Waspada
Waspada » Sportiello Tanpa Gejala Positif Covid-19
Olahraga

Sportiello Tanpa Gejala Positif Covid-19

Getty Images
Sportiello Tanpa Gejala Positif Covid-19

ROMA (Waspada): Kiper Atalanta Marco Sportiello (foto) dinyatakan positif tertular Covid-19, meski tanpa gejala sama sekali.

Dia pun menjadi pemain pertama dari klub perempatfinalis Liga Champions itu yang turut terjangkit pandemi virus corona yang bermula dari Kota Wuhan di China.

“Marco tidak memperlihatkan gejala. Karantina yang dijalani Marco dan rekan-rekannya di tim utama akan berakhir pada 27 Maret ini,” sebut Atalanta di laman resminya, Rabu (25/3).

Dengan demikian sudah 15 pemain di Serie A Liga Italia yang terjangkit Covid-19. Sedangkan Italia menjadi negara dengan tingkat kematian tertinggi di tengah pandemi global Covid-19 dengan kematian sudah lebih dari 6.100 orang.

Hindari Lockdown

Kapten Atalanta Alejandro Gomez menyatakan, warga Kota Bergamo yang menjadi basis klubnya sekaligus kota yang paling parah terhantam pandemi virus corona, menggunakan segala cara untuk menghindari lockdown.

Menurut Dekrit Pemerintah Italia, penduduk dilarang keluar rumah untuk ke supermarket atau bekerja, atau sekadar jalan-jalan bersama anjingnya. Namun Gomez melihat aturan itu sering dilanggar oleh banyak orang di Kota Bergamo.

“Tetap saja ada orang di jalan-jalan. Ada yang keluar untuk berlari, ada yang pergi ke taman untuk sit-up, ada yang mengajak anjingnya jalan-jalan karena mereka bosan di rumah,” jelas Gomez.

“Atau ada juga yang bohong agar bisa ke supermarket. Saya tak keluar untuk lari-lari sekalipun saya olahragawan dan itu tugas saya,” tambah bintang asal Argentina itu.

Di Bergamo yang terletak di Provinsi Lombard, timur laut Laut, sebanyak 134 dokter dari total 600 dokter atau 22 persennya, jatuh sakit atau dikarantina dan tiga orang meninggal dunia.

“Saya kira banyak misinformasi sejak awal dan kami semua menganggap enteng hal ini. Kami kira itu cuma flu biasa, virus yang biasa muncul pada musim dingin, jadi kita tetap menjalankan kehidupan sebagaimana biasa,” tutur Gomez.

“Suatu hari, militer datang membawa peti-peti mayat dan mengkremasinya di suatu tempat karena sudah tidak ada lagi ruang untuk dikuburkan di sini. Luar biasa sekali. Setiap pagi saya bangun menonton berita dan selalu saja berita buruk,” ucapnya lagi. (m15/afp)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2