Tuan Rumah Pora XIV, Bupati Pidie Desak Pemprov Aceh Cairkan Dana Hibah Rp90 M

  • Bagikan

SIGLI (Waspada): Bupati Pidie Roni Ahmad MM (foto), Selasa (10/8), mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh segera mencairkan bantuan keuangan Rp90 miliar.

Menurut Abusyik sapaan akrab Roni Ahmad, dana senilai Rp90 miliar tersebut akan digunakan Pemkab Pidie untuk pembangunan sejumlah fasilitas olahraga di daerah itu, diantaranya Venue Pekan Olahraga Aceh (Pora) XIV 2022, Pidie Spot City Aquatic, dan beberapa lapangan cabang olahraga lainnya.

Menyusul belum cairnya bantuan keuangan Pemrov Aceh tersebut, Abusyik juga mempertanyakan keseriusan Pemrov Aceh dalam melaksanakan Pora ke XIV tahun 2022 di Kabupaten Pidie.

“Jangan sampai nanti Pemerintah Provinsi Aceh baru mencairkan uang bantuan itu ke kita pada April 2022. Kalau itu sempat apa yang bisa kita bangun,” katanya.

Sedangkan Pora, imbuh Abusyik digelar sekira Juni atau Juli 2022, itu ditargetkan semua fasilitas bangunan sudah siap dan para peserta Pora sudah hadir di Kabupaten Pidie.

“Karena itu kami mempertanyakan kepada Pemrov Aceh. Apakah Pemprov Aceh serius melaksanakan Pora 2022 di Kabupaten Pidie,” katanya.

Menurut Abusyik, alasan Pemrov Aceh belum dapat menyalurkan bantuan keuangan ke Pemkab Pidie selaku tuan rumah Pora 2022, karena belum siap revisi qanun.

Sejatinya, lanjut bupati Pidie Roni Ahmad, Pora 2022 program Pemerintah Provinsi Aceh yang memilih Kabupaten Pidie sebagai tuan rumah.

Sedangkan Pemkab Pidie hanya sebatas mempersiapkan lahan untuk dilakukan pembangunan semua insfrastruktur oleh Pemrov Aceh.

Pengadaan lahan dalam membangun semua insrastruktur itu, ujar Abusyik, dana join antara Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie. Dalam hal ini Pemrov Aceh juga memberikan dana, begitupun Pemkab Pidie menyiapkan anggaran.

“Jadi kita tidak semata-mata berharap pada mereka, tetapi ya program ini jelas-jelas program Provinsi Aceh,” katanya.

Lanjut Abusyik, sebagai tuan rumah Pora 2022, pihaknya mengajukan total aggaran senilai Rp 400 miliar lebih, namun senilai Rp90 miliar digunakan untuk pembangunan infrastruktur. (b06)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *