Waluyo Santoso Jadi PNS Karena PSMS - Waspada

Waluyo Santoso Jadi PNS Karena PSMS

  • Bagikan
Waspada/Arianda Tanjung

MEDAN (Waspada): Wiluyo Santoso (foto), satu dari sekian banyak mantan pemain PSMS Medan yang kini bertatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menurut Wiluyo, dirinya bisa menjadi seorang PNS karena sukses bermain bersama skuad Ayam Kinantan.

Pria yang akrab disapa Waluyo ini mengaku bermain untuk PSMS menjadi suatu kebanggaan yang tidak bisa dilupakan seumur hidupnya. Selain sukses bermain di tim besar era Perserikatan, Waluyo juga meraih kehidupan yang layak dengan menjadi PNS.

“Harus diakui bermain di PSMS menjadi salah satu faktor penting saya bisa menjadi PNS di Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut saat ini, selain memang bisa membawa PS Pemdasu juara di sejumlah turnamen. Makanya saya tidak mungkin bisa melupakan pengalaman bermain di PSMS,” kata Waluyo yang membela PSMS di era tahun 1980-an ini, Jumat (5/3).

Diakui Waluyo, dahulu banyak pesepakbola Sumut bahkan di luar Sumut yang ingin main di PSMS. Itu yang membuat persaingan ketat, baik sebelum masuk atau sudah menjadi bagian dari tim PSMS.

“Misalnya kalau mau jadi skuad inti, harus bersaing dengan nama-nama besar seperti Ponirin Meka, Jampi Hutauruk, dan lainnya. Bermain satu tim dengan mereka saja pun saya sudah bangga” ucap mantan pemain PSMS yang berposisi kiper ini.

Lanjutnya, beda dengan saat ini pemain prioritasnya lebih kepada finansial. Hal itu tidak salah, karena saat ini realitanya memang seperti itu. Sepakboal sudah profesional.

“Hanya saja memang akhirnya kalau berbicara finansial, semangat untuk membela PSMS terkadang berkurang. Hal ini tidak terlepas pemain PSMS didominasi anak luar daerah,” katanya.

Untuk itu, dirinya berharap ke depan PSMS dapat berbenah dan mampu berprestasi lagi. “Warga Sumut rindu PSMS berprestasi. Saya dan kita semua berharap PSMS berbenah dan berprestasi lagi,” ujar pemain yang membawa PSMS menjadi finalis Perserikatan 1992.

Waluyo bercerita kalau dia membela PSMS mulai tahun 1987 hingga 1990. Sebelum bergabung dengan PSMS, dia sempat bermain di Mercubuana pada 1984 dan tim lainnya

“Sebenarnya saya masuk ke PSMS itu karena bermain baik di kompetisi internal PSMS, di mana saat itu saya main untuk Sahata. Karena mungkin dinilai bagus, saya dipanggil mengikuti seleksi masuk PSMS dan akhirnya terpilih,” terangnya.

Setelah gantung sepatu, Maluyo mengaku tidak bisa lepas diri rutinitas sepakbola dan saat ini menjadi pelatih tim PPLPD Sumut. “Senang bisa melatih pesepakbola muda Sumut. Semoga mereka bisa menjadi pemain hebat dan kelak membela PSMS,” tutupnya. (m33)

 

  • Bagikan