Kolaborasi Plus Integrasi UINSU, Modal Penting Majukan Kota Medan Oleh Salahuddin Harahap - Waspada

Kolaborasi Plus Integrasi UINSU, Modal Penting Majukan Kota Medan Oleh Salahuddin Harahap

  • Bagikan

Kehadiran ilmu pengetahuan diyakini dapat mengurai dan menjawab persoalan yang terhubung secara integratif itu harus pula terintegrasi secara komprehensif melebihi kompleksitas permasalahan…

Kemajuan suatu daerah atau suatu kota sangat ditentukan salah satunya oleh visi dan misi pemimpin yakni Bupati atau Walikota terpilih. Semakin terang visi dan misinya, akan semakin kuat peluang dan harapan bagi majunya daerah atau kota tersebut. 

Sejatinya, visi dan misi harus disimpul dari pengyaan yang mendalam serta komprehensif atas akar masalah serta potensi yang dimiliki. Sehingga penyelenggaraan visi dan misi tersebut dapat menjadi alternatif jawaban atau penyelesaian atas problematika yang dihadapi.

Wali Kota Medan terpilih Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM telah memutuskan Medan Berkah sebagai visinya dengan menetapkan kolaborasi sebagai metode, pendekatan serta strategi pencapaiannya. Kolaborasi sendiri dapat dilihat sebagai intisari dari kesadaran demokrasi yakni kebersamaan, kebersatuan dan kesetaraan. 

Semboyan kolaborasi mengisyaratkan pentingnya kesadaran bersama bahwa yang paling memahami akar persoalan serta yang paling mengenali potensi yang dimiliki suatu daerah atau suatu kota, adalah mereka yang mendudukinya atau berdomisili di dalamnya.

Lebih jauh, kolaborasi menekankan bahwa yang paling berhak dan paling bertanggungjawab atas lahirnya persoalan yang dihadapi daerah atau kota, serta pencarian solusi terhadapnya adalah mereka yang diakui secara sah sebagai penduduknya. 

Sehingga tidak ada diskrimansi kepada salah satu individu, kelompok, strata, instansi bahkan posisi dan kedudukan yang ada dalam hal pengatasan masalah yang dihadapi oleh suatu daerah atau kota. Begitu pun juga, tidak ada istilah oposisi dalam memajukan pembangunan di kalangan penduduk suatu daerah atau suatu kota.

Kesadaran kritis ini yang diduga mendorong Wali Kota Medan untuk secara serius menumbuhkan perhatian, kepedulian, partisipasi, peran serta setiap orang, setiap kelompok, setiap segmen serta setiap instansi untuk secara kolaboratif hadir membangun dan memajukan Kota Medan. 

Tidak ada yang paling mampu dan paling berpeluang untuk menjawab persoalan dan memajukan Kota Medan melebihi masyarakatnya, penduduknya dalam profesi apa pun serta dalam jabatan apa pun yamg sedang diperankannya. Kesadaran kolaboratif ini diduga akan menjadi modal penting dalam memajukan Kota Medan menuju Medan Berkah.

Pada sisi lain UIN Sumatera Utara di bawah kepempimpinan Prof Dr Syahrin Harahap, MA sebagai Rektor, telah menetapkan integrasi ilmu (integration of knowledge) sebagai salah satau metode, pendekatan serta strategi pengembangan ilmu pengetahuan.

Prof Syahrin Harahap mempopulerkan istilah “Wahdatul ‘Ulùm” untuk mewakili semangat serta kesadaran integrasi ini. Secara sederhana istilah integrasi mengisyaratkan adanya pemahaman, kesadaran bahkan keyakinan bahwa tidak ada satu bidang ilmu pun yang benar-benar mandiri dan terpisah dari displin ilmu lainnya.

Demikian pula halnya, tidak ada satu permasalahan pun yang dialami masyarakat yang benar-benar hadir secara mandiri dan terpisah dari permasalahan lainnya. Setiap persoalan terhubung secara langsung maupun tidak langsung dengan persoalan lainnya baik pada satu dimensi maupun dalam berbagai dimensi yang mengitari kehidupan manusia.

Dengan begitu, kehadiran ilmu pengetahuan sebagai yang diyakini dapat mengurai dan menjwab persoalan yang terhubung secara integratif itu harus pula telah terintegrasi secara komprehensif melebihi kompleksitas permasalahan yang dihadapi.

UIN Sumatera Utara akan secara concern membangun integrasi ilmu pengetahuan ini secara hierarkis mulai dari ontologi, epistemologi hingga aksiologinya. Setiap disiplin ilmu akan diintegrasikan secara bertingkat mulai dari paradigma menuju teori, dari teori menjadi konsep untuk seterusnya menjadi metode, pendekatan bahkan strategi pengatasan atau jawaban atas permasalahan kehidupan.

Dalam konteks ini, kesadaran integrasi yang diusung oleh Rektor UIN Sumatera Utara Prof Syahrin Harahap dapat dilihat sebagai duet strategis dengan kesadaran kolaboratif yang diusung oleh Walikota Medan Bobby Nasution.

 Jika dua kesadaran ini dapat disinergikan secara baik akan menjadi modal penting dalam mewujudkan percepatan pembangunan Kota Medan pada berbagai dimensinya. Integrasi dan kolaborasi diduga akan menyisakan tidak banyak lagi hambatan bagi perbaikan dan pembaruan Kota Medan menuju Medan Berkah.

Penutup

Komitmen Wali Kota Medan bersama Rektor UIN Sumatera Utara untuk bersinergi dalam memajukan Kota Medan lewat pemberdayaan masjid, pemberdayaan SDM serta penegakan moderasi beragama sebagaimana yang telah diselenggarakan baru-baru ini patut diapresiasi dan diberi dukungan secara optimal oleh seluruh masyarakat Kota Medan dan segenap civitas akademika UIN Sumatera Utara. Salam 

  • Bagikan