Waspada
Waspada » Sport Masker Lindungi Diri Kala Pandemi
Olahraga

Sport Masker Lindungi Diri Kala Pandemi

HAYADI menjual sport masker buatannya sendiri di Jalan Laksana/Simpang Jalan Amaliun, Kota Medan, Sumatera Utara. Waspada/Dedi Riono

“BERAPA harga maskernya satu om?'” tanya seorang wanita muda pengendara sepeda motor kepada penjual masker di Jalan Laksana/Simpang Jalan Amaliun, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/11) sore.

“Sepuluh ribu kak,” jawab Hayadi si penjual masker. Setelah memilih tanpa turun dari sepeda motor, akhirnya wanita muda berusia sekira 30-an tahun itu mantap membeli satu masker jenis kain pilihannya.

Hayadi merupakan satu dari sekian banyak pedagang masker pinggir jalan di Kota Medan. Anjuran pemerintah agar warga patuh protokol kesehatan, salah satunya wajib memakai masker saat ke luar rumah menjadi berkah bagi Hayadi dan pedagang masker lainnya.

Pria berdarah minang kelahiran tahun 1972 ini memberikan merk maskernya sport masker. Sport masker menjadi brand masker dagangan Hayadi karena dia ingin menyisir pelanggan dari kalangan komunitas motor yang biasanya tampil sporty.

“Alhamdulillah, sesuai target awal, banyak komunitas motor, khusunya pengguna motor besar yang memesan masker dari kita. Tidak hanya dari Medan, tapi juga dari Aceh dan Padang (Sumatera Barat). Biasa kalau mereka pesan di atas 100 masker,” ujar Hayadi membuka cerita.

Selain menjual, ternyata Hayadi sendiri yang membuat sport masker. Dibantu adik sepupunya Naldi, Hayadi memproduksi masker di rumahnya di kawasan Kota Matsum (Komat) Medan. Menjadi pedagang masker pinggir jalan pun sudah dia lakukan sejak akhir Januari 2020.

“Kalau jualan di pinggir jalan sejak Januari 2020. Tapi kalau terima pesanan sudah cukup lama juga. Sebelum pandemi Covid-19, saya memasok sport masker ke bengkel-bengkel. Biasanya yang membeli komunitas motor gede,” beber Hayadi.

Lelaki dua anak ini mengaku selama masa pandemi Covid-19, penjualan masker mengalami peningkatan pesat. Bahkan pada saat gencar-gencarnya razia masker oleh Pemerintah Kota Medan, penjualannya bisa di atas 100 masker per hari.

“Masyarakat sudah tau kalau masker yang kami jual berkualitas. Walau berbahan kain, kami jamin aman digunakan. Kalau boleh dibilang sudah standar WHO-lah. Karena kan kalau kata WHO masker yang bagus itu ketika dipakai lalu meniup api, api tidak padam,” katanya.

Hayadi menjelaskan masker kain buatannya aman digunakan karena dibuat hingga tiga lapis kain. Walau begitu, saat dipakai tidak membuat sesak nafas. Dengan harga Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah), Hayadi menjamin pembeli tidak akan merasa rugi atau kecewa.

“Dijamin awet-lah, walau berulang kali dicuci tidak akan gampang rusak. Sebenarnya kami jual sport masker ini sudah di bawah harga standar. Kemarin saya cek di butik dan toko-tokoh, masker seperti yang kami jual ini dibandrol Rp30 hingga 35 ribu,” katanya.

Lebih lanjut Hayadi mengatakan, dalam kondisi tak menentu seperti sekarang ini, memproteksi diri sendiri dan mengutamakan kesehatan adalah pilihan terbaik. Salah satunya dengan memakai masker sesuai anjuran pemerintah.

“Buat warga masyarakat, khususnya di Kota Medan yang mau melindungi diri di masa pandemi saat ini, pakailah sport masker buatan kami. Dijamin kalian akan tetap tampil keren dan sporty,” ucap Hayadi mempromosikan masker buatannya.

Memakai masker memang salah satu penerapan protokol kesehatan yang sangat dianjurkan pemerintah saat berpergian atau berineraksi dengan orang lain, selain juga harus menjaga jarak dan tidak berada di kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun secara rutin.

Menggunakan masker pun menjadi kebutuhan penting bagi elemen masyarakat untuk saling menjaga. Tidak sedikit pula orang yang ingin tampil dengan tampilan serasi antara masker dan baju yang dikenakan, dan sport masker bisa jadi solusi bagi yang ingin tampil sporty. (m18)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2