Topuk Bulu Dan Angkat Mariah - Waspada

Topuk Bulu Dan Angkat Mariah

  • Bagikan

BANG Uden dan pendukung keliling dusun untuk selebrasi kejayaan bulutangkis atas keberhasilan medali emas dan perunggu di pertemuan dusun antar benua.

Koko Chiepit, Incek Ofik, Ajo Makne, Udo Sap, bahkan Lae Hotang yang baru PPKM (Pergi Pulang Kampung Mertua) dari pegunungan Pakphak Dairi pun ikut bergabung. Meriah betul suasana dusun oleh gegap gempita sambutan warga atas kesuksesan itu. Tak mau kalah kalangan pendukung Angkat Mangangkat pun turut serta.

Bang Uden dan para peserta karnaval dadakan ini menggunakan ikat kepala dihiasi bulu ayam warna warni, termasuk bulu entok, angsa, ayam kalkun. Warga tidak keberatan dicabuti bulu ternaknya.

                                             

“Topuk Bulu…Yesss! Angkat Mangangkat… Yesss! Topuk Bulu Angkat Mangangkat mariaaah… ” Begitu yel yel mereka sepanjang jalan dusun diiringi lagu perjuangan Maju Tak Gentar dan Halo Halo Bandung.

Karnaval ini sangat memperhatikan prosedur Prokes Covid19. Bahkan tiap orang mengantongi sebotol kecil handsanitezer, memakai masker, membatasi warga yang ikut serta. “Payah kito karang jadi sasaran pungkang oleh PPKM (Persatuan Pemanjat Kelapa Mandiri), Alang Bobal lagi cari siasat ondal memungkang kito. Ayo! Patuhi Prokes,” teriak Bang Uden sesekali diambil alih Koko Chiepit.

Di halaman balai dusun berjejer papan bunga ucapan selamat untuk keberhasilan Topuk Bulu dan Angkat Mangangkat. Tiap papan bunga ada kartu nama kecil Vin&Wen Florist. Warga dusun tahu ini usaha bini Koko Chiepit.

Dasar akal pedagang, untuk menjaga stabilitas sosial politik dan mental kedusunan, Koko Chiepit diam diam pesan ke bininya papan bunga dari Alang Bobal Pembina PPKM. Koko Chiepit keluarkan uang dari uncangnya untuk membayar papan bunga Alang Bobal.

Alang Bobal yang awalnya cuek namun tetap menghindari keributan dengan tidak ke  warung Saonah dan bermain di tangkahan bersama para pemanjat kelapa, akhirnya merasa terusik karena namanya disebut sebut dalam karnaval berkonteks serangan psikologis.

Alang Bobal bergegas ke warung Saonah membawa parang,Cula pengupas kelapa dan batu asah. Lalu mengasah parang dan Cula kelapa di samping warung Saonah persis di tepi aliran sungai kecil itu.

“Ondak topuk bulu, bongkar bulu, cukur bulu, angkat tolur, angkat muko tak paduli odan! Tapi jangan ondak mancubo manyinggung odan. Orang tuh manjual odan mamboli. Mandi darah bakalang tanah pun siap!” Repet Alang Bobal.

Seketika komunitas pemanjat kelapa ditambah pendayung sampan, pelempar jala dan lainnya berkumpul di warung Saonah menunjukkan dukungan ke Alang Bobal seperti halnya juga kabar ini sampai ke Bang Uden dan kawan kawan yang karnavalnya bakal melewati warung Saonah.

Begitu derasnya postingan di media sosial sehingga kepala dusun segera mengumpulkan aparat dusun dan petugas kamtibmas, komandan siskamling, juru parkir, mandor sampan, tukang kutip pajak, mantri, bidan, dukun, mekanik kapal, para toke ikan, toke kelapa, toke kopi, pisang, kates, toke belacan, tokwdan lainnya.

Serta merta dilakukan penyekatan di beberapa tempat agar “virus baru” tidak sampai memecah belah ketentraman, kedamaian, ketertiban dusun. Penyekatan dibuat dengan garis ketat membagi dusun atas arah utara, selatan, barat, timur dan menutup alur pelayaran sungai dengan mengunci tuntas kegiatan pelayaran di tangkahan. Sampan dan kapal niaga diperkenankan sedangkan sampan motor kecil diparkirkan dengan manis.

Akhirnya hiruk pikuk Topuk Bulu dan Angkat Mengangkat terkonsenstrasi hanya di bagian barat dan utara, sedangkan posisi Alang Bobal dengan komunitas PPKM (Persatuan Pemanjat Kelapa Mandiri) di timur atau di warung Saonah. Bukan tanggung, penyekatan berlaku sepekan sejak kemeriahan Topuk Bulu.

Sejalan dengan itu negosiasi kepala dusun tercapai seusai sholat Jumat akhir pekan ini. Alang Bobal dan komunitas PPKM dibolehkan tour ke arah dataran tinggi atau hulu sungai atau ke arah selatan, sedangkan Bang Uden dan kawan kawan piknik sambil sosialisasi olahraga topuk bulu dan angkat mengangkat ke Pulau Kodok di utara dusun atau menyeberang Selat Malaka sekira 50 mil dari garis pantai dusun itu.

Ekspedisi Alang Bobal ke dataran tinggi disponsori para toke getah dan tembakau. Pelayaran Bang Uden didonasi Vin&Wen Florist.

“Haiyyaaaaaa…. Libut sana sini, sukulan sana sini… wa juga punya lugi, bayal ini itu. Ajo Makne halus kasi salan lo cemana wa punya olang bo lugi. Kita punya olang halus untung..,” ujar Koko Chiepit di telepon mengajak Ajo Makne bertemu membahas piknik ke Pulau Kodok.

  • Bagikan