Yunus Nusi Siap Jalankan Amanah PSSI - Waspada

Yunus Nusi Siap Jalankan Amanah PSSI

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Yunus Nusi (foto), resmi menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal PSSI menggantikan Ratu Tisha yang mengundurkan diri.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyebut penunjukan itu telah disetujui dalam rapat Exco dan berlaku per Senin (1/4). Menurut Iriawan, Yunus merupakan sosok tepat dan pantas mengisi posisi tersebut karena memiliki banyak pengalaman di sepakbola.

“Dengan pengalaman dia di sepakbola, organisasi dan kemampuannya, sangat pantas jika saya memilih Yunus Nusi sebagai Plt Sekjen. Dia akan menjadi Plt Sekjen hingga terpilihnya Sekjen yang definitif,” tutur Iriawan.

Yunus Nusi sendiri mengakui masih menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. “Alhamdulillah, Ketum sudah mengumumkan secara resmi Plt Sekjen PSSI. Iya masih Exco, merangkap. Saya siap jalankan amanah ini sesuai kaidah-kaidah organisasi,” ucapnya.

Yunus menganggap pekerjaan sebagai seorang Sekjen PSSI bukanlah hal yang sulit. Terlebih, ia sudah berpengalaman di keorganisasian federasi sepakbola Indonesia sejak lama.

Di era kepemimpinan Johar Arifin dan La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua Umum PSSI, Yunus sudah memainkan perannya sebagai pengurus. Begitu juga saat Edy Rahmayadi menempati pucuk pimpinan PSSI, Yunus naik menjadi Exco. “Yang berat (jadi Sekjen PSSI) itu tanggungjawabnya,” ucap Yunus.

Sebagai Plt Sekjen, Yunus mengaku tugasnya masih fokus di internal kesekjenan. Belum mengurusi kelanjutan persiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

“Tugas yang diberikan Ketum atas amanah Konggres PSSI. Tugas yang diberikan Ketum kepada saya lebih kepada pembenahan dan pengendalian administrasi kesekjenan. Evaluasi dan pemantapan struktur keorganisasian di Kesekjenan, pembinaan personel dan staf di internal sekretariat PSSI,” jelasnya.

Yunus Nusi sendiri telah menjadi anggota Exco PSSI sejak 2016. Pria asal Gorontalo tersebut juga masih menduduki kursi Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Timur. Sudah dari 2013 Yunus mengemban tanggung jawab itu.

Kemudian, laki-laki kelahiran Gorontalo, 30 Januari 1970 ini juga pernah menjadi Direktur Bisnis Persisam Samarinda pada periode 2009-2014.

Bukan cuma sepakbola, Yunus Nusi sempat aktif menjadi Sekretaris Umum Taekwondo Indonesia Kaltim periode 2001-2009, lalu pengurus KONI Kaltim tahun 2006-2014 dan Sekretaris Bidang Pertandingan PB PON Kaltim 2008.

Dia juga pernah ikut berada dalam pusaran konflik PSSI pada 2011 silam. Saat itu Yunus Nusi menjadi salah satu pendukung George Toisutta dan Arifin Panigoro menjadi Ketua Umum PSSI dan wakilnya.

            Dukungan tersebut untuk menggeser kepengurusan lama yang diketuai Nurdin Halid pada waktu itu. Yunus Nusi kerap melontarkan kritik keras kepada kepengurusan PSSI Pusat kala itu mengatasnamakan aspirasi sepakbola dari Kalimantan Timur.

Meski demikian dia sempat mendapat tentangan dari sejumlah pihak yang mengklaim dari Majelis Pemerhati Sepakbola Kalimantan Timur (MPSK).

Dengan ditunjuknya Yunus Nusi sebagai pelaksana tugas Sekjen, maka resmi pulalah Ratu Tisha Destria berhenti dari jabatan Sekjen PSSI.

Ratu Tisha sendiri sudah mengajukan pengunduran diri sejak Senin (13/4). Namun persetujuan atas pengunduran diri tersebut baru dilakukan dalam rapat Exco.

Penunjukan Yunus Nusi pun mendapat dukungan dari Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta, Uden Kusuma Wijaya. Dia menilai Yunus Nusi layak menjadi Plt Sekjen PSSI. “Yunus Nusi itu tokoh yang sudah dikenal di kalangan Asprov. Dia bukan orang baru di sepakbola,” ujar Uden.

Uden yakin pengalaman Yunus Nusi di klub dan Asprov membuatnya lebih terbuka dan mampu berkomunikasi dengan para anggota PSSI tersebut. Komunikasi, dia melanjutkan, menjadi kelemahan Sekjen sebelumnya yang dijabat Ratu Tisha Destria.

“Ada semacam ketidakharmonisan komunikasi sehingga sangat sulit dikontak. Mudah-mudahan dengan figur Pak Yunus, paling tidak, bisa menjembatani PSSI dengan Asprov dan klub-klub agar komunikasi lebih intens dan lebih familier,” katanya. (m42/ant/ccni)

  • Bagikan