Suharto AD Tak Ingin Lepas Dari Sepakbola - Waspada

Suharto AD Tak Ingin Lepas Dari Sepakbola

  • Bagikan
Waspada/Arianda Tanjung

MEDAN (Waspada): Suharto AD (foto) merupakan satu dari sederet nama yang tidak hanya sukses menjadi pemain tapi juga sebagai pelatih di PSMS Medan.

Tercatat dirinya sudah membela PSMS sejak tahun 1985 hingga 1995 dan mulai menjadi pelatih PSMS pada tahun 1995.

Suharto bercerita bila awal karirnya sebagai pemain sepakbola dimulai pada tahun 1984 dan saat itu bermain untuk PS Angkatan Darat. Setahun bermain untuk PS AD, dirinya mencoba peruntungan mengikuti seleksi di PSMS dan akhirnya lolos.

“Jadi waktu itu ada sekira 174 pemain yang ikut seleksi. Alhamdulillah, dari 174 pemain itu tujuh pemain termasuk saya lolos seleksi masuk ke PSMS untuk menggantikan para senior dan dipersiapkan mengikuti Piala Caltex,” ujar Suharto, Selasa (29/12).

Dari tahun ke tahun, pria berkepala plontos itu kerap menjadi andalan skuad Ayam Kinantan di lini depan. Bahkan, Suharto AD mampu mengantarkan PSMS menjadi juara kedua Perserikatan tahun 1992 usai kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar) 2-1 di partai final.

Selain di PSMS, Suharto juga pernah berkarir di salah satu klub Liga Pro Malaysia bersama Rahmad Darmawan. Meski akhirnya kembali bergabung bersama PSMS pada 1993 dan memutuskan pensiun sebagai pemain profesional pada tahun 1995.

Selain sebagai pemain PSMS, pensiunan TNI Angkatan Darat ini juga sempat memperkuat tim PON Sumut pada tahun 1989 (PON XII/1989 Jakarta) dengan berhasil meraih medali emas.

“Waktu itu kami mengulang sukses senior kami seperti Bang Amrustian yang mengantarkan Sumut meraih medali emas PON 1985. Medali emas 1989 menjadi emas terakhir diraih Sumut di cabor sepakbola PON,” jelasnya sembari berkata bila dirinya juga sempat dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia pada tahun 1987.

Tak lama setelah gantung sepatu, Suharto AD juga tak jauh-jauh dari dunia sepakbola. Bahkan, pasca pensiun di tahun 1995, Suharto AD langsung kursus kepelatihan dan sekaligus menjadi pelatih PSMS dalam Piala Caltex hingga membawa tim ke partai final.

Setelah itu, Suharto AD tercatat pernah beberapa kali melatih PSMS baik sebagai pelatih kepala (1996-97, 2010-2011, 2012-2013) maupun sebagai asisten pelatih (2012-2013, 2018).

Selain PSMS, ayah lima anak ini juga pernah menjadi pelatih berbagai klub lainnya seperti PS Bank Sumut (1997-2002), PS AD Kodam I/BB (2002-2007) dan PS TNI (sekarang PS TIRA-Persikabo) pada 2016 dalam kompetisi Piala Sudirman.

Selama menjalani karier kepelatihan, pria yang kini menjadi pelatih klub Liga 3 Batubara ini sukses mengantarkan PSMS menjadi juara Piala Kemerdekaan pada tahun 2015.

Dirinya mengakui bila eksistensinya di dunia sepakbola selama ini memang wujud kecintaannya terhadap sepakbola. “Jujur, saya tidak ingin lepas dari sepakbola. Makanya hingga detik ini saya masih terus melatih,” katanya.

Tak lupa, Suharto AD berkomentar tentang PSMS saat ini. Dirinya menilai masalah di PSMS itu komplit, sehingga tidak bisa disalahkan salah satu pihak saja.

“Karena dalam satu tim itu, tidak harus bertumpu pada satu pihak saja, tapi di tim kan ada manajemen, pemain, pelatih. Kalau salah satu kurang pas saja, maka tim itu akan sulit buat berprestasi. Apalagi saat ini, para pemain PSMS rata-rata dari luar Sumut,” katanya.

“Dan satu hal lagi, bagi pelatih siapapun itu, baik asing maupun lokal. Kalau dia tidak mengerti karakternya Medan itu akan sulit menciptakan permainan Anak Medan,” tutupnya. (m33)

 

  • Bagikan