Waspada
Waspada » Bahaya Narkoba Di Tengah Pandemi
Opini

Bahaya Narkoba Di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 ini sangat rentan memicu stres bagi beberapa orang yang tertekan dengan keadaan. Kondisi stress ini pula dapat memengaruhi seseorang untuk terjerumus menggunakan atau terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba

Pandemi Covid-19 seperti terus mengalami tahapan yang semakin mengkhawatirkan. Angka masyarakat yang terinfeksi virus corona dari waktu ke waktu semakin bertambah. Laporan yang disampaikan dari satuan tugas yang menangani pandemi ini sepertinya semakin membuat orang bertambah khawatir untuk beraktivitas secara normal.
Meski berbagai sektor menjadi terganggu seperti sektor pendidikan, ekonomi dan sebagainya, yang membuat kehidupan masyarakat tidak bisa berjalan secara normal, namun kiranya kita tetap harus waspada terhadap ancaman Narkoba. Karena meskipun pandemi sedang berlangsung dengan kondisi yang membahayakan, namun ternyata aktivitas perdagangan Narkoba tidak juga berhenti.
Sebelum pandemi berlangsung, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan bahwa
prevalensi penyalahgunaan NAPZA pada periode 2017 hingga 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen. Kenaikan ini dipicu karenna adanya penyalahgunaan narkotika jenis baru. (Natalia & Humaedi, 2020)
karenanya, jumlah pengguna Narkoba dari waktu ke waktu juga dapat dikatakan bertambah, dan pasokkan Narkoba sepertinya tidak mengalami gangguan di masa pandemi Covid-19. Para pengedar, baik dalam skala kecil maupun skala yang lebih besar tampaknya masih tetap bekerja meski keadaan belum normal karena pandemi.
Permasalahan Narkoba ini masih menjadi hal yang dapat dikategorikan rumit dan kompleks. Karena urgensi di dalamnya yang tidak bisa dipungkiri kalau seandainya para pengguna penyalahgunaan Narkoba hanya dibiarkan saja maka akan bia berdampak sangat buruk bagi orang yang menjadi korbannya. Selain itu, penyalahgunaan Narkoba juga dapat mengancam orang yang berada di sekitarnya. Faktanya penysebaran Narkoba yang terjadi selama ini cukup sulit dikontrol. Hal ini disebabkan karena para pengedar dan pemakai seperti tidak mengenal keadaan dan situasi, tak terkecuali ketika pandemic Covid-19 sedang berlangsung. Malam peredaran Narkoba yang terjadi di tengah pandemi Covid-19 justru semakin serius. Hal tersebut karena tidak hanya satu masalah saja yang sedang dihadapi, tetapi menjadi dua masalah
sekaligus, yaitu masalah peredaran Narkoba dan masalah pandemi Covid-19. (Natalia & Humaedi, 2020)
Kita tentu bersyukur karena pihak kepolisian sebagai pengemban amanat Kamtibmas juga tidak berhenti bekerja menindak berbagai kegiatan penyalahgunaan Narkoba. Namun masyarakat harus membangun kewaspadaan bersama dalam menghadapi bahaya Narkoba yang sudah mengancam sejak lama.
Pandemi yang terjadi dengan bahaya Narkoba dapat dikatakan memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Individu dalam masyarakat dapat merasa tertekan dengan kondisi pandemi yang terjadi. Hal ini karena banyaknya berbagai pembatasan di mana-mana, dan dalam berbagai sektor.
Pandemi Covid-19 ini, misalnya sangat rentan memicu stres bagi beberapa orang yang tertekan dengan keadaan. Kondisi stress ini pula dapat memengaruhi seseorang untuk terjerumus menggunakan atau terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba. Hal ini selaras dengan penelitian yang menyebutkan baha salah satu faktor penyalahgunaan Narkoba adalah karena pengaruh stres secara psikologis (Kholik dkk,2014).
Dalam rangka professor mengabdian, penulis telah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergei). Tujuan kegiatan ini adalah selain dalam rangka pengabdian masyarakat sebagai kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, juga ikut serta membentengi masyarakat dari ancaman Narkoba.
Dalam kegiatan ini mengajak masyarakat, terutama kaum muda untuk secara aktif dan proaktif mencegah dan menanggulangi Narkoba pada kelompok remaja. Tidak ada cara lain, upaya pencegahan dengan pemahaman tentang bahaya Narkoba harus dilakukan sejak dini agar tidak menimbulkan permasalahan remaja di kemudian hari.
Masyarakat sebagai kontrol sosial mempunyai peranan penting dan bertanggungjawab dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan Narkoba di kelompok remaja melalui pelatihan kader remaja. Namun tentunya harus ada stimuli atau rangsangan yang secara terus menerus mengajak masyarakat untuk ikut aktif memerangi Narkoba. Di sinilah peran pemerintah dan berbagai stakeholders bangsa, termasuk pihak perguruan tinggi.
Melalui penyuluhan tentang pemahaman tentang pencegahan dan penanggulangan Narkoba diharapkan masyarakat Desa Sei Rampah memahami tentang bahaya yang diderita akibat penyalahgunaan Narkoba, jenis jenis dan macam-macam narkotika serta bagaimana cara menanggulanginya. Metode pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba yang paling efektif dan mendasar adalah metode promotif dan preventif. Upaya yang paling praktis dan nyata adalah represif dan upaya yang manusiawi adalah kuratif serta rehabilitatif.
Dari kegiatan Professor Mengabdi ini kemudian dapat ditindaklanjuti dengan dibentuknya kelompok remaja anti Narkoba. Kelompok remaja ini nantinya akan yang menjadi kelompok yang menularkan hidup sehat dengan menjauhi Narkoba dari kehidupan masyarakat sehingga tujuan hidup masyarakat sehat sejahtera akan lebih dapat dicapai.

Penuli adalah Guru Besar Fisip USU Dan STIK-P Medan.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2