Shin Ungkap Penyebab Kekalahan Garuda Muda

  • Bagikan
KERIBUTAN terjadi antara pemain Timnas Indonesia dan Thailand dalam laga semifinal SEA Games 2021 (2022) yang berujung dikeluarkannya empat kartu merah oleh wasit. Antara

NAM DINH, Vietnam (Waspada): Pelatih Shin Tae-yong mengungkapkan dua alasan Timnas Indonesia U-23 kalah dari Thailand di semifinal SEA Games 2021 (SEA Games 2022).

Indonesia gagal ke final usai kalah 0-1 dari Thailand di babak semifinal SEA Games yang berlangsung di Stadion Thien Truong, Nam Dinh, Kamis (19/5). Gol semata wayang Thailand diciptakan Weerathep Pomphun pada menit ke-96 atau babak pertama tambahan waktu.

Faktor pertama yang disebutkan Shin Tae-yong adalah kelemahan Timnas Indonesia U-23 dalam penyelesaian akhir. “Kalau saya melihat, bukan karena masalah fisik. Karena Thailand pun main sama juga 90 menit,” ucap Shin.

“Namun saya melihat ketika Thailand dapat peluang, mereka bisa cetak gol. Tetapi kami juga punya peluang tetapi tidak dapat mencetak gol. Itu alasan kami kalah hari ini,” ujarnya.

Shin Tae-yong juga menyebut faktor lain yang menjadi penyebab kekalahan karena Indonesia kesulitan mengembangkan permainan. “Kekalahan ini memang harus membuat kami evaluasi karena kami tidak bisa mengembangkan permainan saat bertemu lawan yang lebih kuat walau hanya sedikit,” ucapnya.

“Kami takut dengan itu dan tidak bisa mengembangkan permainan kami. Jika mampu bermain seperti biasa, pastinya jalannya pertandingan pasti akan lebih baik,” bebernya.

Shin Tae-yong juga menyebut absennya Asnawi Mengkualam menjadi salah satu faktor timnya menelan kekalahan. Menurutnya, permainan yang diinginkannya tidak berjalan dengan baik. Absenya Asnawi menimbulkan celah tersendiri bagi skuad Garuda Muda. Permainan tim Merah Putih tidak bisa berjalan dengan bagus hingga sulit mencetak gol ke gawang Thailand.

“Kami tidak bisa memainkan bek Asnawi Mangkualam karena akumulasi kartu kuning. Dia adalah pemain yang memiliki pengaruh besar dalam tim,” tambah Shin.

“Absennya dia membuat semangat tim agak terpengaruh. Kami kalah karena tidak bisa menunjukkan permainan yang kami inginkan,” jelasnya.

Meski gagal melangkah ke final dan harus merelakan medali emas, Shin Tae-yong tidak kecewa dengan penampilan anak asuhannya. Juru formasi asal Korea Selatan itu juga mengakui Thailand layak menang.

“Saya sendiri tidak kecewa dengan performa para pemain. Ada peluang itu dimanfaatkan oleh Thailand dan mereka pantas menang,” pungkasnya.

4 Kartu Merah

Laga semifinal antara Indonesia dan Thailand pun diwarnai keributan antar-pemain menjelang pertandingan babak kedua babak perpanjangan waktu usai.

Keributan ini berawal dari pelanggaran yang dilakukan Firza Andika kepada salah satu pemain Thailand di area tengah lapangan. Tensi panas pertandingan kemudian berubah jadi bentrok antara pemain kedua tim.

Aksi saling dorong lantas terjadi di antara pemain Indonesia dan Thailand di tengah lapangan. Tensi panas ini bahkan berujung empat kartu merah yang dikeluarkan oleh wasit.

Pemain Thailand, William Gabriel Widersjoe mendapatkan kartu merah pada menit ke-118. Kemudian tiga pemain Indonesia juga mendapatkan kartu merah yaitu Firza Andhika, Rachmat Irianto, dan Ricky Kambuaya.

Firza mendapatkan kartu merah langsung sedangkan Ricky dan Rachmat menerima kartu kuning kedua sehingga harus ke luar dari lapangan pertandingan.

Kegagalan Timnas U-23 melenggang ke final memperpanjang rekor buruk puasa medali emas di SEA Games 2021. Puasa medali emas SEA Games pun berlanjut menjadi 31 tahun.

Kali terakhir Timnas Indonesia meraih emas tepatnya pada edisi SEA Games 2021. Saat itu tim Merah Putih diperkuat para legenda seperti Widodo Cahyono Putro, Sudirman, hingga Bambang Nurdiansyah.

Selanjutnya Timnas Indonesia U-23 akan menjalani laga perebutan medali perunggu. Pertandingan perebutan perunggu akan digelar di Stadion My Dinh, Minggu (22/5). (m18/ant/zn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.