Simeone Redupkan Sensasi Rekor Salah - Waspada

Simeone Redupkan Sensasi Rekor Salah

  • Bagikan
SI

MADRID (Waspada): Mohamed Salah (foto tengah) mengukir dua rekor baru ketika mencetak brace untuk membawa Liverpool menang 3-2 di markas Atletico Madrid pada matchday 3 Grup B Liga Champions.

Tapi sensasi rekor Salah di Wanda Metropolitano Stadium itu, Selasa (Rabu WIB), menjadi redup akibat tingkah entrenador Atletico Diego Simeone menolak salaman dengan manajer Liverpool Jurgen Klopp.

“Saya tidak selalu berjabat tangan dengan pelatih (lawan) seusai laga, karena saya tidak suka. Itu juga tidak sehat untuk pemenang atau pecundang,” dalih Simeone melalui Marca, Rabu (20/10).

“Saya berpikir seperti itu. Tapi sekarang saat saya melihatnya, saya akan menyapanya tanpa masalah,” papar pelatih asal Argentina tersebut.

Salah menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam sembilan pertandingan beruntun dalam sejarah Si Merah. Rekor itu dimulai sejak akhir Agustus, ketika dia mengonversi penalti dalam hasil imbang 1-1 melawan Chelsea di laga Liga Premier.

Sejak itu Salah selalu mencetak gol dengan korban Leeds United, AC Milan, Crystal Palace, Brentford, FC Porto, Manchester City, Watford dan Atletico.

Bintang Mesir berumur 29 tahun itu sekaligus melewati torehan legenda klub Steven Gerrard yang mengoleksi 30 gol dari 87 laga Liga Champions. Hebatnya lagi, Salah mengukir 31 gol hanya dari 48 partai.

Mantan winger Chelsea dan AS Roma itu membuka keunggulan The Anfield Ganks ketika laga baru berlangsung delapan menit. Lima menit berselang, gelandang Naby Keita menyarangkan gol kedua Si Merah.

Los Rojiblancos sempat menyamakan kedudukan dengan dwigol Antoine Griezmann menit 20 dan 34. Setelah Griezmann kena kartu merah menit 52, Liverpool kembali mendominasi permainan dan memastikan kemenangan berkat gol penalti Salah menit 78.

“Kami tidak memulainya seperti apa yang kami inginkan. Tapi setelah gol kedua, kami mulai bermain sesuai dengan yang apa kami harapkan,” jelas Simeone yang langsung menuju ruang ganti pemain setelah wasit meniup peluit panjang.

Dia mengaku kesal karena Los Rojiblancos tidak mendapatkan penalti, setelah Diego Jota dianggap menjatuhkan Jose Gimenez di dalam kotak terlarang The Reds. Kekesalannya kian lengkap dengan pengusiran Griezmann serta hadiah penalti yang didapatkan tim tamu.

“Penalti kami sah dan saya pikir penalti yang lain bukanlah penalti. Tetapi saya tidak sering melihat wasit membatalkan penalti. Saya tidak mengharapkan itu, tetapi saya pikir itu keputusan yang tepat,” klaim Klopp.

“Tidak beruntung mendapatkan kartu merah seperti itu, tetapi tetap saja kartu merah. Menaikkan kaki terlalu tinggi, kami pernah mendapatkan kartu merah seperti itu di masa lalu,” tambah pelatih asal Jerman tersebut.

Klopp sempat kecewa setelah uluran tangannya diabaikan Simeone seusai pertandingan. Namun dia kemudian memaklumi ulah Simeone yang meredupkan cerita rekor Salah itu.

“Kami tidak suka, tetapi ya situasinya jelas. Saya ingin menjabat tangannya, reaksinya pasti tidak begitu baik,” tegas Klopp.

“Lain kali kami bertemu, kami pasti akan berjabat tangan. Dia jelas marah, bukan dengan saya, tetapi dengan pertandingan dan tidak ada yang lain,” pungkasnya. (m08/fe/bts)

  • Bagikan