“Judi Online Itu Kejahatan Cybercrime” - Waspada

“Judi Online Itu Kejahatan Cybercrime”
Wakil Ketua MPU Aceh, Dr. Tgk. H. Muhibbuththabary, M.Ag:

  • Bagikan

JUDI dalam Bahasa Arab disebut maisir. Secara etimologi, pengertian judi adalah permainan dengan memakai uang atau barang sebagai taruhan. Dan secara terminology, judi adalah transaksi yang dilakukan oleh dua pihak untuk pemilikan suatu barang atau jasa yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain dengan cara mengaitkan transaksi tersebut dengan suatu aksi atau peristiwa.

Kemudian, Wakil Ketua MPU Aceh, Dr. Tgk. H. Muhibbuththabary, M.Ag saat dikonfirmasi Waspada usai mengisi materi tentang Judi Online pada kegiatan Muzakarah Masalah Keagamaan Kabupaten Aceh Utara Tahun 2021 di Masjid Al Mukhlisin Sampoiniet, Kecamatan Baktya Barat, Senin (22/11) menyebutkan, maisir adalah perbuatan yang mengandung unsur taruhan dan untung-untungan yang dilakukan dua pihak atau lebih.

Kemudian, munculnya kesepakan bahwa pihak yang menang akan mendapatkan bayaran tertentu dari pihak yang kalah. “Persoalan ini telah diatur dalam Qanun Jinayah 6/2014 pasal 1,” sebut Wakil Ketua MPU Provinsi Aceh itu.

Lebih jauh, Dr. Tgk. H. Muhibbuththabary, M.Ag mengupas persoalan judi online yang sedang marak terjadi dalam lingkungan masyarakat. Kata dia, judi online merupakan bagian komunitas komersial terbesar saat ini. Cukup banyak situs di internet yang menyesiakan fasilitas perjudian baik dengan cara klasik maupun modern. Permainan judi model ini menjanjikan banyak keuntungan bagi pelaku dan pemilik situs.

“Semua bentuk judi itu haram. Ini sesuai dengan Firman Allah Swt dalam Surat Al Baqarah ayat 219 yang artinya, mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi, katakanlah, pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya,” sebut Tengku Muhibbuthtabhary.

Kemudian, orang nomor dua dalam jajaran MPu Aceh itu juga membacakan Firman Allah Swt dalam Surat Al-Maidah ayat 90 yang artinya, hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan oanah, adalah termasuk perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

Agar aktifitas perjudian baik dengan cara-cara klasik maupun dengan cara modern yang menggunakan situs di web internet dapat dipadamkan, Tengku Muhibbuthtabhary kembali menyampaikan Fatwa MPU Aceh Nomor 1 Tahun 2016 di hadapan peserta muzakarah keagamaan itu.

Dalam Fatwa MPU Aceh menyebutkan, judi online itu permainan yang memasang taruhan uang atau bentuk lainnya melalui media internet dan media social lainnya dan hukumnya haram. Karena itu, pemerintah dan masyarakat wajib memberantas segala jenis perjudian. Pemerintah diwajibkan untuk melakukan sosialisasi yang lebih intensif tentang bentuk sosialisasi yang lebih intensif tentang bentuk dan bahaya negatif dari judi online.

Pemerintah juga diminta untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan teknologi internet media internet, kemudian segera memblokir situr-situs porno dan yang terindikasi dalam kegiatan perjudian. Kemudian, masyarakat harus mengawasi dan melaporkan kegiatan perjudian kepada pihak berwajib.

Perlu diketahui, sebut Tengku Muhibbuthtabhary, judi online itu termasuk kejahatan cybercrime dalam bentuk kpenggunaan dan pemanfaatan jaringan computer untuk tujuan criminal berteknologi tinggi, dengan menyalahgunakan kemudahan teknologi digital.

Tengku Muhibbuthtabhary mengajak semua masyarakat untuk melihat dan membaca kembali, Undang-undang 19 Tahun 2016 tentang ITE, pasal 27 yang menyebutkan bahwa, setiap orang dengan senagaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan mengakses informasu elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjuadian.

“Sudah jelas bukan, bahwa judi online itu perbuatan yang melanggar hukum, dan bahkan judi online dinyatakan sebagai tindakan kejahatan cybercrime,” demikian Tengku Muhibbuthtabhar.

Maimun Asnawi, S.Hi.,M.Kom.I

Waspada/Maimun Asnawi

Wakil Ketua MPU Provinsi Aceh, Dr.Tengku H Muhibbuthtabhary, M.Ag, Senin (24/11) memberikan materi pada kegiatan Muzakarah Keagamaan di Kabupaten Aceh Utara Tahun 2021 di Masjid Baitul Mukhlisin Sampoiniet, Kecamatan Baktiya Barat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *