Waspada
Waspada » Spurs Harus Bangkit Sebagai Tim
Olahraga

Spurs Harus Bangkit Sebagai Tim

Getty Images
Getty Images

LONDON (Waspada): Bek Toby Alderweireld (foto kiri) dan winger Lucas Moura (foto 2 kiri), meminta Tottenham Hotspur jangan bergantung pada satu pemain dan harus bangkit sebagai tim.

Keduanya menyatakan demikian, setelah Spurs yang tempur tanpa striker Harry Kane dan Son Heung-min dipecundangi tamunya RB Leipzig 0-1 pada laga leg1 babak 16 besar Liga Champions, Rabu lalu.

“Semua pemain harus bertanggung jawab tentang hasil itu. Menurut saya, kami harus menyelesaikan masalah ini selayaknya sebuah tim,” ucap Alderweireld lewat Sportskeeda, Jumat (21/2).

“Semuanya harus bisa bangkit dan tak bergantung dengan satu pemain. Dalam satu laga harus ada pemain yang tampil baik, lantas di laga berikutnya pemain lain yang harus menjadi bintangnya,” tambah bek asal Belgia itu.

Dia mengharapkan The Lilywhites segera bangkit dengan menjadikan Chelsea sebagai pelampiasan, saat kedua klub terlibat London Derby pada matchday 27 Liga Premier di Stadion Stamford Bridge, Sabtu (22/2) malam mulai pkl 1930 WIB.

“Kami pun tak boleh terbutakan dengan hasil dari laga tersebut. Tentu saja kami menginginkan hasil lebih baik, kami tahu kualitas kami,” klaim Alderweireld.

Kane lebih dulu masuk ruang perawatan karena cedera paha yang dialaminya Januari lalu. Operasi yang dijalani membuat kapten Timnas Inggris itu harus absen hingga akhir musim.

Sedangkan Son mengalami retak lengan pekan lalu dan harus dioperasi hingga menepi sampai musim tuntas. Kane top skor Spurs dengan 17 gol di seluruh kompetisi, Son mengoleksi 16 gol.

“Kami kehilangan dua striker utama, tapi kami tidak boleh cengeng. Itulah sepakbola, semua tim punya problem demikian,” ujar Moura.

“Saya akan memberikan yang terbaik agar bisa mencetak banyak gol. Saya akan tampil 100 persen dan kami punya kualitas,” tambah pemain asal Brazil itu.

Manajer Jose Mourinho yang sebelumnya meratapi masalah The Lilywhites, pun sudah bertekad untuk segera bangkit dengan memanfaatkan persediaan pemain yang ada.

“Ini sulit untuk mengatakan arah mana yang akan kami tuju dalam waktu dekat. Kami akan mengubah sistem dan formasi berdasarkan pemain yang tersedia,” jelas Mourinho.

“Kami dalam situasi yang sangat sulit, tapi saya bangga dengan para pemain. Yang membuat saya khawatir adalah situasi ini bisa berlangsung hingga akhir musim,” papar pelatih asal Portugal itu.

Kembalinya Mourinho sebagai lawan di Stamford Bridge, tentu menjadi daya tarik sendiri. Sebab dia merupakan pelatih tersukses sepanjang sejarah Chelsea.

Pada musim debutnya tahun 2014 silam, Mou membuat The Blues mengguncang dunia sepakbola. Di pentas domestik, Chelsea meraih double winners dengan meraih gelar Piala Liga dan juara Liga Premier buat kali pertama setelah 50 tahun. Chelsea bahkan memecah rekor total poin terbanyak (95) dan rekor kemasukan paling sedikit (15).

Sedangkan di pentas internasional, Frank Lampard cs tersingkir pada babak semifinal Liga Champions oleh Liverpool yang akhirnya menjadi juara.

Kegemilangan musim debut bisa dipertahankan oleh Mourinho musim berikutnya. Gelar juara terus mengalir ke lemari Chelsea dengan total tiga trofi EPL, satu trofi Piala FA, tiga Piala Liga dan satu Community Shield menyusul di tahun-tahun berikutnya, termasuk dalam periode kedua kepelatihan Mou pada 2013 hingga 2015.

Mourinho pun berjasa sangat besar dalam membantu Chelsea mengukir rekor yang tampak mustahil bisa dipecahkan, yaitu menjalani 86 pertandingan kandang beruntun tanpa kekalahan. (m15/skd/goal)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2