Waspada
Waspada » UEFA Rela Tunda Euro 2020
Olahraga

UEFA Rela Tunda Euro 2020

PRESIDEN LFP Nathalie Boy de la Tour (kiri), optimis Ligue 1 Prancis bisa rampung. Yahoo Sport
PRESIDEN LFP Nathalie Boy de la Tour (kiri), optimis Ligue 1 Prancis bisa rampung. Yahoo Sport

NYON, Swiss (Waspada): Badan Sepakbola Eropa (UEFA) mendesak negara-negara anggotanya untuk mendahulukan kompetisi domestik di tengah ancaman pandemi Virus Corona.

Demi kepentingan dimaksud, UEFA bahkan rela menunda pemutaran Piala Eropa 2020 yang menurut jadwal akan bergulir di 12 negara pada 12 Juni s/d 12 Juli 2020.

“Krisis Corona juga menimbulkan konsekuensi olahraga dan keuangan yang sangat serius kepada semua pihak yang terlibat dalam cabang olahraga ini,” ucap pejabat di internal UEFA, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (15/3).

“Kami siap bekerjasama dengan para pemangku kepentingan lainnya demi mencari solusi bersama untuk semua masalah dalam cara yang konstruktif. Termasuk kompetisi-kompetisi klub internasional dan Euro 2020,” tambah pejabat dimaksud.

Liga domestik hampir di seluruh Eropa sudah menunda kompetisi sampai secepatnya 3 April mendatang, karena menyebarnya wabah Virus Corona. Kompetisi nasional dan benua juga dihentikan untuk sementara waktu.

Para wakil klub dan liga seluruh Eropa akan duduk bersama dengan federasi-federasi nasional masing-masing untuk konferensi video yang digelar UEFA, Selasa (17/3) malam.

Euro 2020 yang akan diikuti 24 tim dan empat tahun lalu dijuarai Timnas Portugal di Prancis pun bisa saja dimundurkan setahun demi memberi waktu lebih lapang kepada liga-liga domestik untuk menuntaskan musim kompetisi 2019/2020.

Sejumlah sumber mengungkapkan bahwa pertemuan itu akan mendengarkan tuntutan rencana lanjutan kompetisi. Fokus utamanya menuntaskan liga domestik ketimbang kekhawatiran terhadap Liga Champions, Liga Europa dan Euro 2020.

Badan Liga Eropa yang mewakili kompetisi-kompetisi nasional akan mengeluarkan pernyataan Jumat (20/3) depan. Poin terpentingnya adalah kompetisi domestik menuntaskan musim ini guna membatasi dampak negatif terhadap seluruh ekosistem sepakbola.

Sebelumnya, Presiden Olympique Lyonnais Jean-Michel Aulas menyerukan agar kompetisi Ligue 1 musim ini batal demi hukum. Direktur Jenderal Eksekutif Liga Sepakbola Prancis (LFP) Didier Quillot menjawabnya dengan mengyatakan semua aspirasi klub akan didengar dan ada kemungkinan liga digelar setiap tiga hari sampai 30 Juni.

Sedangkan Presiden LFP Nathalie Boy de la Tour masih yakin kompetisi Liga Prancis 2019/2020 tetap bisa dilanjutkan dan bahkan dirampungkan. Ligue1 masih menyisakan sedikitnya 10 laga lagi, kecuali Paris Saint-Germain dan Strasbourg yang punya satu partai tunda. Final Piala Prancis dan Piala Liga Prancis juga belum dimainkan.

“Saya pikir ada banyak opsi alternatif. Tetapi secara pribadi saya tidak mempertimbangkannya, sebab saya yakin kami akan bisa melanjutkan musim hingga akhir,” klaim Nathalie.

“Masih ada beberapa minggu ke depan dan kita punya kesempatan untuk memainkan beberapa pertandingan setiap pekannya. Jadi ada solusi alternatif untuk menyelesaikan musim dan itu yang kami prioritaskan,” tegasnya.

Fokus menuntaskan kompetisi domestik mencerminkan keprihatinan bahwa klub akan kehilangan uang yang sangat besar karena tidak menyelesaikan kompetisi, saat bersamaan mereka juga tetap harus membayar gaji pemain, pelatih dan sebagainya.

Ada juga komplikasi tambahan bahwa musim yang tidak tuntas akan menimbulkan pertanyaan mengenai kontestan Liga Champions dan Liga Europa musim depan.

Euro 2020 sudah menghadapi masalah playoff tersisa, sebanyak 16 negara masih memperebutkan empat tempat yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Maret dan 31 Maret. Badan Sepakbola Dunia (FIFA) sudah merekomendasikan semua pertandingan internasional pada periode itu harus ditunda.

FIFA juga menyatakan bahwa aturan yang biasanya mewajibkan klub untuk merilis pemain untuk pertandingan timnas, tidak akan diterapkan pada jendela internasional Maret/April mendatang. (m15/rtr/afp)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2