Tiket Madrid Menolak Tua

  • Bagikan
KAPTEN Real Sergio Ramos (2 kiri) menyaksikan striker Karim Benzema (2 kanan) merayakan golnya ke gawang Atalanta dengan playmaker Luka Modric di Estadio Alfredo di Stefano, Madrid. OneFootball

MADRID (Waspada): Real Madrid mengalahkan Atalanta 3-1 pada leg2 babak 16 besar Liga Champions, Selasa (Rabu WIB), sehingga mulus menembus perempatfinal dengan keunggulan agregat 4-1.

Ini pertama kali dalam kurun tiga tahun Madrid lolos delapan besar. Tiket lolos itu langsung dijadikan Sergio Ramos cs sebagai bahan untuk menolak tudingan timnya sudah tua.

“Ketika Anda menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk merawat diri sendiri dan menanam benih, maka Anda akan mendapatkan hasil,” jelas bek andalan Spanyol itu melalui Marca, Rabu (17/3).

“Tidak ada yang bisa menilai siapa pun berdasarkan usia. Kami selalu berusaha menampilkan yang terbaik dan orang harus melihat kinerja,” tegas Ramos.

Beberapa pemain andalan Madrid memang tidak muda lagi. Kapten Ramos sudah berusia 33 tahun, Nacho Fernandes (31), Marcelo Vieira (32), Luka Modric (35), Toni Kroos (31) dan Karim Benzema (33 tahun).

“Jangan ada yang bisa menilai kami berdasarkan umur, tetapi performa. Itulah yang harus Anda perhatikan,” klaim Ramos.

Striker Benzema melanjutkan tren suburnya di depan gawang lawan dengan memanfaatkan kesalahan kiper Atlanta Marco Sportiello untuk membuka keunggulan Los Blancos menit 34.

Ramos mewarnai kembali bermainnya setelah sembuh dari cedera dengan mencetak gol dari titik penalti menit 60 di Estadio Alfredo di Stefano, Madrid. Winger Marco Asensio (84’) mencetak gol ketiga tim tuan rumah, hanya berselang semenit pasca gol balasan Atalanta lewat tendangan bebas Luis Muriel.

Playmaker Modric yang memberikan umpan matang bagi gol Benzema, mengatakan entrenador Zinedine Zidane meminta mereka terus menekan lawan.

“Itulah yang kami lakukan dan itu memberi kami kepercayaan diri. Saya merasa seperti 27 tahun lagi dan saya tidak melihat usia saya sudah tua,” kata kapten Timnas Kroasia itu.

“Saya masih merasa lapar untuk bersaing di level tertinggi, saya bekerja setiap hari untuk melakukannya. Sekarang kami lolos ke babak delapan besar setelah gagal dalam dua tahun terakhir dan kami bisa melangkah jauh,” ucap Modric.

Berkolaborasi dengan gelandang Jerman Toni Kroos di lapangan tengah, Modric bermain dominan untuk menutup absensi Casemiro karena terkena skorsing.

“Dua gelandang Luka dan Toni sangat fenomenal. Casemiro bisa mencetak gol dan memungkinkan kami bermain secara berbeda,” klaim Zidane.

“Bila Anda bertanya kepada saya tentang Luka, dia adalah seorang pemain hebat. Dia berusia 35 tahun, tetapi Anda tidak akan tahu saat melihatnya bermain di lapangan,” tambahnya.

Kartu merah Remo Freuler dan kebobolan gol pada menit-menit terakhir merusak La Dea pada leg1 bulan lalu di Bergamo, Italia. Kini hal itu diperburuk kesalahan individual yang dilakukan Sportiello dan Rafael Toloi yang memicu tendangan penalti untuk Real.

Sapuan Sportiello dicegat Modric yang lewat sentuhan keduanya mendorong bola ke dalam kotak penalti tim asuhan Gian Piero Gasperini. Modric lewat sentuhan ketiga meneruskan bola kepada Benzema yang tinggal berdiri bebas di depan gawang Atalanta.

Gol itu seperti mematikan kepercayaan diri Atalanta. “Saya mengucapkan selamat kepada para pemain, karena mereka bermain dengan hebat dari awal hingga akhir melawan tim yang banyak menuntut secara fisik,” pungkas Zidane. (m08/mrc/afp)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.