Tanpa Dana Hibah, NPC Asahan Cetak Atlet Berprestasi - Waspada

Tanpa Dana Hibah, NPC Asahan Cetak Atlet Berprestasi

  • Bagikan
KETUA NPC Asahan Andi Ernes Simatupang bersama atlet disablitas saat berlatih. Waspada/ist

KISARAN (Waspada): Selama kurang lebih tiga tahun, National Paralympic Committee (NPC) Asahan tidak menerima dana hibah. Namun demikian, tiga atletnya mampu bersaing memperkuat Sumut pada ajang Nasional dan Internasional.

Ketua NPC Asahan, Andi Ernes Simatupang, menuturkan selama NPC Asahan terbentuk pada 2018, tidak pernah menerima dana hibah dari Pemkab Asahan. Namun pembinaan terus berjalan, karena atlet disabilitas mempunyai hak yang sama untuk maju.

“Saat ini ada lima atlet disabilitas di Asahan yang kami bina di cabor atletik, taekwondo, tenis lapangan kursi roda,” ujar Andi Ernes, Kamis (30/9).

Dikatakan, dari lima atlet itu, tiga orang atas nama Fikri Thoib (tenis lapangan kursi roda) memperkuat Sumut di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2021, Fadly Ramadhan (taekwondo ) persiapan Kejurnas dan pelatihan jangka panjang menuju Asian Paragames China 2022, dan Mila Sapriani (atletik ) menuju Asian Youth Paragames Bahrain 2021.

“Kalau kita mendapat hibah tentunya sarana dan prasarana atlet disabilitas bisa terpenuhi  dan akan lebih banyak atlet yang bisa kita bina. Tentunya akan lebih banyak lagi prestasi yang akan diraih dan mengharumkan nama Asahan. Karena kekurangan (disabilitas) bukanlah halangan bagi mereka yang ingin maju,” jelas Ernes.

Menurutnya, selama ini pihaknya menerima bantuan dari dermawan dan penggiat olahraga yang peduli dengan atlet disabilitas, namun bantuan itu ada batasnya, sehingga untuk saat ini pihak kebingungan dalam memenuhi kebutuhan atlet.

“Kami punya hak untuk diperhatikan, karena atlet disabilitas mempunyai potensi sama halnya dengan atlet yang tidak disabilitas,” jelas Ernes.

Kadis Kominfo Kabupaten Asahan Rahmat Hidayat Siregar, mengatakan NPC tetap diperhatikan. Namun selama dua tahun terakhir Pemkab Asahan sedang kebingungan dalam mengatur anggaran akibat dampat pandemi Covid-19.

“Kita akui, selama Covid-19, PAD kita tidak sesuai dengan harapan, banyak anggaran terserap untuk penanggulangan Covid-19. Sementara pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas tidak berjalan dengan maksimal,” jelas Hidayat.

Oleh sebab itu, kata Hidayat, karena dengan kondisi ini, banyak kegiatan yang ditunda, termasuk bantuan ke NPC. Namun demikian, Pemkab Asahan akan berusaha semaksimal mungkin, sehingga semua permintaan masyarakat bisa terpenuhi.

“Kami berharap NPC bisa bersabar, beri kami waktu, kondisi keuangan dan ekonomi kita saat ini masih dalam pemulihan, masih terus berjalan,” jelas Hidayat. (a02/a19/a20/C)

  • Bagikan