Waspada
Waspada » Tontowi Merasa Sudah Cukup Prestasi
Olahraga

Tontowi Merasa Sudah Cukup Prestasi

GANDA campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 sekaligus menjadi puncak prestasi kedua mantan pebulutangkis andalan Indonesia itu. PBSI

JAKARTA (Waspada): Pebulutangkis spesialis ganda campuran Tontowi Ahmad menceritakan alasannya pensiun di usianya yang ke-32 tahun adalah karena sudah merasa cukup dengan perolehan prestasi di dunia bulutangkis.

Pernyataan tersebut ia sampaikan untuk menampik anggapan bahwa ia enggan meneruskan karir profesionalnya karena ketidakcocokan dengan pasangan barunya setelah ditinggalkan Liliyana Natsir yang lebih dulu pensiun tahun 2019.

“Setelah dengan Butet (sapaan Liliyana) rencana ingin main terus, tapi karena berbagai kondisi termasuk status saya dimagangkan di Pelatnas itu tentu mengganggu. Jadi pensiun bukan karena Butet, saya merasa sudah cukup, mendapat segalanya di bulutangkis dan sudah waktunya saya untuk berhenti,” kata Owi dalam konferensi pers virtual, Senin (18/5).

Setelah lepas dengan Butet, Owi sempat dipasangkan dengan Winny Oktavina Kandow dan terakhir dipasangkan dengan Apriyani Rahayu secara tiba-tiba saat tampil di Indonesia Masters 2020 bulan Januari yang sekaligus menjadi turnamen terakhir Tontowi ikuti.

Pria asal Banyumas, Jawa Tengah itu mengaku usianya juga menjadi alasan untuk gantung raket dan ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk lebih dekat dengan keluarga.

Selama menjadi atlet yang bergelimang prestasi, Owi kesulitan untuk bertemu dengan keluarganya karena kegiatan di Pelatnas dan persiapan turnamen lebih banyak menyita waktu.

“Ya sudah cukuplah, ingin punya banyak waktu untuk keluarga. Anak juga suka komplain karena jarang ketemu,” ucap Owi.

Konsultasi Butet

Tontowi mengaku sempat berkonsultasi dengan mantan rekan mainnya Liliyana Natsir.

“Sudah agak lama saya tanya-tanya ke Butet, kalau pensiun rasanya seperti apa, apa yang akan dialami setelah pensiun. Melihat pengalaman dia setelah tidak main bagaimana,” tutur Tontowi.

Ia menceritakan, saat mengemukakan keinginannya untuk pensiun kepada Butet, mantan pasangannya tersebut mengaku tidak kaget dengan keinginan Owi.

Secara tidak langsung Butet juga mendukung keputusan Owi untuk pensiun meski masih punya kemampuan dan berada di atas popularitas, karena menurutnya, atlet yang sudah meraih banyak gelar dan prestasi pasti akan menghadapi titik jenuh.

“Pas saya bilang ingin pensiun, Butet tidak kaget. Mungkin karena dia paham kalau atlet pasti ada waktunya untuk selesai, merasa cukup dengan apa yang sudah didapat dan pasti akhirnya akan pensiun. Kecuali kalau kita kalah terus pasti lebih termotivasi untuk terus main,” katanya menceritakan.

Saat ditanya keinginan acara perpisahan, Owi menuturkan tidak terlalu percaya diri untuk menerima acara semacam itu. Namun ia tidak menampik jika diadakan acara perpisahan kecil-kecilan dengan kalangan internal.

“Kalau buat legenda seperti Butet masih oke lah, tapi kalau saya kan masih sempat bertanding jadi ya kurang percaya diri. Tapi kalau untuk internal di PB Djarum ya tidak apa-apa, apalagi situasinya sedang pandemi seperti ini kan sebisa mungkin menghindari yang ramai-ramai,” katanya.

Tontowi bersama Liliyana berhasil meraih prestasi tertingginya dengan menyabet medali emas Olimpiade Rio 2016 saat sukses menekuk ganda campuran Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying di babak final dengan skor 21-14, 21-12.

Selain itu, Tontowi/Liliyana juga mencatatkan hatrik gelar juara All England pada 2012-2014, dua gelar di kejuaraan Dunia BWF dan gelar juara lainnya. (m18/cnni)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2