AD &ART), struktur kepengurusan, dan program kerja organisasi.

Selanjutnya Pengurus Besar Al Washliyah telah berhasil membentuk majelis-majelis dan lembaga-lembaga otonom sesuai amanah muktamar yang diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja organisasi. Kita patut bersyukur, hasil muktamar kali ini telah menempatkan kader-kader terbaik organisasi sebagai pengurus agar membuat Al

Washliyah dapat meningkatkan dedikasinya bagi umat, bangsa dan negara dalam berbagai aspek kehidupan. Kita berkomitmen agar Al Washliyah kembali bangkit dan terus berkontribusi bagi agama, bangsa dan negara, mulai dari tingkat lokal sampai ke pentas nasional bahkan internasional.

Hadirin dan hadirat sekalian!

Alhamdulillah saat ini kita sudah memiliki 29 Pengurus Wilayah (PW) dari 34 Propinsi dan 2 Perwakilan luar negeri. Keberadaan dua perwakilan luar negeri ini semakin menunjukkan bahwa Al Washliyah sudah mulai bergerak, bukan saja di pentas nasional, tetapi juga di pentas internasional. Semua ini sekaligus juga membuktikan bahwa jaringan pengurus, kader dan simpatisan Al Washliyah tersebar di seantero Nusantara bahkan di luar negeri. Potensi kader Al Washliyah sungguh luar biasa, dan sampai saat ini mereka juga telah memberikan sumbangsih tak terkira bagi kemajuan agama, bangsa dan negara.

Saat ini kita secara konsisten terus membenahi kualitas dan kuantitas usaha-usaha organisasiterutama dalam bidang pendidikan dengan berusaha membenahi dan meningkatkan perhatiannya untuk 704 unit madrasah dan sekolah yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah dan Bali.

Secara terperinci, kita memiliki 234 Taman Kanak-kanak, 81 Sekolah Dasar, 96 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 48 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 138 Madrasah Tsanawiyah (MTs), 12 Sekolah Menengah Atas (SMA), 28 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 67 Madrasah Aliyah (MA).

Kita juga memiliki 10 perguruan tinggi yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan, yakni UNIVA Medan, UNIVA Labuhanbatu, UMN Al Washliyah, STISIP Al Washliyah Banda Aceh, STIKIP Al Washliyah Banda Aceh, STAI Al Washliyah Banda Aceh, STAI Al Washliyah Takengon, STIT Al Washliyah Binjai, STIE Al Washliyah Sibolga dan STAI Al Washliyah Barabai.dan 1 unit Sekolah Tinggi Agama Islam Ar Ridho di Rokan Hilir Riau menyatakan dirinya dibawah pembinaan PB Al Washliyah.

Selain itu pada priode yang lalu PB sudah mengadakan peletakan batu pertama pendirian Kampus Al Washliyah di Sangeti Propinsi Jambi.

Hadirin yang kami muliakan.

Alhamdulillah pada hari ahad, 28 November 2021| Rabiul Akhir 1443, kita telah meletakkan batu pertama pendirian kampus Al Washliyah pertama di pulau Jawa, tepatnya di Desa Dalung, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Provinsi Banten. Insya Allah kita juga berazam akan membangun Perguruan Tinggi di Wilayah Jawa Barat, di Pulau Sulawesi dan Kalimantan.

Dalam bidang dakwah kita tetap konsisten dengan dakwah pedesaan dan alhamdulillah sudah mendirikan beberapa Masjid an Al Washliyah sebagai bagian dakwah yang menyentuh langsung masyarakat. Untuk amal sosial kita berupaya membenahi 9 unit panti asuhan kita dan kedepan akan memberikan pelayanan sosial bagi semua Pengurus Al Washliyah dengan membentuk wadah Ta’awun Marhamah, sdgkan untuk pemberdayaan ekonomi umat kita akan optimalkan jangkauan BPRS Al Washliyah dan menggerakkan ALZIS,{ Al Washliyah Zakat,Infak dan Shadaqoh}, serta Wakaf produktif, selain pendirian koperasi untuk anggota organisasi.

Kita bersyukur memiliki banyak kader potensial dari kalangan generasi muda (pelajar dan mahasiswa) yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi di masa mendatang, dan ini belum lagi termasuk kader-kader potensial yang tergabung dalam

Muslimat Al Washliyah, Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA), Angkatan Puteri Al Washliyah (APA), Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH), dan Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA). Tentunya, Al Washliyah sejak awal berdiri di era penjajahan Belanda sampai era reformasi saat ini terus memiliki komitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Semua ini tentu, di antaranya, didasari oleh semangat yang digelorakan oleh salah seorang pendiri Al Washliyah, yakni Ustaz H. M. Arsjad Th. Lubis yang mengatakan “tumpukanlah perhatianmu lebih dahulu kepada usaha-usaha yang muttafaq ‘alaih (usaha-usaha organisasi yang diperinci dalam Anggaran Dasar Al Washliyah) itu. Pesan ini saya iringi dengan doa mudah-mudahan Tuhan selalu mencucuri kita dengan hidayah, taufik, rahmat dan berkah-Nya. Amin.”

Hadirin dan hadirat sekalian!

Saat ini, umat manusia sudah memasuki era revolusi industri 4.0, dan tengah menghadapi hantaman badai pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda. Melihat dua di antara banyak tantangan kontemporer seperti ini, Al Washliyah harus sigap memberikan respons dan mampu beradaptasi dengan kondisi terkini. Dalam konteks revolusi industri 4.0, Kita harus mampu beradaptasi dengan kehidupan yang serba digital. Era digital seperti saat ini seharusnya menjadi momentum bagi Al Washliyah untuk tampil menjadi organisasi maju dan bertaraf internasional mengingat tidak ada lagi sekat-sekat negara dan wilayah sebagai dampak dari perkembangan mutakhir dalam bidang teknologi informasi.

Maka, kita sebagai pengurus dan kader Al Washliyah diharapkan lebih mampu untuk melihat hal ini sebagai peluang, dapat memahami dan menggunakan teknologi, khususnya teknologi komunikasi dan informasi ini untuk semakin memajukan Al Washliyah . Bahkan kita saat ini dituntut untuk mampu berinovasi dalam menciptakan teknologi tepat guna lainnya utk membesarkan dan membuat Al Washliyah semakin eksis.

Dalam menyikapi pademi Covid-19, Al Washliyah tetap tampil sebagai organisasi yang turut mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi, dan semakin kreatif dalam memajukan amal usaha organisasi terutama dalam bidang pendidikan, dakwah, amal sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. Pamungkasnya, Kita Al Washliyah harus hadir dan berkontribusi dalam pembangunan nasional di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hadirin dan hadirat sekalian!

Slogan atau motto kita di Al Washliyah adalah “Jayalah Al Washliyah zaman berzaman” sering menjadi take line dalam setiap kegiatan Al Washliyah. Jika kita renungkan lebih dalam sedikit, slogan atau motto ini tentu mengandung arti yang sangat optimis, dan mengandung nilai semangat yang ekstra tinggi, untuk tetap menjaga eksistensi organisasi Al Washliyah itu sendiri. Tetapi, di sisi lain, motto ini juga mengandung arti bahwa dibutuhkan kerja keras yang luar biasa dari seluruh pengurus dan kader (anggota) jamaah Al Washliyah (Washliyin) untuk menjaga eksistensi atau keberadaan organisasi tersebut.

Apa yang harus kita lakukan?

Dalam menuju satu abad Al Washliyah yang kurang dari 10 tahun ke depan, sebaiknya kita para pengurus dan kader Al Washliyah kembali bersatu untuk beradaptasi dengan keadaan atau zaman yang sedang berlaku saat ini. Sudah seharusnya kita pengurus dan para kader Al Washliyah memberikan apa yang kita mampu berikan, dan mampu untuk dilakukan demi kemajuan organisasi Al Washliyah demi kemaslahatan Islam dan rakyat lndonesia.

Saatnya para pengurus khususnya (pengelola unit unit usaha organisasi) untuk tidak mengedepankan ambisi pribadi dengan menggunakan atribut organisasi Al Washliyah sebagai kendaraannya. Kepada kita para pengurus dan para kader Al Washliyah yang telah diberi amanah baik lewat Muktamar, Muswil, Musda, Muscab kami mengajak untuk meningkatkan keikhlasannya, serta semakin cerdas, tidak egois, tetap mengedepankan ukhuwah, kebersamaan dan keberpihakan pada kemajuan organisasi seperti cara berorganisasinya para pemuda cerdas dan ikhlas pendiri, pengurus dan para kader Al Washliyah, 91 tahun yang lalu.

Perubahan dan perkembangan harus tetap mampu untuk dilakukan atau dijalankan oleh kita sbg pengurus dan kader Al Washliyah, jika Al Washliyah ingin tetap bertahan dengan eksistensinya zaman berzaman, tentu saja dengan kualitas SDM dan kualitas keorganisasian yang jauh lebih baik.

Apa yang sudah dikerjakan Al Washliyah bahkan diakui dan diapresiasi oleh Presiden
Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, saat memberikan arahan pada pembukaan Muktamar Al Washliyah ke-XXII di Jakarta, dimana Presiden mengatakan:

“… saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, sudah hampir 91 tahun Al Jam’iyatul Washliyah mengiringi perjalanan sejarah bangsa kita, Indonesia. Atas sumbangsih Al Washliyah, turut mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki. Sejarah telah mencatat, Al Washliyah telah berkontribusi besar dalam pencerahan umat di pelosok-pelosok desa, di seluruh Nusantara, melalui berbagai kegiatan tarbiyah dan tabligh di daerah-daerah.

Spirit dakwah Al Washliyah sangat relevan untuk menjawab dan mengatasi tantangan kebangsaan hari ini, mempersatukan dan memperkuat persaudaraan di tengah perbedaan-perbedaan serta mengembangkan budaya moderasi dalam kehidupan beragama dan berbangsa. Nilai-nilai luhur ini harus terus kita tanamkan kepada generasi muda kita, menjadi generasi Al Washliyah, generasi yang menghubungkan antar sesama, antar bangsa dan antar peradaban. Inilah kunci untuk menjadi bangsa pemenang di era disrupsi dan inovasi sekarang ini …”

Hadirin dan hadirat sekalian!

Akhirnya, selamat milad Al Jam’iyatul Washliyah ke-91 tahun. Semoga Al Washliyah semakin terus maju zaman berzaman, senantiasa berdedikasi bagi agama, bangsa dan negara secara konsisten, dan semakin meneguhkan perannya sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Nashrun minallâh wa fathun qarîb wa basysyiril mu’minîn.
Wassalâmu‘alaikum wr.wb.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *