Waspada
Waspada » Tumsila: Sarman Sosok Setia Kawan
Olahraga PSMS Medan

Tumsila: Sarman Sosok Setia Kawan

SEJUMLAH mantan pemain PSMS foto bersama di depan jenazah Sarman Panggabean di rumah duka, Jl Jati 1 Medan, Selasa (14/1). Wapada/Arianda Tanjung

MEDAN (Waspada): Meninggal dunianya mantan pemain sekaligus pelatih PSMS Medan dan Timnas PSSI era 1970-an, Sarman Panggabean, menyimpan kenangan tersendiri bagi sejumlah pihak, termasuk rekan satu timnya di PSMS, Tumsila.

Tumsila menilai Sarman memiliki kontribusi besar atas sejumlah prestasi yang diraih PSMS di tahun 1960 hingga 1970-an. Sebut saja saat menjuarai Aga Khan Gold Cup, juara Piala Perserikatan, Juara Marah Halim Cup dan prestasi PSMS lainnya.

“Banyak prestasi bergengsi PSMS dapatkan berkat kontribusinya (Sarman). Dia juga memiliki sikap setia kawanan yang cukup tinggi. Jadi kalau dalam suatu laga ada insiden di lapangan, semisal pemain PSMS cedera, dia langsung membantu,” tutur Tumsila, Selasa (14/1).

“Itu yang tidak bisa saya lupa dari dia. Kalau kami main, dia juga sangat tahu bola-bola yang saya inginkan. Itu yang buat saya enak kalau main sama mendiang,” tutupnya.

Hal senada dikatakan mantan anak asuh Sarman Panggabean di PSMS pada tahun 1982, Sunardi A. Dia menilai mendiang merupakan sosok pelatih dan pemain yang teladan. Selain itu, dia juga menjadi panutan untuk pemain muda.

“Saya adalah anak asuhnya di PSMS. Banyak yang ditinggalkan mendiang kepada anak asuhnya, seperti trik-trik saat melawan tim yang kualitasnya baik. Dia orangnya lugas dan tidak pernah mundur ketika melawan tim-tim kuat Perserikatan lainnya,” katanya.

“Almarhum Kamarudin Panggabean menjulukinya Si Dogo Dogo (pemberani dan cerdas), itulah kesan yang saya dapat ketika sebagai pemain,” ucap Sunardi A.

Sebagai pelatih, lanjut Sunardi, Sarman menerapkan sikap disiplin, panatisme khas PSMS dan yang selalu memberikan motivasi kepada pemain. “Mendiang tidak suka dengan pemain salon. Itulah yang saya ketahui tentang sosoknya,” beber Sunardi.

Sarman Panggabean meninggal dunia dalam usia 73 tahun di RS Herna Medan, Senin (13/1) sore sekira pukul 16.35 WIB. Jenazah Sarman dikebumikan di Perkuburan Kristen Perumnas Mandala Medan pada Selasa (14/1) siang. (cat)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2