Tidak Benar Atlet PTMSI Langsa Dibawa Bermain Ke Luar Daerah - Waspada

Tidak Benar Atlet PTMSI Langsa Dibawa Bermain Ke Luar Daerah

  • Bagikan

LANGSA (Waspada): Pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Langsa sekaligus Ketua Klub Langsa Table Tenis Club (LTTC), T Syafrizal (foto) mengaku tidak benar dirinya membawa atlet tenis meja Kota Langsa ke luar daerah untuk bermain di ajang Prakualifikasi Pora III di Banda Aceh.

                                             

“Tidak ada niat sedikit pun kami bermain di luar daerah dan hanya bermain untuk Kota Langsa, yang ada karena terbentur dengan regulasi,” ungkap T Syafrizal yang juga Bendahara PTMSI, Selasa (28/9), menepis isu yang berkembang di kepengurusan PTMSI Kota Langsa.

Kalau pun ada, lanjut Syafrizal, atet putri yang bermain di luar daerah itu karena terbentur dengan aturan yang dibuat oleh PTMSI Kota Langsa. Di mana aturan tersebut berbunyi, pesarta (atlet) adalah penduduk yang ber-KTP dan KK Kota Langsa serta setiap peserta harus membawa KTP asli domisili. Hal tersebut sesuai surat undangan seleksi Pra Pora III Tahun 2021dari PTMSI Kota Langsa.

Sementara dua atlet putri bernama Salma dan Suaibatul berdomisili di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur dan selama ini bernaung di LTTC Langsa. “Jadi kedua atlet itu tidak bisa bermain atas nama Kota Langsa karena terbentur dengan aturan/regulasi yang dikeluarkan PTMSI Kota Langsa,” katanya.

“Itulah mengapa kedua atlet tersebut bermain di daerah lain untuk Pra Pora di Banda Aceh tanggal 21 sampai 26 September 2021. Jadi tidak benar saya membawa atlet Langsa ke luar daerah,” ujarnya.

Sedangkan atlet putra yang dibina oleh klub LTTC sudah mengikuti seleksi di Kota Langsa, tetapi gagal mendapat tiket mewakili Kota Langsa. Kemudian atlet putra LTTC yang gagal selekai di PTMSI tersebut bermain di daerah lain, tanpa ada ikatan perjanjian apapun.

Bahkan, sambung Syafrizal, sebelum dilakukan seleksi, dirinya selaku pengurus PTMSI yang masih aktif sudah mengajak duduk pengurus lainnya untuk membahas persiapan Pra Pora, tapi hal itu juga tidak tercapai dan dia tidak tahu apa penyebabnya.

Kemudian, mengenai isu pengambilan dua unit meja pingpong di Gedung Olahraga (GOR) PTMSI Kota Langsa secara paksa itu juga tidak benar. “Yang sebenarnya saya sudah bicarakan dengan Ketua Harian PTMSI untuk pinjam pakai meja pingpong untuk pembinaan atlet usia dini yang berada di bawah naungan club LTTC,” akunya.

Untuk itu, T Syafrizal mengajak seluruh pengurus PTMSI untuk duduk bersama membahas persoalan tersebut. “Jika pengurus PTMSI lainnya yang ingin klarifikasi langsung, saya siap memberikan penjelasan tersebut, sehingga tidak ada fitnah yang berkembang dan memperburuk kondisi PTMSI Kota Langsa,” tandasnya.(b13)

  • Bagikan