Solksjaer Minta MU Main Lepas

  • Bagikan
The Sun

LONDON (Waspada): Ole Gunnar Solskjaer (foto kiri) yang baru dipecat dari posisinya sebagai manajer untuk digantikan asistennya Michael Carrick (foto kanan), meminta kepada para pemain Manchester United agar bisa bermain lepas.

Terutama ketika Si Setan Merah menjajal tuan rumah Villarreal pada matchday 5 Grup F Liga Champions di Stadion El Madrigal, Rabu (24/11) dinihari mulai pkl 0055, supaya segera lolos ke babak 16 besar.

“Seperti yang saya katakan kepada pemain, percayalah kepada diri sendiri. Kalian tahu kita lebih baik dari ini,” tutur Solskjaer, seperti dikutip dari laman resmi MU, Senin (22/11).

“Kita belum bisa menunjukkannya, tetapi bermain lepaslah dan nikmatilah menjadi pemain Man United di Liga Champions sebagai panggung terbesar,” tegas mantan striker Red Devils dan Timnas Norwegia tersebut.

Carrick yang menjadi bagian dari staf kepelatihan Solskjaer bersama Darren Flether akan memimpin lawatan Cristiano Ronaldo cs di markas Villarreal. Laga lainnya di Grup F mempertemukan Young Boys (nilai 3) dengan tim peringkat tiga Atalanta (5).

Kemenangan atas The Yellow Submarines otomatis akan mengamankan tiket Setan Merah MU yang memimpin klasemen Grup F dengan kemasan tujuh poin. United unggul head-to-head dari Villarreal yang juga mengoleksi nilai tujuh. “Jika memenangi pertandingan, kalian akan lolos ke babak selanjutnya.

Michael akan bertanggung jawab. Michael, saya memiliki respek yang sangat tinggi kepada dia,” beber Solskjaer. “Saya sangat menyayangi Michael, mereka akan baik-baik saja. Saya akan menonton aksi mereka dan mendukung mereka,” katanya menambahkan.

Pada jumpa pertama di Old Trafford, Red Devils menang tipis dengan skor 2-1. Namun Si Kapal Selam Kuning sekarang sedang dalam momentum positif. setelah tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhirnya.

Solskjaer pun akan menghabiskan waktu bersama keluarganya di Norwegia untuk mendukung perjuangan Harry Maguire dan kawan-kawan.

“Saya pastinya akan menonton tim ini dan semoga manajer berikutnya datang dan saya ingin mendukung dia. Saya ingin dia sukses, semoga saya telah meletakkan dasar untuk itu,” papar pria berusia 41 tahun itu.

“Sebab saya merasa apa yang saya lakukan sudah bagus. Saya 100 persen yakin menciptakan lingkungan sepakbola, itulah keahlian saya dan pada titik tertentu, saya mungkin akan kembali,” tekad Solskjaer.

Dia dipecat setelah Si Setan Merah kalah 1-4 melawan Watford, Sabtu lalu. Kekalahan itu membuat MU kini terpuruk di peringkat delapan klasemen Liga Premier dengan nilai 17 dari 12 pertandingan.

“Saya pergi melewati pintu depan, karena saya kira semua orang tahu saya telah memberikan segalanya. Klub ini berarti segalanya bagi saya, tapi sayang saya tak bisa mendapatkan hasil yang dibutuhkan dan sudah waktunya bagi saya undur diri,” ujarnya lagi.

Solskjaer memenangkan enam gelar juara Liga Premier sewaktu menjadi penyerang MU di bawah asuhan manajer legendaris Sir Alex Ferguson. Dia pula yang mencetak gol penentu kemenangan atas Bayern Munich pada final Liga Champions 1999.

“Terima kasih Ole, kamu membuat kami bangga. Dua bulan terakhir sangat sulit, tetapi sebelum itu Anda sudah mengembalikan jiwa ke dalam klub ini,” cuit Gary Neville, mantan bek sekaligus kapten MU.

“Sungguh perencanaan yang buruk. Saya kira Ole rekrutan yang tepat dalam hal mengambil alih dari Jose Mourinho, klub ini saat itu tengah berputar ke tempat yang amat menyedihkan,” kenang Neville.

“Ada nama-nama manajerial yang lebih besar ketimbang dia yang sudah berusaha, tapi gagal dalam beberapa musim terakhir. Dia meninggalkan klub dengan koleksi pemain paling berbakat yang pernah dimiliki,” timpal Michael Owen, mantan striker MU dan Liverpool.

“Adalah tugas manajer berikutnya untuk mengeluarkan yang terbaik dari pemain-pemain dimaksud. Ini pasti masa terburuk bagi MU untuk mencari manajer baru, karena hampir tidak ada manajer top yang tersedia,” tambah Owen.

“Ini sangat menyedihkan, saya sungguh sedih. Atas nama Ole, atas nama klub sepakbola itu, atas nama semua penggemar. Terlalu banyak manajer yang harus kita singkirkan dalam waktu yang terlalu singkat,” sesal Peter Schmeichel, mantan kiper MU.

“Selama 27 tahun kami sudah terbiasa dengan satu orang (Ferguson) berada di kursi panas dan saya sangat bersimpati kepada Ole. Dia telah melakukan semua yang dia bisa, tapi dalam sepakbola modern itu tidak cukup,” pungkas Schmeichel. (m08/rtr/twt)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *